
Flashback On.
Di rumah sakit. Charlie, pria ini tengah tiduran di atas ranjang pasien yang memang ada di dalam kantornya juga.
Matanya terpejam, namun itu di lakukan karena lengan tangan kanannya di gunakan untuk menutup separuh wajahnya, sehingga lengannya pun menutupi sepasang matanya itu.
"Tuan? Kenapa anda malah berbaring? Persiapan untuk operasi di bangsal 5 sudah siap, tapi anda malah ada di sini." Tutur seorang dokter magang yang memang dipekerjakan oleh Charlie untuk mengisi kekosongan di ruang kerjanya itu.
"Aku lelah, kau pikir aku tidak butuh istirahat?"
"Lelah? Jangan-jangan-" Laki-laki ini langsung menutup mulutnya sendiri sebelum keblabasan.
"Jangan berpikir hal yang bukan-bukan, aku bahkan belum memiliki kepercayaan dari dia, jadi apa yang barusan ingin kau katakan itu salah besar." Ucap Charlie, menebak isi pikiran dari satu manusia yang sedang duduk di sofa itu, mengira kalau Charlie semalam baru saja bersenang-senang dengan seseorang.
Padahal bukan itu yang di maksud, karena yang sebenarnya membuat diri Charlie lelah adalah karena ia sedikit frustasi, sebab Alinda.
'Padahal jika itu dulu, dia termasuk wanita yang cukup polos, tapi apa sekarang? Malam itu bahkan dia berani menolakku?! Sebenarnya aku kurang apa? Aku tampan, kaya, punya tubuh atletis seperti yang dia harapkan juga, tapi bisa-bisanya dia menolakku.' Pikir Charlie, tidak bisa lepas dari pikiran soal apa yang ia lakukan dua hari yang lalu kepada Alinda.
"Ngomong-ngomong, berarti apakah maksud perkataan anda tadi, anda sudah punya wanita yang ingin anda persunting?"
"...?" Mendengar kalimat yang begitu anggun yaitu kalimat dipersunting, Charie akhirnya bangkit. Dia mengumbar senyuman tipisnya, senyuman yang mengisyaratkan kemenangan yang bisa ia raih jika dirinya mendapatkan dulu apa yang ia inginkan dari wanita yang sudah Charlie tentukan itu. "Tentu saja, kau pikir aku bicara tanpa persiapan dulu? Aku sudah menemukannya, bahkan aku pun sudah pernah membagi apa yang aku miliki kepadanya. Namun semua itu hanya tinggal menunggu waktu saja sampai dia mau menerimaku." Papar Charlie, berhasil menimbulkan kesalahpahaman kepada asistennya itu.
'Membagi? Kira-kira apa yang dimaksud dengan berbagi itu? Apakah berbagi kehangatan?' Dan otak dari laki-laki muda ini pun langsung mempunyai imajinasi yang cukup tinggi, bahwa Charlie memang berhasil membagi kehangatan di atas tempat tidur, dan si wanita itu sendiri masih tidak percaya dengan hal tersebut, sehingga wanita yang di maksud, yaitu Alinda sendiri, masih belum bisa membuka hatinya untuk Charlie itu sendiri karena masih syok?
__ADS_1
"Bocah, aku tahu apa yang sedang kau pikirkan itu." Ucap Charlie dengan senyuman mencibir.
"Heheh..." dan pria ini langsung tersenyum tawar, karena tatapan mata dan senyuman Charlie yang memang begitu memikat itu, benar-benar mencibir dirinya karena memikirkan hal yang bukan-bukan.
"Kalau kau mau, aku mungkin bisa mencarikan wanita yang cocok untukmu, kau tidak akan pernah menyesal jika bekerja di bawahku." Tawar Charlie kepada pemuda itu.
"T-tapi saya juga punya selera saya sendiri, tidak perlu merepotkan anda." Kata pemuda ini.
"Heheh...kau pikir aku ini siapa? Aku punya banyak kenalan wanita. Baik di seluruh rumah sakit ini, maupun yang ada di luar sana, kau hanya perlu tuliskan tipe idealmu padaku, dan satu minggu kemudian kau bisa mengajaknya pergi ke rumahmu." Jelas Charlie, mulai menghasut asisten kerjanya.
Dan seketika wajah dari pemuda ini langsung tersipu malu.
Apa sebegitu mudahnya, mendapatkan wanita untuknya?
'CHRALIE!'
Suara teriakan itu seketika membuat Charlie terdiam sejenak. 'Kenapa Alinda meneriaki namaku?' Benak hati Charlie, merasa ada sesuatu yang cukup janggal, bukan sekedar dari teriakannya Alinda yang ada terdengar di dalam kepalanya, Charlie pun sempat merasakan adanya sesuatu yang cukup menggelitik menyentuh bagian sensitifnya. 'Lagi-lagi, dia ada dalam bahaya.'
Karena Charlie tidak pernah ragu dengan instingnya, apalagi mengingat diantara mereka berdua memiliki ikatan dalam jiwa mereka berdua, Charlie pun sangat yakin, bahwa Alinda, wanita yang selama ini menguasai pikirannya tengah berada di dalam bahaya.
Bahaya apa?
Dia harus mencari tahunya saat ini juga.
__ADS_1
"Kau pergilah, gantikan aku melakukan operasinya." Perintah Charlie kepada anak magang itu.
"Apa? S-saya mana bisa melakukan operasi besar seperti itu!" Panik pemuda ini, karena memang belum sekalipun melakukan operasi besar seperti operasi dari korban kecelakaan.
"Kau bisa. Kalau kau tidak bisa, aku mana mungkin merekrutmu menjadi asistenku. Aku itu tidak pernah salah memilih, jadi jangan sia-siakan kepercayaanku kepadamu." Jawab Charlie, melepaskan jas dokternya, Charlie kemudian pergi dari kantornya.
"Lalu anda mau pergi kemana?" panik pemuda ini, tidak tahu harus apa, tapi jelas terlihat kalau Charlie memang sedang dalam kondisi terdesak.
"Aku harus menyelamatkan seseorang." Selepas mengatakan itu, Charlie langsung keluar dari kantornya.
BRAK....
Berhasil keluar dari kantor nya, dia pun berjalan dengan cepat menuju satu ruangan lama. Yaitu kantor lama miliknya yang letaknya di ujung lorong kedua di lantai tersebut.
Namun, selagi dia pergi menyusuri koridor rumah sakit, Charlie pun sempat menggunakan kemampuan nya untuk memanipulasi CCTV yang ada di sana, agar tidak ada satu pun yang melihatnya pergi kemana ataupun untuk apa.
'Bisa-bisanya aku merasakan sentuhan yang cukup intim. Wanita ini, memang cukup mengundang birahi banyak pria ya?' Gumam Charlie dalam hati.
Setelah berhasil menemukan kantor miliknya yang lama, Charlie pun membuka pintu yang di sandi dengan menggunakan sidik jarinya, dan nomor sandi juga.
Disana, dia langsung di perlihatkan sebuah meja yang sedikit besar dengan ukuran satu kali dua meter. Charlie pun langsung meletakkan telapak tangannya di meja tersebut, dan seketika ruangan yang awalnya gelap itu, langsung menyala, bersamaan dengan meja tersebut.
Disanalah dia memiliki teknologi yang ia kembangkan sendiri untuk mencari lokasi seseorang yang Charlie inginkan berdasarkan ingatan yang ia miliki.
__ADS_1
Karena meja canggih itu, sebenarnya sudah di buat khusus dengan gen kekuatan yang di miliki oleh Charlie.