Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
94 : Permintaan


__ADS_3

Hari demi hari Alinda benar-benar menjalani harinya di rumahnya Osborn.


Di karenakan Osborn bekerja, dan Angie serta Sariel juga punya tugas yang harus mereka selesaikan, Alinda pun akhirnya terus saja sendirian di dalam rumah.


"Hahh..., kenapa hidupku terlalu nyaman ya? Biasanya, kalau tenang seperti ini, sebentar lagi akan ada sesuatu yang heboh." Gumam Alinda, dia melihat air kolam renang berwarna biru itu begitu tenang.


Begitu pula dengan pepohonan yang ada di samping rumah, karena ada pohon rindang, maka banyak cabang pohon yang menjalar sampai ke atap bangunan, sehingga hal itu pun memberikan kesan teduh.


'Sudah dpi perbaiki ya? Orang kaya memang bisa melakukan sesuka hatinya dengan uang mereka yang banyak.' Pikir Alinda. Saat kedatangannya Alinda ke dunia asing ini, dia berhasil merusak atap kaca tersebut sampai pecah semua. Tapi sekarang, atap itu sudah beres seperti sedia kala.


"Saat ini dia memang sedang berbaring santai di atas kursi santai. Menikmati kesejukan yang diberikan oleh alam kepadanya, membuat Alinda perlahan memejamkan matanya.


Niatnya memang sudah seperti itu. Tapi tidak lama setelah itu, saat Alinda membuka matanya kembali, dia justru menemukan seorang manusia bersayap hitam sedang ada di atap kaca tersebut. Dan orang itu sedang berlutut sambil memberikan sebuah kode kepada Alinda untuk membuka pintu untuknya.

__ADS_1


"Charlie? Kenapa dia malah ada di sana? Apakah dia masih saja tidak mengerti? Perlakuannya waktu itu sangat membuatku jadi tidak suka kepadanya." Gerutu Alinda.


Meskipun dia sedang menggerutu, Charlie yang ada di atas atap, tetap masih bisa mengerti apa yang di ucapkan oleh Alinda, sebab dia masih bisa mengerti gerak bibirnya Alinda itu.


TOK...TOK....TOK....


"Alinda! Buka!" Perintah Charlie kepada wanita yang kini sedang tiduran seksi di bawah sana, sebab rok pendek yang yang di kenakan nya itu membuat sepasang pahanya terlihat cukup jelas.


Tapi, Alinda justru menggelengkan kepalanya dan memilih untuk segera memunggungi Charlie.


Yah. Jika bukan karena Charlie yang memulai duluan ingin menidurinya, hubungan diantara mereka berdua tidak mungkin seperti itu.


"Alinda! Buka pintunya!" Pinta Charlie dengan sedikit berteriak.

__ADS_1


"Tidak mau." Alinda menolaknya dengan kalimat yang cukup tegas.


Alasan dari Charlie sama sekali tidak bisa masuk itu sebab di rumahnya Osborn di kunci semua, dan di tambah rumah tersebut sudah di lindungi dengan sebuah mantera khusus yang membuat Charlie tidak bisa masuk kedalam rumah, jika tidak di izinkan oleh pihak orang yang ada di dalam rumah.


"Alinda, dengarkan aku, kau harus keluar dari sana sekarang. Dan aku tidak bisa masuk untuk menolongmu jika kau bersikeras tidak mau membukakan pintu untukku." ucap Charlie.


Ucapannya Charlie pun masih bisa di dengar oleh Alinda.


"Aku tidak percaya, aku tidak akan percaya padamu lagi, karena kau selalu saja berbuat seenaknya!" Setelah selesai bicara, Alinda langsung pergi dari sana.


Charlie langsung melongo melihat Alinda benar-benar ngambek padanya.


'Mungkin aku sikapku harus aku ubah lebih dulu. Dia memang seharusnya aku dekati dengan pelan-pela, bukannya langsung tembak. Tapi jika dia sudah seperti ini, kelihatannya dia sudah tergoda dengan sikap Osborn yang terkesan dingin, tapi sebenarnya dia adalah domba berbulu serigala.' Pikir Charlie.

__ADS_1


Dan sekali lagi, dengan melihat sikap Alinda yang demikian, dia pun ikut merasakan perasaan yang sedang di rasakan oleh Alinda itu, kalau Alinda masih terbesit rasa takut, juga kecewa kepadanya. Tapi walaupun begitu, masih tersisa sedikit harapan kalau Charlie bisa punya sikap seperti lebih cool seperti imajinasinya itu.


__ADS_2