Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
62 : Misi Osborn 1


__ADS_3

"Farrel." Panggil Evan dengan lirih. Kilatan dari mata berwarna merah ruby itu sesaat sempat bercahaya. 'Apa hanya perasaanku saja? Aku merasa dia mengalami apa yang Alinda alami kemarin pagi.' pikir Evan, dia benar-benar merasakan sesuatu aroma darah yang cukup samar keluar dari tubuh Farrel.


Setidaknya itulah yang menjadi penyebab, mata Evan sempat terpicu seperti berkilat bercahaya.


_____________


"Kau mau pergi kemana?" Tanya Alinda dengan wajah polosnya melihat Osborn sudah bersiap dengan penampilan seperti jadi seorang preman jalanan.


Dari sepatu boots berwarna hitam, celana hitam dengan sabuk yang di hiasi dengan rantai panjang, kaos hitam ketat, sarung tangan hitam, dan memakai jaket kulit berwarna hitam.


Tidak ketinggalan, ada pistol yang di bawa dan di simpan di bawah ketiaknya, sebab di sana ada sarung khusus tempat untuk menyimpan senjatanya.


"Aku harus kerja."


"Lalu aku?"


"Jaga rumahku."


Wajah polos Alinda pun jadi tersipu merah. Dia ingin bicara lebih banyak, tapi nyalinya tidak sebesar itu untuk bicara layaknya orang yang kenal dekat dengan pria ini. 'Anghh~ Seandainya aku ini istrinya, pasti enak. Tapi kan itu tidak mungkin. Jangan berkhayal berlebihan deh.' Batin Alinda. "Iya. Hati-hati di jalan ya."


"Hmm." setelah berhasil mengikat tali sepatunya, Osborn pun beranjak dari tempat duduknya, mengambil jaket kulit dan memakainya, setelahnya barulah pria dengan pemilik feromon tertinggi untuk Alinda, pergi begitu saja.


Tentu saja, Alinda sempat berkhayal lagi kalau seandainya mereka berdua suami istri, Alinda pasti akan memeluknya dan menciumi wajahnya Osborn sampai habis-habisan. Namun karena itu hanyalah imajinasi belaka, Alinda tidak akan melakukan hal bodoh itu untuk merusak citranya sendiri di depan pria yang ia sukai itu.


KLEK....

__ADS_1


Suara deru knalpot dari kendaraan bermotor milik Osborn pun terus menghilang di telan oleh jarak yang semakin memisahkan mereka berdua.


Dan, kepergian dari Osborn pun membawa rumah menjadi lebih sepi.


"Sepi!" Teriak Alinda dengan melompat tinggi, setinggi yang ia bisa. "Tania! Putar musik!" ucap Alinda dengan penuh semangat.


Lalu, suara milik seorang wanita, langsung menjawab perintah dari Alinda barusan. "Memutar musik."


Benar saja, musik langsung di putar, dan mengisi keheningan yang ada di dalam rumah mewah milik Osborn itu.


Alinda sangat menantikan bisa mendengarkan lagu klasik, dan itu cukup menenangkan pikirannya sembari Alinda membantu Osborn untuk menjaga rumah, maka Alinda pun tidak akan lupa untuk membersihkan rumah ini dengan penuh perhatian yang ia miliki.


"Nanaan..." Alinda berjoget, alias berdansa sesuai irama melow yang begitu menyenangkan. Berjalan sambil menari, tangannya pun menggapai sapu yang tidak jauh dari area dapur.


Dari situlah, hari kedua Alinda pun ia gunakan untuk membersihkan rumah milik pria idamannya, dan berharap bisa mendapatkan pujian.


Dengan mengisi waktu luangnya untuk membereskan rumah agar nampak bersih, lagu pengantar itu pun terus diputar dan berganti setelah lagunya habis.


Entah sampai berapa jam lamanya, Alinda hanya bisa menyelesaikan pekerjaannya di lantai satu saja.


"Ahh, gerah, dan lelah, sebaiknya aku minum dulu." Dengan wajah penat, Alinda pergi ke dapur dan mengambil air dingin yang di simpan di dalam kulkas. 'Ngomong-ngomong, aku akan tinggal disini sampai kapan ya?' Pikir Alinda. 'Tapi-'


Alinda sesaat menatap keluar jendela rumah depan. Ada halaman depan yang luas, dan banyak daun kering yang berjatuhan.


Demi ingin melihat halaman rumah juga bersih, Alinda pun sudah berniat untuk menyapu halaman juga.

__ADS_1


__________


BRRMM....


BRRMM.....


Sebagai penguasa jalanan, tentu Osborn adalah orang yang lebih suka menggunakan sepeda motor untuk bepergian kemanapun yang ia inginkan. Karena di rasa cepat, itu adalah salah satu faktor utama.


"Angie, kau ada di mana sekarang?" Osborn bertanya lewat sambungan telepon yang ia gunakan bersama dengan earphone nirkabel.


-"Aku ada di jalan xxx, dan aku pikir kau harus datang dengan cukup mewah. Salah satunya, kau harus datang dengan memakai setelah jas putih."- Di ujung telepon, Angie sudah merekahkan sebuah senyuman cantiknya.


"Apa? Hanya tinggal datang saja, kenapa aku harus pakai pakaian yang merepotkan?"


-"Aku ini sedang menyewamu, turuti saja ucapanku."- kata Angie lagi, menuntut agar Osborn mau menuruti perintahnya.


"Jasaku ini harganya mahal, jangan lupakan itu."


-"Tsk, apa kau mau memerasku?"-


"Kan kau sendiri yang mengatakan sedang menyewaku. Standar pekerjaanku ini tinggi, jadi wajar jika aku menaruh harga tinggi untuk pekerjaanku kali ini." Jawab Osborn, lalu dia mengambil lampu sen ke arah kanan, dan dia pun pergi melewati beberapa perempatan jalan yang ada di Ibu kota metropolitan.


-"10 juta, aku akan mentansfermu sekarang, tapi kau harus pakai pakaian jas putih layaknya seorang pengantin."-


"Aku terima." Jawab Osborn, dan setelah panggilan itu di putus secara sepihak, Osborn pun mendengar adanya suara notifikasi pesan masuk, dan notifikasi khusus itu menandakan ada uang masuk kedalam rekeningnya.

__ADS_1


Setelah bicara singkat dengan Angie, Osborn langsung menaikkan kecepatannya lebih tinggi. Sampai semua lampu hijau yang kebetulan masih menyala, menjadi tempat dimana dia menyalurkan hobinya yang suka dengan kecepatan, dengan menyusuri jalan yang cukup lenggang dengan jalan lurus ke arah depan terus.


BRRMMM....


__ADS_2