
Gelap, busuk, bercampur amis serta suhu yang dingin.
Alinda mulai berganti pakaian dengan pakaian kematian milik mereka, sampai cahaya yang hangat perlahan mengikis keberadaan dari tangan setan.
Alinda yang sudah memejamkan matanya, tiba-tiba saja ada uluran tangan yang langsung menggapai tangannya, dan kemudian langsung menariknya.
"Alinda~" namanya pun terpanggil dengan suara yang penuh dengan kehangatan.
Ya, berbeda dengan suara tadi, kini suara itu seakan memang terdengar cukup jelas dan nyata.
'Siapa?' Tapi Alinda tidak bisa membuat dirinya untuk membuka matanya, karena rasanya memang cukup berat.
__________
PHUAHH...
"Hah...hah...hahh...." dengan kasar, Osborn langsung mengusap wajah tampannya, sekaligus langsung menyisir rambut hitam miliknya ke belakang.
Dengan penampilan paling kacau, dia berhasil meraih tangan Alinda sebelum tenggelam kedalam kolam.
"O-Osborn! Kenapa pagi-pagi seperti ini kau malah berenang?!" Pekik Angie melihat wajah dingin milik Osborn, baru saja keluar dari dalam air kolam renang yang bahkan sebenarnya belum di bereskan sepenuhnya.
Tapi tanpa di duga, di pelukannya Osborn saat ini, ada Alinda yang baru saja masuk kedalam kolam renang dan hampir sepenuhnya tenggelam.
__ADS_1
Ya, itu jika tidak cepat-cepat di selamatkan, jelas kalau nyawanya melayang.
"Jangan tanya dulu, ambilkan handuk baru untuk kami." Perintah Osborn kepada Angie.
Angie mengangguk setuju, dan Osborn, dia menggendong tubuh Alinda layaknya karung yang sedang di pikul, dan setelah itu dia meletakkan di lantai tepi pintu kaca yang menghubungkan antara rumah bagian dalam dengan teras kolam renang.
"Ini." Angie sudah membawakan dua handuk besar untuk mereka berdua.
Tapi sebelum itu, Osborn pun mencoba untuk mengecek pernafasan dari Alinda ini.
"..." Tanpa pikir panjang, Osborn melakukan CPR kepada Alinda yang tidak bernafas, setelah itu tentu saja melakukan nafas buatan.
Dan Osborn harus melakukannya beberapa kali sampai akhirnya Alinda pun terbatuk dan mengeluarkan air yang sempat di minum nya.
"Uhukk..uhukk..uhukk..." Alinda pun benar-benar terbatuk dan sekarang dia pun sadar dari pingsan karena kehabisan oksigen tadi. 'Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa merasa kedinginan seperti ini? Lalu mereka berdua?'
'Kenapa wajah mereka berdua tampak khawatir?' Pikir Alinda lagi, masih belum bisa mencerna dengan kondisi pada dirinya sendiri.
"Alinda, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Angie, suaranya benar-benar mirip dengan apa yang Alinda mimpikan tadi.
"Iya. Tapi ada apa dengan kalian berdua? Kenapa ekspresi wajah kalian seperti i-tu?" Alina sempat menjeda ucapannya setelah di belakang mereka berdua juga ada Evan? Dan ekspresi wajahnya pun sama.
"Kau habis tenggelam." Jawab Osborn dengan wajah terlihat enggan untuk mengatakan kata tenggelam.
__ADS_1
"Kenapa bisa?" Tanya Alinda lagi dengan bingung.
"Seharusnya kamilah yang tanya, kau kenapa bisa kecebur ke kolam?" Tanya Evan saat itu juga.
"Aku juga tidak tahu. Kenapa?" Alinda masih bingung juga, bahkan ingatan tentang kengerian dari apa yang sempat di alaminya tadi, sama tidak ingat, dan hanya bisa bertanya ataupun menjawab situasinya sekarang dengan mereka.
"Sudah, kau lebih baik masuk ke kamar dan pakai pakaianmu. Aku sudah menyiapkan pakaian di dalam kamar." Sela Osborn, tidak mau berbicara lebih dengan Alinda, karena percuma saja bicara dengan orang yang bahkan tidak ingat dengan alam mimpi yang di alami oleh Alinda.
"Terima kasih sudah menyelamatkanku." Jawab Alinda dengan rahang gemetar, karena saking dinginnya tubuh, gara-gara dirinya masuk kedalam air kolam yang cukup dingin, dan seakan tubuhnya bisa membeku.
Dengan dibantu oleh Angie, mereka berdua pun pergi, dan hanya meninggalkan Osborn juga Evan yang masih ada di sana, dan sesekali melirik ke arah kolam renang yang menjadi saksi bisu dari peristiwa tadi.
"Hahh...., pagi-pagi tapi sudah buat aku mandi di sana." Gerutu Osborn, dia mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang di bawa oleh Angie tadi.
"Apa yang kau lihat tadi?" Tanya Evan.
Evan bertanya pada poin intinya langsung.
Osborn awalnya menghentikan aksinya untuk mengeringkan rambut dan diam serta berpikir sejenak, tapi tidak lama kemudian, Osborn pun menjawab, "Death Clothes."
Evan pun sedikit berpikir sejenak, tapi karena ia tidak menemukan jawabannya, dia pun menelepon Rahel.
"Rahel, Death Clotehs." Ucap Evan, agar Rahel mencarikan artikel tentang Death Clothes.
__ADS_1
Dan di saat Evan sudah mendapatkan artikel itu, Evan jadi diam dan hanya mengatupkan mulutnya saja.
"Kenapa ada istilah pakaian kematian segala?" Gumam Evan, setelah membaca singkat tentang Death Clothes itu sendiri.