
"Osborn? Kau berhasil membawanya pulang?" sudut mata Arsiel melihat Alinda yang berdiri di belakangnya Osborn.
'Kenapa ucapannya terdengar kalau dia sedang menungguku?' Pikir Alinda.
"Arsiel, apa yang membuat dia marah?" Osborn tidak memperdulikan pertanyaannya Arsiel tadi, dan lebih memilih bertanya balik tentang Angie yang tadi terdengar sedang marah-marah.
"Hanya catur, gara-gara aku terus menang, dia langsung sewot." Jelas Arsiel dengan singkat. "Alinda, apa kau sudah makan sore?"
Alinda menggelengkan kepalanya, "Aku belum makan sama sekali."
Osborn dan Arsiel pun terkejut, sebab jawaban yang di jawab oleh Alinda tadi seolah sedang mengisyaratkan kalau Alinda keluar, ia juga tidak punya uang untuk membeli makanan.
"Osborn, apa kau bahkan tidak memberikannya makan di saat kalian berdua baru saja jalan-jalan?" Tanya Arsiel memberikan tatapan menyelidik kepada Osborn.
__ADS_1
Arsiel yang sebenarnya tidak tahu cerita selengkapnya apa, Osborn memilih untuk diam dan pergi menuju dapur.
"Aku yang akan memasak, Alinda, kau pergi mandi dan istirahat saja, dan kau Arsiel, bantu aku memasak agar lebih cepat." Perintah Osborn tanpa memperhatikan ekspresi Alinda yang sedang terkejut juga.
'Dia pria yang sempurna. Tapi- sepertinya dia bukan untukku, karena ada perempuan yang jauh lebih cocok untuk dia.' Alinda pun sempat melirik ke arah satu orang perempuan, tidak lain adalah Angie, yang terlihat masih menggunakan gaun cantik yang masih melekat di tubuhnya yang indah dan menampilkan kecantikan yang tidak bisa di bandingkan dengan diri Alinda sendiri.
_____________
ZRASSHH......
'Kenapa hari ini benar-benar menjadi hariku yang paling mengerikan? Apakah aku bisa tidur? Mengingat aku belum lama ini menghadapi ketiga orang itu dengan tatapan penuh na*su nya?' Pikir Alinda.
Kini dia sedang mandi, menyegarkan tubuh lelahnya yang terus saja di beri banyak rangsangan oleh tiga orang yang Alinda kenal, Farrel, Charlie, dan Evan.
__ADS_1
Tiga orang laki-laki tidak waras yang menginginkan tubuhnya?
'Padahal aku bahkan sama sekali tidak memiliki pengalaman untuk menggoda pria, tapi bagaimana bisa aku menggoda mereka semua sampai seperti itu kepadaku?' Pikirnya lagi.
Alinda sungguh merasa penat. Padahal ekspektasi bisa di sukai oleh pria yang ia sukai juga adalah hal yang menyenangkan.
Tapi, kali ini ia sudah berhasil merasakan derita dari mereka semua yang saling memperebutkan dirinya untuk di tiduri.
Sungguh, itu adalah pencapaian yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Alinda sebelumnya.
'Kalau meilhatnya seperti ini, aku jelas sudah memantapkan posisi untuk menyukai Osborn saja, karena dia laki-laki yang paling waras diantara yang lainnya.' Batin Alinda, dia pun mau memutuskan semua kebingungan siapa pria yang akan ia pilih itu, dan hal itu jatuh pada diri Osborn.
Pria yang terlihat dingin tapi punya hati yang baik juga lembut, pria yang bisa melakukan banyak hal dengan tubuhnya yang cukup menggoda itu. Semuanya, Alinda berhasil menyukai semua sisi dari diri Osborn dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Tapi, apa aku akan terus terjebak di sini terus? Lalu bagaimana dengan Ibuku? Kira-kira bagaimana kondisi Ibuku ya?" Desah Alinda. Dia merasa penasaran sekaligus cukup gelisah dengan situasinya sendiri yang khawatir dengan dunianya sendiri yang ia tinggalkan bahkan tanpa pamit kepada sang Ibu.