
"Charlie, lagi-lagi aku harus berurusan dengan dia lagi. Tapi-" Osborn yang kini masih berada di tepi pantai, sempat melirik ke arah pantai, dimana di atas pasir putih itu tiba-tiba saja muncul Farrel dengan pakaiannya yang berbeda dari biasanya.
"Argghh....! Sakit! Dia, makhluk apa dia sebenarnya. Kenapa aku tidak bisa sembuh dari luka serangannya?" Rintih Farrel. Dia saat ini tengah berguling-guling di atas pasir pantai dan memperlihatkan wajah derita yang di akibatkan serangan yang di lakukan oleh Charlie kepadanya, dan termasuk kepada para bawahannya. "Pengantin, pengantinku kabur, aku harus bawa dia kembali. Ti- ah.."
Farrel terus saja berusaha untuk keluar dari situasi dari derita yang ia alami akibat serangannya Charlie. Akan tetapi, bulu yang sempat menusuk salah satu tangannya itu, lukanya sama sekali belum sembuh.
Bulu berwarna hitam, yang sesaat menancap di lengan kirinya Farrel itu perlahan menghilang dan hanya menyisakan luka tusuk yang tidak berdarah, tapi membuat area luka tusukan itu jadi menghitam, mengikuti otot-otot tangan yang bersemayam di balik lapisan kulit tipisnya itu.
"Dia- jadi dia yang melakukannya lagi? Apa dia tidak bosan menculik Alinda terus?" Osborn yang masih tidak rela kalau pelakunya lagi-lagi adalah Farrel, dia pun langsung melompat turun dari ke atas pasir pantai dan menghampiri Farrel yang saat ini terlihat begitu tersiksa itu.
TAP....TAP...TAP....
Langkah demi satu langkah di ambil oleh Osborn, sampai tidak sampai berapa lama kemudian, dia akhirnya sampai di depan Farrel yang sedang merintih itu.
"Siapa lagi kali ini?" tanya Farrel yang masih meringkuk sakit itu.
"Tentu saja kau seharusnya tahu aku ini siapa, jika kau memang masih waras." sahut Osborn. Dengan ekspresi wajahnya yang paling dingin, dia pun menatap Farrel yang berlutut di bawah kakinya itu.
__ADS_1
Dengan kilatan dari kedua warna matanya yang berbeda, Osborn pun melihat masa lalu apa yang sudah di lakukan oleh Farrel terhadap Alinda beberapa waktu lalu.
"Kau kelihatannya belum jera dengan apa yang sudah terjadi waktu itu ya?" Tanya Osborn, suaranya semakin dingin, seakan bisa membeku seluruh tempat di sekitarnya.
"Kejadian apa? Manusia sepertimu, kau juga yang waktu itu menghancurkan rencanaku." Ucap Farrel dengan nada yang cukup serak.
Ya, dia memang sudah bukan sepenuhnya diri Farrel yang asli, melainkan ada separuh pengaruh yang di lakukan salah satu makhluk dari Death Clothes.
"Jika saja waktu itu kau tidak mengganggu rencanaku, wanita itu sudah menjadi ratu kami."
KLAK....
"Ratu? Mimpi saja, aku akan terus mencegah tujuanmu itu." Jawab Alves dengan nada yang begitu dingin dan cukup mengintimidasi.
Siapapun, jika manusia biasa, maka manusia yang ada di dekatnya Osborn saat ini, seketika langsung mendapatkan tekanan yang cukup kuat, dan bisa jadi orang itu akan segera pingsan.
Tapi karena yang sedang Osborn hadapi saat ini adalah Farrel yang sudah terpengaruh pada jelmaan dari salah satu roh dari Death Clothes, maka Farrel saat ini tidak mendapatkan efek apapun.
__ADS_1
Maka dari itulah, Osborn pun terus berusaha untuk mengendalikan dirinya lebih dulu sebelum dia memberikan perhitungan dengan Farrel yang ini.
"Hmph, kalau saja aku sedang tidak terluka, aku pasti sudah memberikanmu pelajaran langsung saat ini juga." ucap Farrel dengan keringat dingin sudah membasahi wajah tampannya itu.
"Ya, kalau saja itu terjadi. Tapi karena kebetulan kau sedang dalam kondisi di titik paling rendah, bukankah aku lebih dulu yang akan memberikanmu pelajaran?" Sahut Osborn detik itu juga.
Semakin waktu berlalu, Osborn pun kian lebih menekan ujung jarinya terhadap pemicunya.
"Aku ak-" Dan ketika Farrel tiba-tiba saja tersenyum sinis kepada Osborn, dan akan mengatakan sesuatu kepadanya, Osborn pun akhirnya menarik pemicunya yang mengakibatkan satu peluru itu keluar dari sarangnya.
DORRR.....
"Kau mau mengatakan apa, lebih baik tutup mulutmu saja, untuk selamanya, Death Clothes." tatap Osborn dengan sepasang matanya yang menatap Farrel dengan cukup sengit itu.
Dan Farrel yang tadinya memang mau bicara dengan mulutnya itu, karena ada peluru yang langsung bersarang di tubuhnya itu, Farrel pun akhirnya tidak mampu bicara lagi, selain akhirnya tubuhnya itu tumbang dalam rasa sakit yang dia dapatkan dari dua orang yang secara berurutan, menyerangnya.
Hanya karena Alinda, dia pun menjadi sasaran empuk untuk mereka semua.
__ADS_1
Itulah, yang di dapatkan dari Farrel.