Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
57 : Stimulan pagi


__ADS_3

"Tapi tetap saja, tutup matamu!" Alinda yang sudah kesal, memaksa salah satu tangannya itu untuk menutup mata Evan agar tidak melihatnya terus dengan wajah mesum itu.


"Untuk apa tutup mata, lagi pula aku juga sudah melihatnya." Jawab Evan, dia mencengkram tangan Alinda dan menjauhkan tangan itu dari wajahnya.


Dan setelah itu, senyuman maut pun menyuapi sarapan pagi untuk Alinda sendiri.


'Rasanya aku ingin berteriak.' Alinda pun segera menarik tangannya dari cengkraman nya Evan dan segera berbalik, memunggungi Evan. 'Pagi-pagi seperti ini kenapa sudah di beri sarapan yang menstimulasi sih? Sekalinya jomblo, tapi aku langsung di berikan godaan sebesar ini. Cogan-coganku, kalian memang benar-benar sudah meracuni akal sehatku.'


Alinda dengan cepat berusaha untuk mengancing piyamanya, dan di saat itu pula, menjadi satu kesempatan besar untuk Evan, untuk memeluk tubuh Alinda dari belakang. Maka dari itu, tangan yang nampak besar dan kekar itu pun berada di depan perutnya.


'Suasana macam apa lagi ini?' Alinda sungguh sudah pasrah. Baru bangun, tapi sudah di buat lelah dengan tingkah Evan yang sama sekali tidak ingin membiarkannya pergi dari sana.


Alinda sudah berkali-kali ingin membuat tangan itu tidak memeluk perutnya lagi, tapi susahnya minta ampun, Alinda kewalahan sendiri. Makannya, saat Alinda sampai mengejan, Evan pun tersenyum dalam hatinya, melihat tingkah Alinda yang benar-benar ingin melepaskan diri dari genggamannya.


'Tidak semudah itu lepas dari tanganku.' Batin Evan, lalu dia memejamkan matanya, menikmati aroma tubuh milik Alinda, hingga bibirnya mendarat di tengkuk nya Alinda.


"Erghhh..., kuat amat sih." Kutuk Alinda, merasakan susahnya melawan kekuatan milik seorang pria. Dan malahan, bukannya bisa longgar sedikit, yang ada tangan itu semakin mengeratkan pelukannya, dan membuat tubuh mereka berdua menempel. "Ahh..., hah..., hah...., aku lelah." Alinda sudah pasrah. Dia sudah tidak kuat untuk lepas dari tangannya Evan ini.


"Kan aku sudah pernah bilang, kau tidak akan pernah lepas dari cengkramanku." Bisik Evan tepat di belakang Alinda.


'Kayanya hanya Osborn saja yang waras.' Batin Alinda, berharap pria itu bisa menyelamatkannya.


KLEK.....


_________________

__ADS_1


"Ahhhh...." Rahel membuka mulutnya lebar-lebar dan memeriksa kondisi giginya, karena merasa ada yang nyelip diantara giginya itu setelah sarapan pagi. 'Rupanya ada daun ketumbar.' Rahel yang berhasil menemukan masalahnya, langsung mencoba untuk melepaskan daun ketumbar yang nyelip diantara giginya yang putih dan bersih.


Tentu saja, sebagai dokter juga, dirinya selalu merawat kebersihan diri.


"Oi, bersihin gigiku juga dong." Tiba-tiba saja Rahel di ganggu oleh rekan kerjanya, yaitu Farrel.


"Anda kan punya tangan sendiri."


"Tapi aku bukan spesialis gigi juga, jadi bersihkan dong." Farrel terus merangkul leher Rahel agar mau mendengarkan apa yang di inginkannya.


Rahel pun dengan wajah datar, hanya menghela nafas. Setelah Farrel sembuh dari luka tembak dari pertarungan terakhir kalinya dengan Osborn, Farrel sempat diliburkan satu bulan penuh, dan setelah itu Farrel sempat terkena skors dari Bos nya, Evan sendiri, hingga akhirnya Angie yang saat itu bekerja untuk mengawasi Farrel, sempat menjatuhkan hukuman kepada Farrel satu bulan penjara.


Tapi- berkat Farrel adalah salah satu dari dua kaki tangannya Evan, maka Farrel pun hidup bukan seperti di penjara, melainkan di hotel. Walaupun Angie saat itu cukup menggebu-gebu untuk membuat Farrel di tempatkan di dalam jeruji besi, namun akhirnya masa karantina untuk Farrel agar jadi manusia yang lebih baik selesai juga.


Ya, itu hanya hukuman sampingan, sebab Farrel di saat menculik Alinda, sempat melakukan tindakan di luar rencana, maka dari itu Farrel terkena hukuman tersebut.


"Beliau sedang cuti."


Mendengar kata Cuti, Farre langsung mematung. Padahal Evan bukan orang yang suka ambil libur, tapi apa-apaan dengan kali ini?


"Cuti kemana?" Tanya Farrel cukup penasaran.


"Entahlah, kenapa tidak tanya dengan Tuan saja langsung?" Jawab Rahel, dia pun sudah menyiapkan alat-alat medis untuk melakukan pemeriksaan sekaligus pembersihan pada gigi pasiennya ini.


Dan di saat Rahel sudah berhasil menghubungi Evan, dan telepon itu di angkat, Farrel justru langsung mendengar suara tembakan.

__ADS_1


DORR...


"Apa? Kenapa langsung ada suara tembakan? Kau yakin Bos sedang cuti?" Lirik Farrel kepada Rahel yang sudah mengangkat dua alat berbentuk seperti pena.


"Saya kan sudah bilang tidak tahu." Jawab Rahel saat itu juga.


"Masa tidak tahu sih?" Gerutu Farrel tidak puas hati dengan jawaban dari Rahel ini. "Ya sudahlah, aku tidak jadi, aku mau pergi cari Bos dulu." Tukas Farrel, lantas dia pun pergi dari sana meninggalkan Rahel yang padahal sudah siap untuk melakukan pemeriksaan gigi pada Rahel.


Dengan lari kecil, Farrel pergi menyusuri koridor dari salah satu lantai di gedung Phantom. Ada beberapa anak buah Farrel, ketika berpapasan dengannya langsung menunduk hormat kepada pria berperaawakan tinggi dan cukup mirip dengan penampilan Osborn.


Itulah alasan dibalik kenapa Farrel sempat melakukan penyamaran menadi Osborn, karena tanpa di duga tinggi dan body tubuh serta gara rambutnya pun sama dengan pria dengan berjuta keahlian itu.


Ya, Osborn adalah orang yang cukup berbahaya, jika mereka sudah tahu ataupun sudah pernah melawannya.


Maka dari itu, jika mereka yang tidak tahu siapa Osborn, dan tiba-tiba melawannya, maka akhir dari waktu itu juga, mereka akan masuk kedalam penjara.


Tapi, karena sekarang semuanya sudah berlalu, Farrel pun menjalani hari barunya dengan aktivitas biasa yang setidaknya tidak mengusik keberadaan dari Osborn itu.


Farrel ingin mencari Bos nya, karena dia penasaran dengan aktivitas macam apa yang sedang di lakukan pria itu. Dan Farrel berhasil mencoba untuk melacak dimana tepatnya keberadaan dari Bos nya berada, Farrel langsung di berikan sebuah kejutan.


DORR...


DORR....


DORR....

__ADS_1


Tiga tembakan secara bersamaan langsung menargetkan tiga papan target yang di bentuk menyerupai orang.


'Sebentar, kenapa mereka semua bisa bersama-sama disini?' Pikir Farrel.


__ADS_2