
'B-bagaimana ini? Padahal aku ingin mandi, tapi aku bahkan datang kesini dengan handuk doang.' Alinda pun hanya menatap pintu kamar mandi itu dengan wajah serius, karena sekarang memang benar-benar waktu yang cukup serius untuk memikirkan itu.
Dia sama sekali tidak punya pakaian, kecuali handuk kimono pemberian dari Osborn ini.
Dan ketika dirinya mencium aroma tubuhnya, tercium bau masam.
'Ah, sudahlah, daripada mikirin pakaian, aku akan pakai ini lagi.' Pikir Alinda, tanpa basa basi dia pun pergi masuk kedalam kamar mandi.
Dan sepeti yang di pikirkan oleh Alinda, di dalam kamar mandi itu pun cukup lengkap, bahkan ada bathtub juga.
Maka dari itu, Alinda pun mencoba untuk berendam di air hangat itu.
"Akhh~ Betapa nyamannya. Semoga aku benar-benar bukan sedang bermimpi." Gumam Alinda, berhasil masuk kedalam bathtub, dan saking nyamannya, dia pun tertidur.
_________
"Selesai juga." Ucap Osborn. Akhirnya dia selesai masak.
"K-kau, masak semua ini?" Terkejut Arsiel dengan skill Osborn dalam memasak.
"Kenapa? Apa kau sudah mengerti kehebatanku dalam memasak?" Sombong Osborn kepada temannya itu.
"Padahal selama ini kau masak, biasa-biasa saja, tiba-tiba jadi luar biasa seperti ini, apa kau ingin bisa mendapatkan perhatian lebih dari Alinda, kalau kau yang terhebat?"
__ADS_1
"Entahlah, kau sendiri yang bicara seperti itu." Jawab Osborn. Selesai memasak, pria ini melepaskan celemek dan pergi untuk memanggil Alinda yang masih berada di dalam kamar.
'Aku ingin mencicipinya.' Arsiel mulai tidak tahan dengan godaan dari aroma menggoda yang keluar dari makanan yang sudah siap makan itu.
"Jangan sekali-kalinya menyentuhnya." Sela Osborn, menyela keinginan Arsiel yang ingin nyicip lebih dulu.
Merasa seperti di awasi setiap saat, Arsiel pun angkat tangan. Padahal sedikit lagi tinggal ia makan, tapi karena sudah ketahuan lebih dulu, jadi apa boleh buat?
"Alinda, keluar, makanannya sudah siap." Panggil Osborn. Tapi panggilannya itu sama sekali tidak di sahut, dan hanya ada keheningan belaka.
Arsiel, melihat kalau Osborn sama sekali belum mendapatkan jawaban dari si penghuni kamar, karena Arsiel pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi saat ini kepada Osborn, Arsiel pun memberikan peringatan. "Jika dia tidak menyahutnya, antara dia tidur, atau sedang mandi."
Osborn seketika menoleh ke arah Arsiel yang sedang membuka kulkas dan minum air dingin.
"Kenapa malah menatapku?" Salah satu alisnya terangkat, bingung dengan apalagi yang membuat dirinya terlihat di salahkan terus menerus oleh Osborn ini.
"Aku hanya menebaknya, jadi apa masalahnya? Jika tidak sabar, kenapa tidak masuk saja? Dia tidak mungkin mengunci pintu kamarnya." Beber Arsiel, tidak mau di tuduh lagi.
"..." Osborn pun mencoba untuk masuk kedalam kamar, yang pada dasarnya tidak di kunci sama sekali, dan momen ini terasa seperti waktu itu.
Perbedaannya saat dulu adalah Alinda ketahuan tidur di lantai, maka sekarang Alinda sudah jelas ada di dalam kamar mandi.
"Alinda," Osborn malah mengetuk pintu kamar mandi, dan mencoba untuk memanggil nama yang sangat ingin dia lihat, kira-kira apa yang sedang di lakukan oleh Alinda ini?
"Ya? Ada apa?" Alinda awalnya memang kebetulan tertidur. Tapi karena ada suara yang sangat seksi ternyata baru saja memanggil namanya, untung saja dirinya bisa segera menjawab panggilannya itu. 'Kenapa dia ada di depa pintu kamar mandi?'
__ADS_1
Dan pikirannya, lagi-lagi jadi menjerumus pada sesuatu yang sangat tidak senonoh.
Lagian, Osborn, seorang pria malah masuk kedalam kamar yang sedang di huni oleh wanita, parahnya lagi malah memanggil wanita yang sedang ada di dalam kamar mandi.
'Lagi-lagi seperti ini. Aku sangat senang, tapi juga memalukan. Bagaimana bisa-bisanya dia berdiri di depan pintu kamar mandi? Padahal, jelas-jelas aku sedang mandi.' Pikir Alinda. Lagi-lagi wajahnya bersemu merah, bagaikan buah persik yang baru saja matang, Alinda begitu terkesima dengan sosok yang ada di luar pintu itu.
"Makanannya sudah siap, jika sudah selesai, keluar dan makan dengan kita." Entah dari mana kata-katanya berasal, karena ia tidak pernah sama sekali menawari orang makan sampai seramah itu.
Osborn, dia sadar kalau dirinya memang berbeda dari yang dulu, tapi- ia bisa bersikap demikian hanya jika ada dia, Alinda.
"Iya. Aku akan keluar sekarang."
Wajah Osborn jadi begitu tegang, sehingga tampang wajahnya pun jadi terlihat seperti sedang marah, padahal dirinya sedang gugup sendiri.
'Kenapa dia pakai menjawabnya seperti itu? Apa aku sudah gila? Sampai masuk kedalam kamar yang di huni oleh wanita. Aku seperti bukan diriku saja.' Pikir Osborn. "Kita akan menunggumu." Kata terakhir Osborn.
Namun, belum juga keluar dari area kamar itu, Alinda sudah lebih dulu keluar dengan penampilan, masih menggunakan handuk kimono.
Dan Osborn langsung mematung, memandang penampilan Alinda dengan wajah suramnya, sebab dia baru menyadari ada yang salah di sini, dan Osborn tidak bisa mengatakan itu kepadanya.
'Kenapa dia melihatku seperti itu?' Alinda perlahan jadi mundur, dan merasakan ada aura gelap yang keluar dari tubuh Osborn ini.
Menyadari kalau Alinda perlahan menjauh, Osborn langsung berbalik dan keluar dari kamar tanpa sepatah kata pun.
KLEK...
__ADS_1
'Apa, aku melakukan sesuatu yang salah?' Akan tetapi, Alinda yang tidak merasa melakukan kesalahan, langsung berjalan membuntuti Osborn yang sudah lebih dulu keluar dari kamar.