Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
34 : Pesona Osborn


__ADS_3

"Kita keluar dulu, biarkan dia istirahat." Ungkap Osborn.


"Apa jangan-jangan, kedatangannya lagi-lagi dari atas ya?" Tanya Arsiel, dia penasaran, karena atap kolam renangnya sampai hancur separah itu.


"Hmm, dia memang datang dari atas, tapi bukan berarti dia jatuh menghancurkan atap kaca." Osborn kembali minum dan berkata lagi : "Atap kacanya tiba-tiba memang pecah, dan di saat pecahan itulah, dia jatuh bersamaan dengan puing-puingnya."


GLUK...GLUK...GLUK.....


Osborn kembali minum sampai titik penghabisan, lantas dia membuangnya ke tempat sampah dan otomatis langsung masuk, padahal Osborn terlihat melemparnya begitu sembarangan, tapi ternyata itu sudah sesuai dengan perhitungan.


Raut wajah Arsiel menunjukkan wajah berpikir. "Jika seperti itu, berarti Alinda sedang mengalami efek samping karena anomali itu."


Hingga secara tidak sengaja, Arsiel melihat ada handphone yang di letakkan di atas nakas.


"Apa itu punya dia?"

__ADS_1


"Iya, tapi sayangnya karena jatuh kedalam air, sudah pasti rusak. Kalau kau mau memperbaikinya, lebih baik cepat perbaiki sebelum dia bangun. Karena pasti dia yang seperti itu, akan nangis kejer kalau handphone nya mati."


"Padahal kau sendiri kan bisa? Kenapa malah nyuruh aku yang bukan ahlinya?"


Osborn melirik, lalu menoleh ke belakang, wajah Alinda yang begitu tenang itu, tidak lama lagi pasti akan berubah menjadi wajah panik, jika melihat handphone yang di sayanginya, rusak karena air.


"Apa artinya kau mengakui kalua kau bukan yang terhebat?"


"Apa kau sedang menyindirku?" Arsiel membalas lirikan mata Osborn yang terlihat sedang merendahkannya. "Aku ini seniormu, teryata kau bahkan tidak bisa menghormati yang lebih tua. Hahh...sebenarnya kau ini anaknya siapa, sampai punya sikap tidak berperasaan seperti itu kepadaku, bahkan kepada orang lain.


Yah~ Dengan begitu, kau memang pantas di panggil sebagai raja dingin. Tapi apa dengan begitu, kau ada yang menginginkanmu?"Papar Arsiel.


"He~ Sejak kapan kau bisa sesombong ini? Padahal biasanya juga enggan berurusan dengan wanita. Aku pikir kau sudah melupakan perasaan dari wanita seperti Alinda yang menyusahkan itu." Ucap Arsiel dengan panjang lebar.


"Sejak kapan?" Osborn menyipitkan matanya, dan mencoba untuk mengingat sejak kapan hatinya yang biasanya membeku, bisa jadi lunak karena wanita dari negeri asing itu? "Mungkin, sejak kau membuat sidang pengakuan." Sindir Osborn.

__ADS_1


Dia masih mengingat dengan jelas dimana, di saat Alinda benar-benar menjaga jarak dengannya, dan merasa kesusahan sendiri karena tidak berani menghadapi Osborn yang waktu itu terlihat cuek dan merasa kalau Alinda adalah sebuah parasit di rumahnya, Arsiel tiba-tiba saja membuat sidang mengakuan.


Sidang itu terdiri dari mereka bertiga, Osborn sebagai tersangka, dan Alinda sebagai korban, sedangkan Arsiel menjadi pihak penentu, yaitu hakim.


Di dalam sidang tersebut, Arsiel pun memutuskan untuk membuat Alinda mengungkapkan isi hatinya kepada Osborn secara langsung, dan alhasil, sidang itu di akhiri dengan pelukan damai.


"Mungkin sejak saat itu. Karena waktu itu aku baru pertama kali ada wanita yang menginginkan pelukan saja, tidak lebih dan tidak kurang, dan aku merasa itu cukup patut aku hargai, sebab Alinda mau memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepadaku, meskipun ada tekanan yang tidak bisa di atasi sendirian.


Pada akhirnya, semuanya karenamu. Kau harus tanggung jawab kepadaku, Arsiel." Jelas Osborn panjang lebar.


"Tanggung jawab bagaimana? Itu kan urusanmu. Aku waktu itu hanya sebagai hakim saja, tidak lebih. Yang seharusnya kau mintai pertanggung jawaban itu bukan aku, tapi dia, Alinda." Arsiel mengangkat sedikit dagunya, menunjuk pada satu orang wanita yang sedang terlelap tidur karena pengaruh dari obat yang baru saja di minumnya.


Osborn menunduk, menutup separuh wajah bagian bawahnya dengan telapak tangannya, dan menyembunyikan senyuman remehnya.


"Kau- kenapa lagi? Setelah kau tahu perasaanmu pada wanita itu, kau akhirnya jadi pria yang lumayan aneh." Sindir Arsiel dengan salah satu alis terangkat, karena Osborn tiba-tiba tertawa seperti itu. Rasanya memang merinding, karena selain tertawa yang sedang berusaha di tahan itu, sudut matanya yang begitu tajam, melirik Alinda layaknya seorang mangsa yang harus di urus dengan baik, bahkan sangat baik.

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya ingin tertawa, memangnya tidak boleh?" Dalam seketika tawa itu menghilang dan tergantikan dengan ekspresi wajah Osborn yang berdominan datar itu.


Ya, kalau dia tertawa, seluruh akal sehat semua wanita di dunia akan hilang semua, sehingga akan semakin tergila-gila, maka dari itu, Osborn pun terus berupaya untuk mengontrol raut wajahnya itu, karena punya daya tarik tersendiri untuk semua kaum hawa.


__ADS_2