Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
96 : Mulai lagi


__ADS_3

ZRASHHH......


ZRASHH.......


Suara dari aris shower yang sedang mengguyur tubuh atletis milik Farrel membuat kepala Farrel menengadah ke atas untuk menerjang air tersebut dengan wajahnya sendiri.


"Barusan aku sebenarnya sudah melakukan apa?" Gumam Farrel, dia pun merasa ada beberapa ingatan yang terdistorsi. "Rasanya seperti ada yang menghilang, tapi apa?" Gumamnya lagi.


"Sepertinya kau baru saja bersenang-senang." Dan suara yang cukup familiar itu menyeruak masuk kedalam apartment miliknya. Suara itu miliknya Evan. "Apa kau sudah puas dengan pekerjaanmu yang baru, mengincar Alinda juga selain kami bertiga?" tanya Evan.


Farrel hanya membiarkan saja Evan mengoceh, dia tidak akan mendengarkannya.


"Kelihatannya kau harus aku urus dulu agar rencanaku tidak hancur gara-gara hal tidak terduga ini." Senyum Evan. Sebenarnya dia saat ini sedang duduk di kursi makan. Sambil sedikit menunduk ke bawah, dia juga sedang membuat sebuah senyuman simpul yang cukup mematikan, jika Alinda ada di sana.


Dan kata mengurus yang keluar dari mulutnya Evan, sontak membuat Farrel akhirnya terdiam dan menoleh ke arah samping kiri, dimana di luar kamar mandi itu ada sosok Evan yang terlihat sudah menunggu sesuatu darinya.


"Hei, kenapa diam? Apa kau akhirnya tidak tahu harus bagaimana, karena aku ada di sini?" Tanya Evan.

__ADS_1


Evan yang tadinya ada di dapur, langsung berdiri dan menghampiri pintu kamar mandi tersebut, sampai akhirnya Evan yang penasaran karena tidak ada respon sama sekali selian air shower yang terus saja di nyalakan, langsung membuka pintu tersebut, dan hasilnya, tidak ada seorang pun yang ada di dalam kamar mandi.


"Dia kabur." ucap Evan.


_______________


Dan Charlie yang tadinya ada di kamarnya untuk berpakaian, karena dia merasakan adanya tanda bahaya yang akan terjadi kepada Alinda, dia cepat-cepat berpakaian, dan akhirnya pergi dari sana dengan kecepatan di luar akal manusia, sebab dia mengandalkan kedua sayapnya yang berharga itu.


Tapi, begitu Charlie sampai, Charlie justru mendapati dia tidak bisa masuk kedalam rumah nya Osborn, dan hanya melihat sosok Alinda yang sedang terbaring cantik di atas kursi santai.


Di sebabkan di dalam rumah tersebut ada sesuatu yang datang dan tengah menunggu Alinda, Charlie akhirnya terbang ke atas dan menerjang atap kaca itu dengan puluhan bulu yang langsung di tembak dan di lepaskan ke arah kaca tersebut.


Begitu sudah menancap, kaca-kaca tersebut sontak tiba-tiba saja langsung meleleh dan Charlie akhirnya bisa masuk kedalam dengan mudah.


WUSH....


Karena sayapnya terlalu besar jika tidak di hilangkan, dia pun segera menghilangkannya begitu sudah mendarat di lantai.

__ADS_1


"Alinda! Dengar aku! Hati-hati di dalam rumah ini, aku merasakan adanya kekuatan asing yang seperti waktu itu~" Ucap Charlie dengan lantang.


___________


Sedangkan Alinda yang sudah masuk kedalam rumah lebih dahulu.


"Kenapa Charlie ada dimana-mana sih? Apa yang dia lakukan terakhir kali di dalam rumahnya itu, benar-benar membuatku frustasi, dan dia malah datang kesini." Ucap Alinda sambil menggrutu sendiri, sebab ada orang yang tidak ingin dia lihat itu. "Pasti dia itu hanya bermain-main saja denganku. Dia memang bukan manusia, walaupun baik, sayangnya dia punya sisi yang tidak aku sukai.


Tidak buruk sih, tapi bagaimana dia terus saja menggodaku dengan wajah tampannya? Itu kan sama sekali tidak adil." Gerutu Alinda.


Dia yang merasa gerah, dan ingin mendinginkan kepalanya yang rasanya sudah mau pecah gara-gara banyak pikiran yang melayang di dalam kepalanya, langsung menanggalkan pakaiannya di dalam kamar mandi.


Tapi begitu dia baru saja membuka keran shower, tiba-tiba saja ada orang di belakangnya yang langsung memeluk tubuh bagian belakangnya.


GREP....


'Apa? Siapa?' Begitu Alinda menoleh ke belakang, wajah Alinda seketika jadi pucat pasi melihat sosok yang tidak ingin dia temui itu justru kini sudah ada di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2