Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
42 : Orang asing


__ADS_3

"Ketemu." Suara yang begitu berat dan terkesan dingin, menyambut indera pendengaran nya Alinda.


'S-siapa dia? Aku merasa, aku harus segera kabur.' Alinda yang merasa terancam dengan keberadaan dari sosok pria di depannya itu pun segera berlari.


Tapi bahkan sebelum Alinda mengambil satu langkah, kerah handuk yang masih ia pakai, langsung di cengkram kuat oleh pria di belakangnya itu.


"L-lepaskan!" Teriak Alinda, botol yang sudah Alinda dapatkan pun dia gunakan untuk memukul wajah dari laki-laki ini.


Tapi bukannya kena, yang ada botol itu langsung di tepis dengan keras, dan membuat tangan Alinda akhirnya di tangkap.


"Lepaskan! Ih! Siapa kau!" Alinda terus menarik tangannya sendiri, alhasil membuat pergelangan tangannya yang di cengkram begitu kuat oleh orang ini, jadi semakin erat dan cukup menyakitkan.

__ADS_1


"Sudah bicara seperti ini, apa kau masih tidak mengenaliku?"


"Siapa juga yang kenal denganmu? Ih, ini juga baru pertama kalinya bertemu denganmu." Alinda terus saja meronta, ingin lepas dari cengkraman laki-laki ini.


Yang mana, entah kenapa laki-laki ini terasa cukup familiar, namun Alinda sama sekali tidak mengingat pemilik dari suara yang pernah Alinda dengar itu.


"T-tolong lepaskan, aku tidak mau di culik." Alinda mulai merengek, handuk bagian kerahnya terus saja di cengkram dengan kuat, dan di tambah lagi, tangan kanannya pun di cengkram kuat juga, sehingga Alinda pun sama sekali tidak bisa lepas dari genggamannya.


"Kau ini- sama sekali tidak tahu aku siapa? Apa kepalamu ini terbentur? Mau aku benturkan jadi kau bisa ingat aku ini siapa?" Anca, pria ini, benar-benar tidak ingin membuat orang yang sudah di carinya itu kabur dari genggamannya.


Ya, sekali bentakan, perasaan syok itu sontak langsung mempengaruhi kondisi tubuhnya. Tubuhnya sudah ketakutan dengan di tandai kakinya yang gemetar sendiri tanpa bisa Alinda kontrol sendiri.

__ADS_1


"Huwaa...! Tolong, jangan apa-apakan aku." Alinda yang sudah tidak tahan sekaligus kedua kaki yang tidak kuat lagi untuk berdiri karena takut di apa-apakan oleh orang tidak di kenal ini, membuat Alinda jadi langsung jatuh terduduk dengan tangan masih di cengkram dan kerah handuk yang sempat kena tarik juga.


"Mulutmu ini berisik juga, kelihatannya mulutmu harus aku sumpal." Pria ini pun terus mencoba mengancam Alinda. Di samping itu, Alinda terus bersikukuh untuk lepas dari cengkramannya. Tapi, hasilnya tetap saja sia-sia.


"Tidak! Lepas, jangan ganggu aku!" Alinda mencoba menendang-nendang dan tubuhnya pun terus bergerak dengan tenaga yang besar, sehingga pria yang sedang mencoba untuk membawanya pergi dari sana, mulai kewalahan.


"Tidak ada pilihan lain, seharusnya seperti ini." Setelah berkata seperti itu, tubuh Alinda tiba-tiba saja di baringkan ke lantai dan langsung di pepet dengan tubuh besar milik seseorang yang bahkan wajahnya pun tidak bisa Alinda lihat, karena saking gelapnya.


"Tidak, ah..jangan!" Teriak Alinda, sebelum akhirnya tiba-tiba, bibirnya di bungkam dengan bibir lain yang terasa lembut, panas, juga ada aroma alkohol yang cukup kuat. 'S-siapa ini?! Tidak, aku tidak mau diperkosa!' Alinda meronta ingin lepas, tapi apa daya, ketika kedua tangannya terkunci oleh kedua tangan milik dari pria itu sendiri.


Dan kedua kakinya pun, mau menendang-nendang seberapa banyak pun, tidak ada gunanya lagi, sebab orang ini duduk di atas tubuhnya, sehingga Alinda benar-benar tidak memiliki akses untuk membuat lututnya menendang aset berharganya itu.

__ADS_1


"Anghmm!" Alinda benar-benar tidak bisa melakukan apapun. Apakah ini akan menjadi hari akhir dari dirinya yang masih perawan?


Alinda terus beranggapan kalau malam ini adalah malam paling buruk yang Alinda miliki.


__ADS_2