Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
37 : Tangisan kebahagiaan


__ADS_3

Dalam suasana aneh yang di buat oleh dua orang bukan pasangan, membuat Alinda merasa kalau ini juga jadi sebuah keberuntungan yang luar biasa.


Sebab, ada yang mau memberikan perhatian kepadanya, dan orang itu adalah pria tampan yang ia idam-idamkan dari pertama kali ia melihatnya di gambar yang Alinda temukan pula.


'Sebenarnya aku ini mau nangis atau mau ngumpet takut ketahuan?' batin Alinda, begitu dia mulai merasakan nyaman karena pijatan dari Osborn yang begitu profesional. 'Padahal aku pikir, tangannya itu lebih suka digunakan dengan sesuatu yang tidak bermoral. Tapi kelihatannya hanya aku saja yang berburuk sangka saja, karena aku melihatnya berdasarkan tampangnya saja.' Imbuhnya.


Bagaimana bisa seorang pria bisa membuat pijatan yang begitu membuat tubuh Alinda berasa nyaman.


"T-tunggu? Kenapa jadi kepala?" Alinda bertanya dengan sipu malu yang bahkan tidak bisa Alinda buang secara gampang, karena semua sentuhan dari pria ini cukuplah menggoda.


Hingga Alina merasa kalau sekarang dirinya sedang di layani oleh suaminya?


'Suami? Suami? Kalau saja memang begitu, aku akan memakan dia sampai habis.' Rasa gugupnya jadi berubah dengan rasa senang di sertai dengan cekikikan.


"Kepalamu bukannya masih sakit?"


Walaupun jawabannya begitu singkat dan terkesan dingin, tapi tetap saja tersirat rasa bahwa pria ini memang benar-benar memperhatikannya.


Sungguh sangat perhatian, bahkan tanpa di tanya atau di beritahu, Osborn seolah sudah tahu permasalahan yang di hadapi oleh Alinda sendiri.


'Osborn, dia pria yang sempurna. Apa aku buat dunai harem ya?' Satu pikiran itu pun terlintas, karena selain Osborn, dirinya juga menyukai pria lain, yaitu Charlie dan Evan, tentunya.


Tapi, setidaknya nikmati dulu apa yang sedang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


'Tapi, suami. Betapa menyenangkannya bisa punya suami seperti dia. Apalagi, dia punya gen yang bagus. Akhh! Tidak! Aku benar-benar tidak bisa berhenti berpikir hal yang semesum ini! Ah, bagaimana ini? Bagaimana kalau aku ketahuan!' Pekik Alinda di dalam pikiran dan hatinya yang paling dalam, sehingga yang bisa mendengar suaranya pun hanya dirinya seorang saja.


Tapi, kira-kira bagaimana dengan Osborn?


Alinda yang cukup penasaran dengan wajah Osborn lagi, menoleh ke belakang.


BLUSSH....


"Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Pertanyaan itu sontak saja membuat Alinda jadi semakin malu.


Rona pipinya jadi semakin menjadi-jadi, sampai mulutnya tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang ingin ia sampaikan kepada pria tampan ini.


Pria yang sedang memijat bagian pinggul milik Alinda.


Sampai, mata yang terlihat terus menatap ke arah pinggang dan pinggul milik Alinda yang berusaha sedang Osborn pijat, tiba-tiba menjeling tajam ke arah Alinda.


"...!" Alinda sontak langsung terkesiap dengan sorotan mata paling menakjubkan itu. 'Aku ingin nangis, nangis....huwaa!'


"...?!" Osborn yang tidak paham dengan apa yang terjadi kepada Alinda sampai tiba-tiba saja menangis seperti itu, langsung mengentikan pijatannya dan menatap khawatir ke arahnya. "Kenapa kau menangis? Apa sesakit itu?"


Alinda hanya menggelengkan kepalanya, tapi tetap saja air matanya yang tidak bisa ia bendung sebagai bentu kebahagiaannya, terus saja mengalir keluar.


'Semoga saja ini bukan mimpi, bukan mimpi! Aku ingin dia jadi suamiku saja!' Alinda memejamkan matanya, berdoa dalam hati agar pria di depannya bisa menjadi miliknya sepenuhnya, karena Alinda merupakan si jones paling ngenes.

__ADS_1


Walaupun hanya khayalan serta harapan yang bisa ia katakan sebagai doa saja, ia sungguh bisa merasa senang.


Yah, senang sampai ia tidak bisa mengutarakan kebahagiaannya itu dengan senyuman, melainkan tangisan yang tidak bisa Alinda hentikan.


Tidak bisa, ya..


"Hiks....huwaa....kenapa? Kenapa aku jadi seperti ini?" Ucap Alinda dalam tangisannya itu. Dia sangat tergila-gila dengan karakter dua dimensi yang tidak bisa di ajak bicara, atau apapun selain di tatap.


Tapi apa yang sedang di hadapinya saat ini?


Osborn, sosok yang biasanya hanya bisa Alinda lihat dalam sebuah gambar, saat ini malah ada di depan matanya dengan ekspresi wajah khawatir, bagaimana ada keajaiban seperti itu?


'Apakah Tuan ingin mengujiku dengan membuatku bertemu dengannya? Hatiku- benar-benar sudah berhasil di rebut, bahkan tanpa dia menyatakan cinta kepadaku saja, aku sudah terjerumus dalam cinta karena pesonanya. Huwaa! Aku benar-benar lemah dengan wajah tampan!' Tangisannya pun semakin menjadi-jadi, sampai Alinda sendiri sidah tidak ingat bahwa pinggulnya tadi masih sakit.


"Osborn, apa yang terjadi kepadanya? Kau sudah apakan Alinda?" Layaknya seorang tersangka yang harus di interogasi, Osborn pun jadi mendapatkan pertanyaan dari Arsiel.


"Aku sendiri juga tidak tahu, apa mungkin-" Kerutan di dahi Osborn dan Arsiel menjadi tanda pencerahan yang tiba-tiba saja terlintas di dalam kepala mereka berdua.


"Dia jadi seperti dulu lagi. Dia menangisimu. Kau kan menyentuh tubuhnya seperti itu dengan alasan memijat, benar tidak dengan tebakanku?" Bisik Arsiel kepada Osborn.


Seketika, Osborn pun menghela nafas. Osborn awalnya berpikir kalau sakit di bagian pinggulnya sangat sakit sampai tidak tahan, tapi ternyata ada kemungkinan seperti itu, kalau Alinda sekarang lagi-lagi mengagumi karena tiba-tiba dekat dengannya, dan menyentuh tubuhnya dengan cara pijatan seperti tadi?


"Alinda." Panggil Osborn dengan lirih.

__ADS_1


"Huwaa..hiks...hiks..." Alinda pun terus menangis dalam kebahagiannya sendiri.


__ADS_2