
"T-tuan? Anda datang kesini lagi?" Tanya pegawai dari sebuah toko yang menjual berbagai keperluan dari wanita, dan salah satunya adalah pakaian da lam.
"Memangnya salah jika aku datang kesini? Jika tidak ingin aku datang kesini, aku akan pergi ke toko yang lain. " Cetus Osborn, begitu tegas dalam menjawab pertanyaan dari pegawai tersebut .
"J-jangan. M-maafkan atas kelancangan kami Tuan." Perempuan ini pun menunduk meminta maaf sekaligus memohon agar Osborn tidak pergi dari sana.
Karena Osborn memang tidak berlama-lama di sana, dengan sekali lihat Osborn pun menyuruh para pegawai yang ada di sana untuk melayaninya terlebih dahulu.
"Jadi apa yang anda Tuan muda ingin beli?" Senyuman ramah kembali datang, dan menyambut sosok dari Osborn yang terus saja berwajah datar.
Osborn berjalan menghampiri deretan dari pakaian yang ingin ia beli dalam sekali tunjuk.
"Ukurannya pernah aku beritahu kepadamu, kau masih ingat kan?" Tanya Osborn, tidak ingin mengatakan ukuran tubuh Alinda lagi.
"Saya masih ingat, Tuan."
"Kalau begitu aku akan langsung cepat saja, aku pilih ini, ini dan ini. Lakukan pengukuran sesuai dengan ukuran yang pernah aku beritahu, lalu kirimkan ke gedung Starling atas nama Angie.
Dan seterusnya, sampai mereka merasa senang dengan kehadiran dari Osborn ini. Meskipun terlihat menyeramkan, karena terus memperlihatkan wajah yang begitu datar, serta bicara yang tidak terlalu panjang ataupun pendek, mereka pun tetap senang melayaninya, karena Osborn sudah jelas punya hati yang bertolak belakang dengan tampangnya itu.
______________
"Alinda, apa kau suka bermain catur?"
"Itu membosankan, bosan, aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan di malam-malam seperti ini." Alinda lagi-lagi bicara meracau tidak jelas, karena dia memang masih sulit untuk beradaptasi dengan tempat baru, apalagi tinggal di rumah asing dengan dua orang pria dan satu wanita.
__ADS_1
Ada kalanya, otaknya berpikir kalau dirinya bisa habis di makan oleh mereka berdua.
Tapi, Alinda berpikir hal itu tidak akan mungkin terjadi.
'Kira-kira bagaimana dengan nasib Ibu ku ya?' Pikir Alinda, dia sangat cemas, karena dirinya tiba-tiba menghilang dari rumah, maka ada kemungkinan terbesar kalau Ibu nya ada di rumah sendirian saja.
DRRT...
DRRT....
Arsiel tiba-tiba saja mendapatkan telepon dari seseorang. Maka dair itu Arsiel pun segera mengangkatnya dan setelah mendengar cerita singkat dari seseorang yang ada di ujung telpon, Arsiel pun langsung berekspresi wajah sedikit kecewa.
"Alinda, apa kau tidak masalah jika aku tinggalkan sendirian? Aku tiba-tiba mendapatkan pekerjaan darurat." Beritahu Arsiel terhadap Alinda.
Alinda yang sedang duduk sambil makan biskuit, hanya menganggkuk. "Tidak apa-apa." Jawaban singkat tapi padat, Arsiel pun terpaksa meninggalkannya di rumah sendirian.
Awalnya dia ingin mengatakan untuk mengizinkan Alinda untuk berkeliling rumah. Tapi karena Osborn adalah pemilik rumahnya, jadi Arsiel pun sama sekali tidak memiliki hak itu, takut salah.
"Iya, aku tidak akan pergi kemanapun. Hati-hati ya." Ucap Alinda dengan polosnya.
Arsiel pun jadi merasakan adanya seorang Istri yang perhatian memberikan salam pamit kepadanya.
Dan Arsiel pun pergi, tapi tidak seperti Osborn yang pergi dengan menggunakan motor, maka Arsiel pergi dengan menggunakan helikopter.
'Hebat ya? Aku, bisa-bisanya tinggal bersama dengan orang-orang hebat seperti mereka berdua.' Batin Alinda. Dia melihat banyak angin yang menerpa pepohonan, setelah itu helikopter itu pergi dari halaman depan rumah dan benar-benar meninggalkan Alinda sendirian di dalam rumah besar, dan terasa kosong itu. 'Kue ini enak. Lagi pula, aku boleh menghabiskannya, jadi aku akan memakan semuanya.'
__ADS_1
Dalam diam Alinda pun memakan kue buatan tangan dari Arsiel yang Arsiel simpan itu.
Hingga tidak lama kemudian tiba-tiba saja mati lampu.
"...?" Alinda celingukan, melihat sekarang dirinya ada di dalam kegelapan. 'Tiba-tiba? Mati lampu? Bagaimana bisa? Aku kira rumah ini tidak akan pernah mati lampu? Sebentar, aku jadi ing-' Setelah itu, Alinda tiba-tiba jadi terbatuk. "Uhuk...uhuk..uhuk..."
Alinda langsung kelabakan ingin minum.
Tapi karena rumahnya jadi gelap, Alinda kesulitan untuk mencari jalan menuju dapur.
"Akhh..kenapa harus batuk sekaran uhuk..uhukk..uhukk." Alinda jadi tidak bisa berhenti untuk batuk, karena tenggorokan nya sangat gatal.
BRRMM.....BRRMMM.....
'Osborn?' Alinda tiba-tiba jadi merasa senang saat mendengar suara motor sport milik Osborn akhirnya datang juga. Tapi masalahnya dirinya ingin minum, maka dari itu dirinya pun harus pergi kedapur dan mengambil air.
Dengan langkah pelan dan mencoba untuk terus berhati-hati agar tidak tersandung apapun, Alinda akhirnya bisa menemukan meja dapur yang terhubung langsung dengan adanya kompor yang ada di samping meja itu sendiri.
KLEK....
Alinda berhasil mendapatkan gagang dari pintu kulkas, setelah itu dia pun pergi meraba untuk mencari botol air.
Hanya saja, kedamaian yang Alinda miliki, begitulah singkat, sampai di detik setelah Alinda menutup pintu kulkas, sosok tinggi dengan aroma parfum dari merek
Annick Goutal Eau d'Hadrien, membuat Alinda merasakan adanya aroma lemon sisilia, anggur dan cemara, maka hal itu membuktikan kalau orang yang ada di depannya ini jelas bukan Osborn.
__ADS_1
Aroma yang cukup khas untuk seorang pria yang mempunyai penampilan tidak sebebas Osborn.
Kesan dari parfum itu sendiri cukuplah mewah, entahlah, Alinda memang cukup merasa kalau dirinya pernah merasakan aroma yang familiar, makannya dia pun yakin dengan pasti, bahwa orang yang ada di depannya ini bukanlah Osborn.