
Dengan wajah yang sudah memerah, Alinda menatap wajah tampan Charlie yang sedang tersenyum itu.
Namun, bukan senyuman lembut ataupun senyuman konyol yang biasanya di perlihatkan oleh Charlie ini. Melainkan senyuman miring yang langsung membuat siapapun segera merasakan adanya ancaman.
"Mau apa? Apa kau tahu, seberapa lama aku kehilanganmu setelah kau pergi menghilang meninggalkanku begitu saja?"
"M-memangnya, aku benar-benar pernah datang ke dunia ini" Tanya Alinda saat itu juga. Ia tidak mau takut dan melakukan pembicaraan penuh dengan basa-basi.
"Hahah, apa kau sungguh tidak mengingatnya sama sekali?" Tanya Charlie dengan salah satu alis terangkat dan senyuman dengan tatapan jenaka benar-benar tertuju pada Alinda sebagai buah pertanyaannya itu sendiri.
Alinda yang terlena dengan wajah tampan dengan berbagai ekspresi wajah yang di perlihatkan oleh Charlie ini kepadanya, membuat Alinda benar-benar tidak bisa berpaling dari wajah itu dan segera menjawab pertanyaannya. "Ya, aku memang tidak ingat sama sekali, karena aku memang datang dan berpindah ke dunia ini setelah aku menerima telepon dari seseorang yang bahkan tidak aku kenal."
__ADS_1
"Jadi, ingatanmu ini terdistorsi juga ya?" Tiba-tiba raut wajah Charlie nampak sedih sambil mengangkat tangan besar namun memiliki jari-jemari yang lentik itu untuk menepis helaian rambut milik Alinda yang sempat menutupi matanya.
'Terdistorsi? Maksudnya aku melupakan apa yang seharusnya aku ingat. Tapi karena aku melakukan perpindahan tempat seperti teleportasi, membuat ingatanku tentang dunia ini sebelumnya menghilang. Tapi- kenapa Charlie ini begitu terobsesi denganku?' Pikir Alinda, dia melirik ke arah tangan Charlie yang begitu selesai menepis helaian rambutnya, tangan itu pun mengusap wajahnya.
Rona pipi Alinda pun seketika langsung merona dengan rangsangan dari Charlie yang begitu menggoda itu.
"Charlie, tapi kenapa? Memangnya apa yang sudah aku lakukan kepadamu? Kenapa- kau .." Alinda sedikit berat untuk melanjutkan ucapannya sendiri.
Walaupun Alinda kehilangan ingatan, meskipun awalnya cara bicara Alinda terkesan malu-malu, tapi jika sudah bicara sedikit lebih banyak dengannya, Alinda pun akhirnya mampu bicara dengan sedikit percaya diri.
Kebiasaan yang tidak bisa atau terus melekat dalam diri Alinda.
__ADS_1
Setidaknya ada satu itu yang masih berada pada dalam diri Alinda sendiri.
"Ya, itu.., aku tidak tahu kenapa kau menyukai wanita sepertiku yang bahkan tidka menarik, ataupun cantik seperti Angie itu." Ucap Alinda. Dia yang kehilangan ingatan, tidak tahu apa-apa lagi kenapa atau alasan bagaimana pria seperti mereka bertiga dan termasuk salah satunya adalah Charlie bisa-bisanya menyukainya, hanya bisa bertanya demikian pada Charlie.
"Apa isi pikiran dari wanita yang merasa dirinya jelek itu selalunya seperti ini?" Tanya balik Charlie dengan kepala sedikit miring ke samping kanan. "Tidak ada alasan bagi setiap pria harus menyukai lawan jenis yang cantik, ciri-cirinya hanya sepertimu saja, alasan aku menyukaimu itu karena aku memang tertarik pada wanita yang sikapnya aneh sepertimu, dan hanya kau saja yang memilikinya.
Mungkin kau tidak sadar akan sikapmu itu kadang mengundang perhatian, tapi memang seperti itulah, alasanku bisa tertarik denganmu karena salah satunya adalah selain menarik, kau justru berasal dari dunia lain."
Begitu Charlie menjelaskan, salah satu tangannya pun langsung meraih wajah Alinda dan tangan lainnya dia tekuk untuk menahan bertumpu menahan beban tubuhnya sendiri, sampailah, ketika wajah mereka berdua benar-benar cukup dekat, gara-gara Charlie terus mengikis jarak diantara mereka berdua, akhirnya Charlie langsung mendaratkan bibirnya di atas permukaan bibirnya Alinda.
Begitu Alinda yang tiba-tiba saja mendapatkan ciuman dari Charlie, Alinda langsung membelalakkan matanya dengan perlakuan Charlie terhadapnya.
__ADS_1
'C-charlie! Dia sudah merebut ciumanku lagi. Tapi- kenapa ini terasa lebih panas dari pada ciuman yang pernah aku alami?'