
Karena pekerjaannya dan sekaligus karena memakan waktu yang cukup singkat, Arsiel yang tadinya berada di gedung Starling, sekarang dia sudah berada di halaman rumah depan Osborn dengan sebuah helikopter berwarna hitam menjadi pemandangan utama di halaman berumput hijau itu.
Arsiel, dia bekerja satu tim dengan Osborn dalam kelompok Black Shadow, yang mana kelompok ini bekerja untuk memberantas kejahatan di kota yang tidak mampu di kerjakan oleh pihak kepolisian biasa.
Dan Arsiel, dia tinggal bersama dengan Osborn sebagai rekan dekatnya juga. Itulah yang di lakukan nya saat ini di sana, yaitu pulang ke rumah.
Tentu saja dengan dalih pulang kerumah, dia punya alasan lain, yaitu untuk mengetahui hasil dari fenomena anomali yang terletak di area sekitar rumah Osborn.
KLEK..
Pintu rumah, secara otomatis terbuka, dan mempersilahkan Arsiel untuk masuk kedalam rumah, sampai akhirnya dia langsung bertemu dengan Osborn yang baru saja mandi, karena sekarang pria tinggi itu berdiri di depan kulkas dengan penampilan hanya memakai handuk kimono berwarna biru navy dan satu handuk kecil yang tersampir di bahu kanannya.
Osborn, pria dengan segala kewaspadaan tinggi ini, langsung menjeling tajam ke arah Arsiel, seolah orang yang baru masuk itu adalah orang lain yang patut di waspadai seakan dia adalah seorang pencuri.
__ADS_1
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Arsiel, memecah keheningan diantara mereka berdua.
"Sebaiknya kau cari tukang untuk memperbaiki atap kolam renangku. Gara-garanya, sekarang di sana seperti baru saja terkena badai." Ucap Osborn, lalu dia minum air mineral dingin yang ia ambil dari kulkas.
"Jadi benar? Ada anomali di sekitar rumahmu?" Arsiel yang begitu penasaran dengan kondisi fisik dari ruang dari kolam renang kesayangan milik dari Tuan muda Osborn ini, segera berjalan cepat menuju ke sana.
Dan seperti yang di deskripsikan singkat oleh Osborn tadi, atapnya benar-benar hancur, banyak kaca berserakan, jika tidak hati-hati, maka yang adalah telapak kakinya yang terkena pecahan beling itu sendiri.
"Jadi, siapa yang kali ini datang?" Tanya Arsiel seraya melihat ke arah langit-langit dari atap yang sudah berhasil diberikan kebebasan dari sinar matahari yang kian terik itu untuk masuk kedalam area kolam renang.
Pria jangkung ini malah lebih suka untuk diam, mengartikan agar Arsiel menemukan jawabannya sendiri.
'Kenapa dia diam begitu? Sepertinya dia mau menunjukku ke kamar-' Pikir Arsiel.
__ADS_1
Dan benar saja, Osborn pun menunjukkan satu kamar penuh dengan kenangan singkat yang tidak bisa mereka berdua ceritakan karena ada cerita mereka masing-masing di dalam kamar tamu di depannya itu.
"Kau-" Arsiel kehilangan kata-katanya saat Osborn tiba-tiba saja membukakan pintu untuknya.
Arsiel berjalan pelan mengikuti langkah pelan yang di lakukan oleh Osborn, dan betapa tercengangnya Arsiel ketika dia akhirnya melihat seseorang yang sudah cukup lama sekali untuk bisa melihat ataupun mengingat wajahnya.
Wajah dari seorang wanita yang sempat menghilang dari kehidupan mereka semua, wanita yang selama ini menjadi rebutan banyak orang, dan wanita itu, kini- kembali ke tempat tidur yang sudah pernah di gunakan tujuh bulan yang lalu, siapa lagi kalau bukan Alinda.
"Osborn, apa yang aku lihat ini, bukan mimpi kan?" Arsiel bertanya untuk mengkonfirmasi perasaannya serta penglihatannya itu kepada Osborn.
"Jika kau merasa ini mimpi, aku bisa memberikanmu satu pukulan dariku." Jawab Osborn dengan begitu tenang.
Lihat itu, Arsiel melihat adanya tatapan milik dari Osborn ini penuh dengan tatapan bayangan dari masa lalu yang pernah Osborn lewati bersama dengan wanita yang ini terlelap tidur di atas tempat tidur, layaknya seorang putri yang sedang menunggu pangeran nya.
__ADS_1
"Tidak perlu, hanya dari ekspresi wajahmu saja, aku sudah tahu. Tapi- bagaimana bisa?" Kata Arsiel, dia tidak begitu berharap untuk bisa kembali di pertemukan seperti ini, tapi takdir memang selalu saja berkata lain.