
"Evan." Panggil Osborn, terhadap pria yang saat ini berdiri di depannya persis, membelakangi Alinda yang sudah terbaring di lantai kamar mandi. 'Aku pikir dia adalah orang yang rasional. Tapi-'
Kenyataan dari apa yang di lihat oleh Osborn adalah ia melihat leher Alinda yang memerah, tidak hanya itu juga, tapi tangan kanannya, tepatnya di bagian pergelangan tangannya pun memerah juga akibat di cengkram kuat oleh Evan, tentunya.
"Kau-"
"Osborn, apa kau mengkhawatirkannya? Seperti Charlie itu?" Tanya Evan dengan senyumannya, senyuman yang terlihat lembut tetapi memiliki arti lain lebih dari sekedar salam dari pertanyaan pertamanya terhadap Osborn. 'Bagaimana dia bisa masuk kedalam rumah? Padahal penjagaan di luar cukup ketat.' Pikirnya.
Jelas, Evan masih berada di bawah kendali sesuatu yang tidak bisa di mengerti oleh Osborn sendiri.
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu yang tidak berguna itu." Balas Osborn, dia hanya terfokus kepada Alinda yang sudah terbaring di lantai. 'Daripada meladeni dia, yang harus aku lakukan adalah mengeluarkannya segera dari sini. Lebih baik seperti itu, karena jika di biarkan lebih lama lagi, ada kemungkinan besar dia tidak bisa di selamatkan.' Pikir Osborn saat itu juga. 'Tapi, dia seperti bukan orang yang aku kenal.'
"Heh, dari matamu aku melihat kalau kau pasti akan membawa wanita ini kan? Silahkan saja kalau bisa." Seringai Evan, dia pun terus berdiri di tempatnya, melihat sosok dari pria berambut hitam di depannya itu terlihat ingin mengambil tubuh Alinda.
Tapi apa yang jelas dalam diri Osborn, dia hanya perlu berdiri saja, karena tiba-tiba ada perubahan rencana yang lebih baik, yaitu dengan menggunakan, "Charlie."
"Jangan memanggil namaku dengan mulut busukmu, bodoh!" Ucap Charlie, tidak lama kemudian, terjadilah sesuatu yang mengejutkan.
PRANKK....
Atap yang terbuat dari kaca, langsung hancur selepas Charlie yang terbang menggunakan sayapnya, menerobos masuk kedalam kamar mandi dan langsung berdiri didepan tubuh Alinda.
'Alinda? Dia di cekik oleh dia? Kurang ajar sekali.' Pikir Charlie saat mengetahui adaya bekas cekikan di leher dan di pergelangan tangannya Alinda. 'Pantas saja, aku merasa leherku di cekik, tapi apakah aku terlambat?'
_______________
Flashback On.
Ketika semalaman dirinya tidak mampu untuk menemukan lokasi Alinda, Charlie memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat, karena jika terus memaksakan diri, tidak akan ada gunanya juga, dan yang ada malah rugi sendiri.
__ADS_1
Tentu saja, di dalam rumahnya, sekarang tidak ada seorang pun, bahkan jadi seperti sedia kala, saat sebelum Charlie membawa Alinda ke rumahnya.
Apalagi karena sekarang Charlie sudah mengusir Alnie, maka rumahnya benar-benar kosong.
'Sialan kau Alnie, jika bukan karenamu, dia tidak akan pergi. Aku sampai di buat repot mencarinya, tapi tidak kunjung ketemu.' Gerutu Charlie di dalam hatinya.
Karena tubuhnya juga sudah lelah, Charlie pun masuk kedalam kamar, mandi dan tidur di tempat tidur yang pernah di tempati oleh Alinda.
Semerbak sisa dari aroma yang di tinggalkan oleh Alinda pun berhasil membuat Charlie tertidur, walaupun kali ini ia jadinya tidur sendirian.
Tapi tepat di esok harinya.
"Ukhh! A-apa?" Charlie yang sebenarnya beberapa detik tadi masih terlelap tidur, dia di kejutkan dengan lehernya yang terasa sangat sakit seolah di cekik. Padahal, setelah Charlie bangun, tidak ada seorang pun yang menyusup masuk dengan bodohnya untuk membunuhnya dengan cara di cekik seperti itu.
Maka dari itu, ia pun langsung tersadar kalau yang lehernya di cekik itu bukan dirinya, melainkan Alinda.
"S-sialan, apa yang Evan lakukan kepadanya? Kenapa lehernya Alinda malah di cekik seperti ini? Akhh!" Padahal yang di cekik adalah Alinda, tapi sebagai efek samping dari dirinya yang memberikan sedikit daya hidupnya, Charlie pun jadi merasakan apa yang di rasakan oleh Alinda, itulah aturan dari kekuatan yang Charlie miliki.
Karena rasa sakit hasil dari hubungan dari daya hidup miliknya yang di pakai oleh Alinda, maka Charlie pun mampu menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi keberadaan dari Alinda.
Jika tidak seperti itu, Charlie memang tidak bisa sembarangan untuk mencari lokasinya, tapi berkat tanda bahaya yang muncul itu, Charlie pun menggunakan kemampuannya untuk mencarinya.
'Itu dia.' Charlie jadi melihat benang berwarna putih yang muncul keluar dari dalam dadanya, seakan terbang di udara dan benang itu cukup panjang.
Maka dari itu, Charlie pun memegang dadanya, alih-alih menyentuh dadanya, dia sedang mencoba mentransfer kekuatannya ke dalam benang itu, dan mencari lokasinya, sampai di detik berikutnya, Charlie mengerjapkan matanya, dan kekuatannya pun dia hilangkan. "Jadi dia di sana. Padahal tidak begitu jauh, tapi aku sampai repot tidak menemukannya. Evan, aku akan mengurusmu sekarang juga." Ucap Charlie.
Nada datar di samping ekspresi wajahnya yang sama-sama datar dan memperlihatkan wajah seriusnya, Charlie pun bangun dari tempat tidurnya, lalu dia berjalan menuju pintu balkon.
Di buka, dan dalam sekejap mata, sayap berwarna hitam itu pun berkibar.
__ADS_1
WUSSHH....
"Aku akan menjemputmu." Gumam Charlie, dan dalam sekali kepakan sayapnya, tubuhnya langsung terbang ke angkasa.
BRMMMM......
Dan rupanya, dia tidak sendirian, karena tepat di bawah, Osborn sedang mengejarnya.
'Tidak mungkin, kan? Dia-' Hanya saja, tebakan Charlie saat melihat Osborn yang begitu mengebut dalam mengendarai motornya, dan bahkan sampai berani melampuai kecepatan terbang Charlie, lalu pergi menuju rute jalan yang terlihat searah dengan tujuan dari Charlie sendiri, membuatnya memiliki pikiran kalau Osborn juga sepertinya memang mendapatkan petunjuk yang membuat mereka menuju ke tempat yang sama. "Apa kau mencoba untuk mengikutiku?" Tanya Charlie, dia sengaja merendahkan terbangnya, agar bisa sejajar di atas kepala Osborn.
"Siapa juga yang mengikutimu, jangan terlalu percaya diri seperti itu. Aku hanya mengikuti instingku."
"Tidak mungkin, kau bukan orang yang hanya mengandalkan Insting saja. Apa kau juga mendapatkan petunjuk?"
"Siapa juga yang menjawab pertanyaanmu itu." Celetuk Osborn, lalu dia menaikkan kecepatan dari laju motornya, seolah sedang menantang kecepatan Charlie dalam terbang.
"Hahaha, kau memang sedang menantang ya? Ayo kita lihat, siapa cepat dialah pemenangnya." Kata Charlie, menantang Osborn untuk berlomba, dengan tujuan, pergi ke salah satu Villa tersembunyi milik Evan yang ada di tengah sudut kota.
BRMM....BRRMM....
Tanpa perlu menjawab, deru knalpot motor, membuat warna baru untuk mereka berdua, bahwa pertandingan diantara mereka berdua pun di mulai.
_______________
Flashback Off
'Dia memang sampai lebih dulu, tapi apapun itu, dia juga membutuhkan bantuan dari kekuatanku.' Pikir Charlie, "Kau ternyata membuat kesalahan lagi, sebaiknya kau harus kena akibatnya sudah melakukan ini kepadanya." Kata Charlie, setelah itu Charlie menggunakan bulu-bulu dari kedua sayapnya itu untuk menyerang Evan, agar Evan pergi menjauh, sedangkan Charlie sendiri akan mengambil tubuh Alinda.
Evan yang begitu sadar dengan kekuatan milik Charlie akhirnya terungkap, dia pun melawan kekuatan itu dengan kekuatan miliknya yang mampu untuk menghentikan waktu.
__ADS_1
Sehingga saat Charlie hendak menyentuh tubuh Alinda, pergerakan Charlie dan Osborn pun langsung terhenti saat itu juga.
"Bahkan sudah mati sekalipun, dia masih bisa membuat kedua hati orang ini tergerak untuk menyelamatkanmu, kau ternyata memang sungguh manusia yang bisa merubah kinerja dunia ini ya?" gumam Evan, menatap sosok Alinda yang sudah terbaring itu.