
"Khek...khek...khek...Alinda, lakukanlah dengan Farrel. Jadilah pemimpin kami semua." suara tanpa tubuh itu terus bersuara, menyerukan keinginannya kepada Alinda juga di tunjukkan untuk Farrel sendiri.
"Tidak! Aku tidak akan pernah mau! Kalian masuk ke neraka saja sana! Jangan bawa-bawa aku!" Pekik Alinda saking emosinya, kenapa bisa berada di tempat entah berantah.
"Farrel, dia tidak mau, jadi tugasmu harus membuat dia mau." Suara itu memerintah Farrel untuk melakukan sesuatu kepada Alinda?!
'Sebenarnya melakukan apa?! Aku harus pergi dari sini!' Alinda yang hendak pergi dari atas tempat tidur itu, salah satu kakinya pun langsung di tarik dengan kasar, sampai Alinda langsung jatuh tengkurap, dan setelah itu tubuhnya jadi kembali terseret masuk kedalam area Farrel. "Akhh! Farrel! Kau sedang di hasut! Sadarlah Farrel!" Teriak Alinda, ketika ia melihat kilatan mata kuning emas yang terlihat mengkilat itu.
Tapi, Farrel sama sekali tidak mendengarkan, dan yang ada, tiba-tiba saja Farrel hanya tersenyum bangga.
Apa yang di banggakannya?
Itulah yang di tanya-tanyakan di dalam pikirkan dangkalnya Alinda.
"Farrel kami, semangat, gempur terus."
"Woi! Kalian sebenarnya apa sih!" Jerit Alinda. Dia sedang mencoba menendang-nendang Farrel, tapi justru kakinya malah di tangkap. "Kalian akan masuk ke neraka loh!"
"Khahaah, neraka? Bahkan ketika kami tidak bisa mati dengan tenang? Asal bisa membuat kalian berdua menjadi bagian dari kami, dan pemimpin kami, kami tidak mempermasalahkannya." jawab suara ini, entah pemiliknya siapa, Alinda yang hanya mendengarnya sedang berekspresi tercengang.
'Kenapa juga aku harus ikut di ajak dalam maksiat arwah gentayangan seperti kalian?' Kutuk Alinda dari dalam hati. Dia sama sekali tidak ingin mendapatkan momen semengerikan ini.
__ADS_1
Tapi, sekarang? Dia bahkan sudah kembali dimasukkan kedalam jurang kematian seperti ini.
Alinda pun jadi berpikir kalau ini memang bagian dari dalam alur game yang tidak ada di cerita game aslinya.
Kisah yang berubah, setelah Alinda masuk kedalam dunia yang asing ini.
SRAKK....
Tiba-tiba saja rok yang Alinda kenakan, mulai di tarik oleh Farrel.
Alinda hanya memandanginya, terlihat di mata serta wajahnya itu seperti menyiratkan orang yang sedang kelaparan.
'Kalau Osborn lah boleh, tapi dia ini, baru juga kenal, kenapa aku sudah di perlakukan seperti ini?' Pikir Alinda.
'Aku harus menuntut ke Evan, karena dia anak buahnya Evan. Tapi jika mau seperti itu, aku kan seharusnya pergi dari tempat entah berantah ini.' Imbuhnya lagi.
"Farrel, buat Alinda mengeluarkan suara indah."
'Brengs*ek, memangnya aku ini seorang penyanyi?!' pekik Alinda dalam hatinya. Dia sudah mulai mengutuk bahwa makhluk-makhluk yang menjebaknya ini, akan binasa.
Walaupun Alinda tidak begitu yakin dengan doanya, tapi yang namanya doa ya tetap kalimat berharga yang bisa di kabulkan oleh tuhan.
__ADS_1
"Tentu saja, suara paling indah dan mempesona. Dan rasa dingin ini pun, aku pikir sebentar lagi akan jadi panas." Ucap Farrel, merangkak lebih jauh lagi dan berhenti ketika sudah ada di atas tubuh Alinda persis.
"Farrel, aku rasa kau harus jadi pria impoten!" Ronta Alinda, dia pun memukul dada bidang Farrel.
Tidak seperti sebelum ini, Farrel memakai setelah jas yang biasa, kini di punya penampilan yang cukup berbeda, sampai Alinda tahu kalau pakaian yang sudah berubah dan melekat di tubuh Farrel ini bukanlah pakaian aslinya.
"Huh, memangnya kau bisa melakukannya dengan menggunakan cara apa?" Tanya Farrel dengan senyuman yang cukup meremehkan. "Kalau menggunakan cara ini, bukannya impoten, tapi langsung di membuatmu disemen." Ejek Farrel sambil mengusap pangkal paha Alinda.
Alinda yang merasa sensitif itu, wajahnya seketika tersipu merah.
Padahal pria ini sampai beberapa waktu lalu bersikap baik layaknya malaikat, tapi rupanya itu adalah topeng yang menutupi wajah iblisnya.
Betapa memalukannya sekarang ini?
Padahal niatnya hanya ingin bisa hidup di sisi para cogan nya, menjadi seorang benalu untuk mereka. Tapi bagaimana dengan sekarang?
"Ukh..!" Alinda melenguh tidak jelas, tangannya hendak menepis tangan kanan Farrel yang berulah, tapi sebagai akibatnya, kedua tangannya Alinda jadi langsung di cengkram di atas kepalanya.
"Jangan bergerak, santai dan nikmati. Kau pasti akan ketagihan, Alinda." Ucap suara dari pemilik orang mati?
Tapi memang itulah, banyak suara berbisik dan dipenuhi dengan suara tawa yang cukup mengganggu.
__ADS_1
"Nggak akan, aku lebih pilih Osbon, Evan atau Charlie ketimbang Farrel ini." Ucap Alinda dengan tegas, membuat Farrel semakin marah dengan pernyataan Alinda yang tetap tidak ingin menaruh hati Farrel kedalam hatinya Alinda.
"Kalau begitu, rasakan ini." Ancam Farrel, tangan kanannya yang bebas itu pun menarik kaos besar itu ke atas, dan seketika jeritan milik Alinda langsung terdengar ke segala penjuru.