Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
80 : Pemberontakan yang sia-sia


__ADS_3

"Kau paham kan apa yang aku maksud?" Tatap Charlie untuk beberapa saat, sebelum Charlie memutuskan keinginannya sepenuhnya itu untuk menyentuh Alinda agar wanita yang ada di bawahnya itu menjadi milikinya seutuhnya.


"Tidak, aku tid-mph..!" kedua kakinya yang sudah terbuka lebar untuk Charlie itu, terus berusaha untuk menendang-nendang, sekalipun usahanya untuk lepas dari kungkungan pria ini sama sekali tidak berhasil.


'Sebenarnya dia makhluk apa? Kenapa ada makhluk bersayap seperti Charlie ini? Tapi dari pada itu, tunggu- aku benar-benar tidak mau, aku belum siap! Mau bagaimanapun aku masih tidak rela jika aku menjadi miliknya Charlie, walaupun aku mau. Tapi jika seperti aku tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi kedua pria yang aku sukai juga itu.


Ahh! Kenapa tiba-tiba saja hidupku jadi seperti ini? Langsung melakukan xxx, bukannya ini permainan gila selama aku hidup selama 23 tahun ini?' Tidak berdaya dalam tahanan dari tubuhnya Charlie, tepat ketika ujung tanduk miliknya Charlie seakan ingin mencuat bebas dari tempatnya sempat menyentuh pangkal pahanya, tubuh Alinda seketika jadi terasa langsung meleleh.

__ADS_1


Dan di samping itu semua, Charlie pun terus menautkan bibirnya ke bibirnya Alinda.


Sungguh, itu adalah pergulatan yang cukup panas setelah kejadian yang terakhir kali Charlie lakukan kepadanya beberapa hari yang lalu.


Padahal sampai sepuluh menit yang lalu, dirinya ada di tangannya Farrel, tapi begitu sudah di selamatkan oleh Charlie, karena ia ingin di selamatkan, yang ada, kini dirinya malah justru berada di bawah tubuhnya Charlie juga.


'Charlie, aku masih belum siap dengan ini. Aku mohon, lepaskan aku, lepaskan.' harap Alinda dalam benak hatinya, berdoa agar ia tidak di apa-apakan lebih dulu, karena bagaimanapun, prinsip pada diri Alinda sendiri, walaupun ia memang sangat menyukai mereka bertiga, tapi selagi dirinya memang belum memutuskan menikah, ia tidak akan pernah memberikan kesuciannya kepada salah satu dari mereka.

__ADS_1


Begitu memikirkan nasibnya lajangnya yang akan berakhir di sini, buliran air mata yang tidak mampu terbendung di pelupuk matanya, perlahan menitis membasahi sudut matanya dan akhirnya membasahi pelipisnya.


"Phuahh..hah..hah..., hentikan, aku tidak ingin disentuh olehmu." Pinta Alinda kepada Charlie saat setelah bibir mereka berdua akhirnya bisa lepas dari tautan yang membungkam segala suara yang ingin di keluarkan oleh Alinda.


"Sayang sekali, itu sudah bukan lagi keputusanmu." Jawab Charlie singkat, dan setelah itu, Charlie pun menaikkan ujung rok nya Alinda dan berakhir dengan mendarat ke atas pinggangnya Alinda.


"Kau sama saja dengan Farrel. Aku tidak mau."

__ADS_1


"Itu kan salahmu sendiri, meneriaki namaku ingin aku selamatkan dari genggaman nya Farrel, ya kan?"


Karena ia sudah tidak mampu untuk memberontak lagi setelah mulai kehabisan tenaga, selepas setengah hari ini dirinya menggunakan tenaganya untuk membersihkan rumahnya Osborn, menghadapi Farrel, dan sekarang ia juga harus menghadapi Charlie juga, secara tenaganya pun benar-benar terkuras habis, maka Alinda pun akhirnya memutuskan untuk diam, setelah semua ucapannya sama sekali tidak akan berarti untuk Charlie, sebab Charlie sendiri sudah benar-benar bulat akan membuat diri Alinda untuk menjadi miliknya Charlie.


__ADS_2