
BYUURR….
Kolam renang dengan air berwarna biru jernih menjadi tampilan utama dari rumah mewah kelas atas milik seseorang yang kini pemiliknya sendiri sedang berolahraga renang.
Sebagai olahraga renang yang jarang ia lakukan, karena lebih dominan ke aktivitas berat seperti melakukan sit up, push up, pull up, sampai melakukan squat jump, ataupun olahraga luar ruangan seperti latihan tembak, terjun payung, ataupun jogging dan yang lainnya, maka pria ini pun berenang dengan secara bolak balik dari ujung kolam ke ujung kolam yang lainnya.
“Phuahh…hah…hah…” Pria berambut hitam ini pun langsung keluar dari kolam renang dan berjalan menuju kursi untuk duduk dan mengambil air minum.
DRRTT…DRRTT….
“Arslsei?” Gumam pria ini, tidak lain adalah Osborn. Osborn pun mengangkat teleponnya dan langsung mendengarkan.
-”Osborn, akan ada anomali tidak jauh dari tempatmu berada.”-
__ADS_1
Salah satu alis Osborn pun terangkat. “Anomali?”
-”Seperti Alinda waktu itu. Tapi kali ini reaksinya lumayan besar, dan letaknya tidak jauh dari tempatmu. Tangkap sebelum Evan tahu tentang ini.”- Setelah berkata seperti itu, Arsiel langsung menutup teleponnya, dan membiarkan Osborn yang baru istirahat dari kegiatannya itu, berpikir.
“Alinda. Kenapa tiba-tiba saja dia menyebut nama itu?” Gumam Osborn. Semenjak menghilangnya Alinda dari kehidupan mereka, mereka bertiga pun hidup seperti sedia kala, dengan urusan pekerjaan mereka masing-masing tentunya.
Walaupun tidak sesempurna di saat mereka hidup sebelum kedatangannya Alinda, tapi mereka setidaknya saat ini sudah hidup rukun?
Bukan rukun, tapi seolah sedang memilih untuk gencatan senjata. Maka dari itu, semenjak saat itu tidak ada satu hubungan pun diantara mereka lagi, sebab kehidupan mereka masing-masing jauh lebih berarti ketimbang harus saling menyalahkan sesuatu yang sudah tidak ada di dunia ini lagi.
‘Tapi memangnya anomali itu ada di sekitar sini?’ Osborn masih bermain handphone dan satu tangannya yang lain, kembali meletakkan mulut botolnya ke bibirnya dan kemudian dia pun kembali minum minuman isotonik miliknya.
Hingga tidak berapa lama kemudian, di saat fokus-fokusnya ke handphone miliknya, tiba-tiba saja atap kaca yang ada di atas kolam renang, langsung pecah.
__ADS_1
BYUUURRR….
Dan satu deburan ombak yang cukup besar langsung membuat air kolam itu keluar dari area kolam dan mengguyur tubuh Osborn.
Betapa basah kuyupnya Osborn, padahal sudah sempat menyeka tubuh separuh telanjang itu dengan handuk, dan sekarang mau tidak mau tubuhnya jadi kembali basah, ditambah dengan handphone nya yang sama-sama tersiram air.
‘Sialan, untung saja handphone ku ini tahan air.’ Benak hati Osborn, harus bersabar sendiri menghadapi masalah yang baru saja menimpanya, sebab selain air yang baru saja mengguyur tubuhnya, atap yang terbuat dari kaca pun harus diganti, gara-gara rusak parah.
‘Tapi apa itu anomalinya? Kenapa harus membuat rumahku yang nyaman ini jadi berantakan seperti ini?’ Berkerut-kerut dahi Osborn, karena sekarang atap rumahnya yang begitu bersih, rapi, dan digunakan untuk menutup seluruh area kolam, sudah sepenuhnya berlubang, dan menampakkan sinar matahari yang begitu menyengat.
Bluppup…blupup…blupup…
Gelembung-gelembung udara tiba-tiba keluar dari air kolam renang. Osborn yang tidak tahu siapa yang baru saja masuk kedalam kolam berharga miliknya, terpaksa mencebur lagi.
__ADS_1
BYURR….