Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
92 : Pemikirannya membuatnya lelah


__ADS_3

Lelah?


Adalah rasa yang sering berkaitan dengan hati, tubuh dan pikiran yang di pekerjakan secara terus menerus.


Dan, jika sudah mencapai batasnya, itu akan menyebabkannya orang tersebut mengalami kondisi di mana tidak ada keinginan untuk melakukan sesuatu lagi.


Dan Alinda, dia pun memang benar-benar lelah, karena ia harus menyikapi ketiga pria yang dia sukai itu dengan cara yang berbeda-beda pula.


Perasaan terus di permainkan, membuatnya perlahan merasa tertekan, dan hasilnya, dari ketiga orang yang dia sukai tersebut, karena dua orang diantaranya melakukan sesuatu yang di paksakan, tidak sesuai dengan kehendaknya, Alinda akhirnya jatuh dalam pesona kebaikan dari Osborn.


Hanya dia satu-satunya orang yang mampu mengerti perasaannya.


Meskipun tampangnya itu menyatakan bahwa dia seperti orang yang galak, tapi kenyataannya hatinya itu baik. Hanya cara penyampaiannya saja yang kurang pas saja, makannya terkadang sudah pasti banyak di salahpahami oleh orang lain, termasuk Alinda sendiri.

__ADS_1


"Iya, aku memang lelah. Aku..., aku lelah jika harus memilih, aku lelah...jika aku harus berhadapan dengan orang yang tidak mengerti aku. Pokoknya, aku memang lelah, aku bahkan lelah bicara, dan berpikir." jawab Alinda.


Dia kini masih ada di dalam pelukannya Osborn. Sensasi dari aroma tubuh Osborn yang cukup maskulin, perlahan berhasil menghipnotis pikiran dan suasana hatinya Alinda, membuat Alinda semakin tidak ingin melepaskan pelukan tersebut.


'Bagaimana ini? Aku sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya, aku masih ingin menikmati pelukan dan aroma tubuhnya ini. Tapi- mau bagaimanapun aku harus mengontrol keserakahanku ini. Aku harus melepaskannya, aku haru.aku...aku harus melepaskan pelukan ini.' Meskipun pikirannya terus berbicara demikian, tapi hatinya terus saja mempunyai keinginan untuk terus menempel pada pria ini.


Namun, Alinda pun harus memikirkan image nya.


Alinda, dia pun melepaskan pelukannya. Akan tetapi, begitu dia sudah hampir sepenuhnya melepaskan pelukannya dari tubuhnya Osborn, Osborn justru kembali mendekapnya.


"O-osborn? Lepaskan-" Pinta Alinda.


"Tidak, masih belum. Walaupun kau melepaskan pelukanku, bukan berarti hatimu ingin melepaskanku, ya kan?"

__ADS_1


DEG.....


Suara Osborn yang begitu lirih, lembut, namun mempunyai pesona untuk menghasut segala pikirannya Alinda, membuat Alinda terhenyak.


'Kenapa dia bisa tahu?' Pikir Alinda. Dia yang masih bingung, dan masih tidak tahu kenapa Osborn bisa berbicara seperti itu, ia hanya diam.


Padahal, di balik pelukan yang sedang berlangsung itu, sorot matanya yang tajam itu, memperlihatkan sepasang matanya yang berkilat, dimana salah satu matanya berubah menjadi warna merah, yang artinya dia kini tengah menggunakan kekuatannya.


"Osborn, tapi kau kan punya Angie, lebih baik jangan seperti ini." Ucap Alinda dengan begitu lirih. Dia masih ingat dengan wanita cantik yang memakai gaun bridesmaids, membuat siapapun akan merasa tertarik untuk mendekatinya. 'Bahkan jika gaunnya lebih panjang lagi, dia akan terlihat seperti pengantin sungguhan. Atau, jangan-jangan mereka berdua baru saja melaksanakan pertunangan?'


Begitu memikirkan kalau Osborn dan Angie bertunangan, atau setidaknya memiliki hubungan khusus, Alinda pun mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan yang di lakukan oleh Osborn ini.


Tapi, lagi-lagi Osborn sama sekali tidak mau melepaskan pelukan tersebut.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan barusan? Angie? Kau pikir dia itu siapanya aku?" Tanya Osborn, ingin mendengar sudut pandang yang di miliki oleh Alinda ini.


__ADS_2