
‘Kenapa dia bicara seperti itu? Apa dia sedang bercanda?’ Pikir Osborn.
‘Tapi-tapi- …, kenapa tubuhku terasa ringan bebas seperti tidak ada yang menggantung ya?’ Baru juga berpikir demikian, Alinda baru ingat, sesaat dirinya tadi menundukkan kepalanya ke bawah, ia sempat melihat kalau dirinya kehilangan handuk.
Senyuman cerah tadi, perlahan pudar dan digantikan dengan senyuman tawar yang akhirnya menghilang, karena merasa tatapan mata tajam milik Osborn, begitu intens, menatap ke arahnya.
Bukan ke wajahnya (mungkin), tapi ke tempat lain.
“Apa kau melihatnya?” Tanya Alinda dengan berat hati. Matanya terus menatap mata hijau zamrud milik Osborn yang begitu jernih, meskipun kesan dari tatapan mata itu cukup tajam.
Dan Osborn yang tidak mampu mengalihkan pandangannya dari wajah Alinda yang terlihat bingung dan perlahan mulai panik sendiri, akhirnya angkat bicara : “Aku melihatnya, cukup jelas.”
BLUSHH….
Dalam sepersekian detik itu juga, wajah Alinda pun langsung merah padam. Betapa memalukannya ketika dirinya saat ini benar-benar merasakan sentuhan yang cukup jelas, apalagi di dadanya.
“.........” Seperti mau menangis, Alinda pun langsung mendorong kuat tubuh Osborn dan berteriak. “Kyaaa…., kenapa melihatku dengan tatapan seperti itu!”
BYURR….
Dorongan yang begitu keras dan bertenaga itu, tentu saja membuat bukannya tubuh Osborn yang terdorong ke belakang, justru sebaliknya, Alinda lah yang kena efek dari perbuatannya itu, sehingga Alinda pun terjatuh kembali ke belakang dan kembali tercebur kedalam kolam.
“Akhh…! Blupup…Blupup..” Alinda begitu kesusahan untuk bernafas, karena dia tidak bisa berenang dengan baik di kolam yang dalam itu.
Dan hal tersebut membuat Osborn harus bekerja dua kali, sebab ia harus kembali menyelamatkan Alinda yang mau tenggelam lagi.
‘Dia merepotkan seperti biasanya.’ Pikir Osborn, sangat terganggu, tapi meskipun begitu Osborn tanpa sungkan jadi kembali berenang untuk menarik kembali Alinda ke permukaan.
BYURR….
__ADS_1
Dalam kurun waktu kurang dari satu menit saja, Osborn pun berhasil membuat Alinda ia bawa ke tepi kolam, dan betapa naas nya Alinda, karena penampilannya yang tidak karuan.
“Hahh..hh..hah….” Alinda tetap berada di posisi untuk terus berjongkok, agar tubuhnya berada di dalam air, dan hanya menyisakan kepalanya saja. ‘Ini memalukan, kenapa dia begitu tenang, saat aku telanjang seperti ini! Aku sangat malu, malu! Ahh! Aku benar-benar sudah tidak punya wajah lagi!’ Racau Alinda, dia terus menyilankan kedua tangannya di depan dada, untuk menutupi tubuh bagian depannya itu.
Sedangakn Osborn, dia pergi naik ke atas dan mengambil jubah mandi yang masih kering untuk Alinda.
“Ini.” Tawar Osborn, menyodorkan handuk kimono berwarha hitam untuk Alinda.
Alinda pun hanya diam sambil meratapi nasibnya itu, sehingga di dalam lamunannya tersebut, Alinda tidak mendengar ucapannya Osborn.
“Apa kau tidak mau pakai handuk ini?” Osborn dengan sengaja memancing Alinda dengan mengusik atas kepalanya dengan ujung handuk, sehingga tanpa di sentuh secara langsung, Alinda berhasil menarik semua kesadarannya kembali ke dalam tubuh.
“Mau.” Dengan posisi memunggungi Osborn, Alinda berdiri dan menarik handuk itu dari tangannya, dan memakainya. ‘Suaranya, kenaap bisa seseksi itu? Ya ampun, tapi suaranya kenapa bisa sama persis dengan apa yang aku lihat di dalam video ya?’
Ingin kembali melihat wajah tampan Osborn, Alinda pun hanya bisa diam dengan sipu di wajahnya itu.
“Bagaimana keadaanmy?”
‘Ha? Kenapa dia pakai bertanya segala sih? Suaranya juga, sungguh eksotis. Jika dia jadi penyiar Radio dan mengisikan suara dari drama, pasti bagus. Ahh! Apa sih yang aku pikirkan ini?’ Karena pikiran tidak bergunanya itu, Alinda pun menggelengkan kepalanya dengan cepat. ‘Tapi-tapi dia itu melihat tubuhku! Betapa memalukannya aku hari ini! Dilihat oleh seoran pria yang baru aku temui!’
Pikirannya lagi-lagi jadi kembali kacau balau, rasa pusing yang semakin terasa, dan pandangan yang seolah terus berputar. Efek dari perpindahan tempat yang terjadi kepadanya pun datang juga kepadanya.
‘Aku ingin mengatakan kalau aku baik-baik saja, tapi mau bicara saja rasanya malas.’ Pikirnya, dan Alinda pun memtusukan untuk berjalan mundur, mencoba untuk memberi sebuah jarak dengan Osborn agar tidak bertatap muka secara langsung, karena jika tidak seperti itu, jelas apa yang akan terjadi kepadanya, yaitu adalah tergoda dengan wajah tampan nya itu.
Tapi, Osborn yang sama sekali bingung dengan apa yang di lakukan oleh Alinda, hanya diam di tempat saja, sehingga yang Alinda pikir kalau Osborn akan sedikit menyingkir, justru nyatanya tidak sama sekali, karena Osborn tetap berdiri di tempatnya, sehingga Alinda pun langsung menabrak tubuh atletis millik Osborn.
BRUKK…
“Kelihatannya kamu tidak baik-baik saja.” Gumam Osborn, menatap puncak kepala Alinda.
__ADS_1
“A-aku baik ba-” Padahal belum juga selesai bicara, tapi putaran di pandangan miliknya, terasa jadi semakin cepat.
Sehingg langkah kaki Alinda pun terhenti karena sedikit terpelest dan Osborn langsung menahan tubuh Alinda dengan memberikan bantuan di bagian di kedua ketiaknya.
“M-maaf, pandanganku, rasanya berputar.” Ucap Alinda, ekspresi wajahnya saat ini pun tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, karena bercampur aduk antara panik, malu, serta takut.
Osborn yang hanya terdiam dengan tingkah aneh yang di berpihatkan oleh Ainda kepadanya, membuat Osborn langsung mempergunakan kedua tangannya itu untuk menggendong tubuh Alinda ala bridal stayle.
“Ahh…, kenapa menggendongku?” Terkejut Alinda.
“Kau mau jalan kaki sendiri sampai terseok-seok?” Balas Osborn detik iu juga.
Alinda yang merasa baru pertama kali di gendong layaknya Tuan putri itu, segera menundukkan kepalanya, agar dia tidak lagi-lagi melihat wajah beracun milik Osborn.
“Apa ada sesuatu diwajahku yang membuatmu tidak nyaman?”
“Kau- hanya terlalu tampan.” jawab Alinda singkat. ‘Sampai aku pikir dia memang bukan Osborn palsu.’
Mendengar pujian yang keluar dari mulut nya Alinda, Osborn langsung tersenyum, bangga diri dengan wajahnya yang begitu mampu melemahkan iman dari wanita ini.
SPLASHH….
Setelah berhasil keluar dari kolam, Osborn meletakkan tubuh Alinda di atas kursi santai, dan dirinya pun kemudian duduk di kursi yang satunya lagi, dan menatap kembali Alinda yang akhirnya ada di tangannya lagi, dan paling anehnya, di mata Osborn, Alinda saat ini terlihat cukup lucu sekaligus menakjubkan, karena bisa melihat wajah dengan sipu malu dan rambut hitam panjang yang basah itu.
“Jangan terus menatapku.” Tolak Alinda, memegang kedua sisi dari handuk kimono itu agar tidak membuat dadanya terlihat lagi oleh pria mesum yang ada di depannya itu.
“Memangnya kenapa? Kan kau sendiri ada di depanku.”
‘Berarti aku cuma harus membelakangimu,’ Detik hati Alinda, dan benar saja Alinda pun pindah posisi dengan dengan memunggungi Osborn.
__ADS_1