
"Aku menemukanmu lagi." kata pria ini, dia adalah Farrel.
Ekspresi wajah Alinda akhirnya jadi sangat ketakutan melihat pria ini justru sudah ada di dalam kamar mandi miliknya.
"B-bagaimana bisa? K-kau ada di sini?" tanya Alinda dengan perasaannya yang benar-benar cukup takut dengan keberadaan dari pria yang paling harus dia hindari karena tidak ada kenyamanan dan rasa aman apapun selain ancaman.
"Bagaimana bisa aku di sini, itu karena kau ada disini." senyum Farrel, di bawah air shower yang akhirnya mengalir dan membasahi tubuh mereka berdua, tangannya Farrel pun akhirnya menjalar menyusuri kulit tipis itu dengan kelembutan, membuat satu sensasi yang cukup menggelitik dan sangat sensitif.
"Angg~ T-tunggu, ku mau apa?"
"Apa lagi? Kita berdua harus membuat anak, dengan begitu kau jadi milikku, dan jika kau hamil benih ku, itu akan menjadi keturunan kita yang pertama." goda Farrel dengan bisikan menghasutnya itu. "Kau harus tahu, tidak ada rasa sakit yang kau terima saat proses pembuatan, itu justru akan sangat menyenangkan, dan aku akan berjanji padamu, kalau kau akan puas dengan pekerjaanku untuk mencetak anakku. Kau paham, Alindaku?"
__ADS_1
'K-kenapa aku tidak bisa bergerak? T-tunggu, tangannya itu mau apa?' Pikir Alinda, dia sudah panik saat ketika satu tangannya menjalan ke bawah sana maka satu tangannya lagi menggapai sesuatu miliknya itu. "Ah...berhenti...aku bilang berhenti!"
"Tidak, aku tidak akan bisa berhenti ataupun menyerah karenamu, karena kau harus benar-benar jadi milikku." Setelah berkata seperti itu, Farrel tiba-tiba saja mendaratkan bibirnya ke salah satu bahu Alinda.
Dan seketika sensasi yang cukup menggelitik itu membuat Alinda yang tidak tahan dengan godaan dari sentuhan yang cukup lembut itu membuat Alinda mengerang kecil.
"Ah..." dan semakin menjadi-jadi ketika ada ujung jarinya yang sudah masuk kedalam sana. "Berhanti, ber- ah..."
Alinda merem melek, merasakan gelitikan yang menjadi-jadi itu. Sangat tidak nyaman juga nyaman di saat yang bersamaan.
"'Tapi wajahmu itu justru sudah mengatakan yang sebaliknya, kau yakin kau tidak mau mencetak anak denganku, hmm?"' Farrel ikutan duduk, dan di saat dia merasakan adanya yang datang ke arah mereka, seketika Farrel membawa Alinda pergi dari sana dengan menggunakan kekuatannya.
__ADS_1
BRAK.....
"Alinda?!" Panggil Charlie, tapi semua perasaan yang masih melekat pada dirinya itu benar-benar menandakan kalau Alinda kembali ada di dalam bahaya. "Tch, aku telat, aku harus mencari kemana lagi ini? Aku tidak bisa melacaknya dengan benar, jika aku tidak bisa konsentrasi dengan sentuhan yang Farrel lakukan kepada Alinda seperti itu." Gerutu Charlie.
Dan Charlie pun sama-sama keluar dari sana untuk mencari seseorang yang dia kenal, untuk dia tangkap dan dia bawa kembali ke tangannya.
_____________
Sedangkan Alinda, kini dia justru sudah ada di dalam sebuah kamar mandi yang lainnya, lalu Alinda dan Farrel sudah saling memeluk?
Tidak, melainkan Farrel lah yang terus memeluknya dari belakang, membuat segala sentuhan itu menjadi semakin membuat Alinda berga*irah dengan tubuh yang kian memanas seiring waktu terus berlalu.
__ADS_1
"Ahh..., tidak mau. Aku tidak mau seperti ini." Ucap Alinda, dia pun sama sekali tidak mau membuat dirinya terjebak dalam keni*kmatan yang bisa di capai oleh mereka berdua di saat-saat seperti ini.
"Tidak mau apa? Rasakan saja, dan nikmati. Kau perlahan akan merasa senang dengan milikku ini." bisiknya dengan nada menggoda.