Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
36 : Pijatan panas


__ADS_3

"Akhh...!" Suara rintihan yang cukup Osborn kenali, langsung membawa langkah kaki pria ini bergegas untuk turun ke bawah dan akhirnya melihat Alinda yang sedang di gendong oleh Arsiel.


"Arsiel, apa yang terjadi dengannya?" Lirikan tajamnya sungguh langsung menusuk hati Arsiel yang paling dalam.


"Aku tidak sengaja menarik kakinya sampai dia jatuh." Jawab Arsiel dengan ekspresi wajah penuh dengan penyesalan.


"Ha? Bagaimana bisa kau- menarik kakinya?" Osborn meminta penjelasan yang masuk akal, bagaimana bisa?


"Aku kan sedang memperbaiki pipa pembuangan, karena aku haus, aku pikir aku sempat meletakkan air mineral di sampingku, jadi aku langsung ambil lah, dan malah yang aku ambil adalah kakinya Alinda." Jelas Arsiel.


'Ada juga yang seperti ini?' Osborn mengusap wajah tampannya dengan cukup kasar, lantas Osborn pun berjalan menghampiri mereka berdua, dan akhirnya melihat Alinda yang terbaring dengan terus memegang pinggulnya juga.


"Kau lanjut perbaiki sebelum makan malam, aku akan urus anak ini."


'Anak? Aku ini bukan anak-anak! Ukh.' Alinda langsung mengernyitkan matanya saat kepalanya kembali nyut-nyutan.


"Ok, Alinda, maafkan aku ya. Nanti aku akan memeriksamu, takutnya ada tulang yang patah." Pesan Arsiel sebelum dia pergi meneruskan pekerjaannya yang tertunda.


Dan apakah yang sekarang akan dia lakukan?


Seorang pria, sudah berdiri di sampingnya dengan menatap ke arahnya dengan begitu lekat, sampai kalau tatapan mautnya itu bisa membuat tubuhnya Alinda berlubang.


"J-jadi kau mau apa?"


"Memijatmu." Jawab Osborn dengan wajah yang jelas, terlihat begitu tenang, seakan apapun yang di katakan nya itu memang tidak bermasalah.

__ADS_1


"M-memijat?" Alinda ingin berbalik, tapi rasa sakit itu mengurungkan niat Alinda untuk bergerak lebih dari seharusnya.


"Jangan khawatir, aku tidak akan mematahkan pinggulmu."


'Ucapan ambigu macam apa itu? Tidak, kenapa aku jadi malah berpikiran ke arah sana?' Alinda pun jadi di buat pusing karena tiba-tiba saja pikirannya malah merujuk pada sesuatu adegan panas yang lain.


Ya, Alinda bukanlah wanita baik-baik, dia selalu punya khayalan yang begitu tinggi, kira-kira seperti apakah orang berhubungan badan? Dan Alinda memiliki segudang rahasia tentang kebiasaannya itu.


Dan sekarang, khayalan imajinasinya setelah mendengar Osborn berkata tidak akan mematahkan pinggulnya, justru seolah kalau Osborn akan melakukan sesuatu terhadapnya.


'S-sampai puas? Dan sampai pinggangku mau patah.' Bukankah imajinasi liarnya terus saja merujuk pada hal yang senonoh terus?


Maka dari itu, Alinda pun langsung tersipu malu, apalagi ketika tangan cantik dihiasi dengan jari lentik namun punya ukuran tangan yang begitu besar itu, tiba-tiba saja menyentuh pinggulnya.


Wajahnya memerah, perasaannya pun berubah jadi tak karuan, ketika ia harus menghadapi cobaan yang begitu besar, sebab pria yang ia hadapi adalah Osborn?


Alinda juga berpikir begitu, apalagi mengenai wajahnya yang tampan, tubuhnya yang atletis layaknya seorang binaragawan, serta samar-samar ia mencium aroma sabun yang di pakai oleh Osborn untuk mandi.


Apapun yang sedang di rasakan nya, di lihatnya, langsung menyelimuti tubuhnya, seolah, ia sudah terperangkap dalam pesona milik dari pria ini.


'Bagaimana ini? Kenapa dia malah mau memijatku? Rasanya, aku jadi ingin bercinta dengannya.' Demi menyembunyikan rasa malunya yang sudah menjalar ke wajahnya sampai sepasang telinganya saja memerah, Alinda langsung menyembunyikan wajahnya di dalam tumpukan kedua tangannya.


"Disini, apa sakit?"


"Hmm.." Alinda benar-benar tidak mampu untuk bicara dengan kalimat waras.

__ADS_1


Sekarang saja, jantungnya berdegup kencang. Dia tidak mampu mengontrolnya, dan hanya bisa berharap kalau Osborn tidak mendengarnya.


'Aku jadi merasa ingin mati saja. Betapa memalukannya ini?! Ahh! P-pinggulku, pinggulku di pijat! Oh now!' Alinda jadi semakin kehilangan kewarasannya gara-gara pijatan dari tangan maut milik Osborn.


Alinda sungguh, merasa ingin ada sesuatu yang bisa melebihi sebuah pijatan seperti itu.


Inginnya memang seperti itu, tapi dia mana mungkin mengungkapkan perasaan itu kepada pria di belakangnya ini.


"A-ah..!" Sampai, dia tidak menyangka kalau suara mesumnya keluar juga dari mulutnya.


Sebenarnya itu adalah suara nakal miliknya, namun tentu saja Osborn hanya mengira kalau itu adalah rintihan rasa sakit.


"Apa sesakit itu?"


"T-tidak. Lanjutkan saja." Alinda semakin merem, dia sangat tidak yakin dengan apa yang baru saja dia katakan tadi adalah agar membuat pria berkuasa ini, malah melakukan pekerjaan sepele untuk orang asing seperti dirinya.


"Aku akan mencobanya di sini."


'Mencoba apa? Ahh! Tangan nakalmu, kenapa malah menyentuh itu?' Karena ujung dari tangan Osborn sempat menyentuh dari pinggangnya, rasa geli itu pun muncul juga, sehingga Alinda langsung menggeser posisi tubuhnya.


"Alinda, aku ini sedang memijatmu, jangan banyak bergerak." Tegas Osborn kepada Alinda, padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang Alinda rasakan saat ini, yaitu rasa geli yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.


Akibatnya, saat sentuhan dari pijatan milik tangan Osborn terus berlanjut, pelan-pelan tubuhnya jadi merasa panas.


'Ah, kayanya ada yang keluar.' Alinda membatin dengan pasrah, sebab area pribadinya, diam-diam basah sendiri karena sentuhan yang teramat sensitif itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2