Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
47 : Kehadiran mereka


__ADS_3

Pagi pertama di hari yang begitu cerah, di saat Alinda sudah bangun dari pingsan sekaligus tidurnya, dia langsung disuguhi dengan dua orang pria yang berdiri di samping tempat tidurnya sambil menatap ke arahnya.


Tapi selain itu juga, ada deretan kantong belanja yang ada di lantai, selain itu juga ada seorang wanita cantik berambut panjang yang baru saja keluar dari kamar mandi di dalam kamarnya.


'Kenapa mereka semua ada di dalam kamarku?' Alinda tersenyum canggung.


"Tidak usah tersenyum jika memang tidak ingin." Ketus Osborn kepada Alinda yang senyum karena terpaksa.


"Apa maksudmu, karena tersenyum paksa itu lebih jelek ketimbang dia diam saja?" sela Evan dengan seringaian tipisnya.


'Apa itu ejekan untukku?' Alinda mendelik tajam ke arah Evan, dan bergantian ke arah Osborn, dan satu lagi, Alinda tidak tahu siapa wanita yang baru saja keluar dan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, sehingga benar-benar menampilkan lekukan tubuhnya yang cukup aduhai membuat Alinda merasa iri sendiri. 'Kenapa disini ada wanita secantik dia? Bahenol pula, aku jadi iri karena punyaku tidak sebesar miliknya.'


Alinda masih memasang wajah tercengang, betapa menakjubkannya tubuh dari wanita bernama Angie itu ketika sedang mengeringkan rambut hitamnya itu.


Bahkan karena kulitnya putih, mulus, punya tubuh yang tinggi serta sepasang kaki yang cukup jenjang, semua pria yang melihatnya sudah pasti akan terpesona.


"Oh, jadi pakaianku kebagian yang ini?" Gumam Angie, melihat satu kantong paper bag di atas meja samping pintu kamar mandi persis. "Osborn, terima kasih." Kata Angie.


"Hmm." Dehem Osborn.


Alinda yang masih dalam posisi kebingungan untuk mencerna situasi yang ada itu, tiba-tiba saja langsung memasang ekspresi wajah paling terkejut.


'A-apa?! Kenapa dia malah melepas handuknya di dalam kamar ini, bukannya di kamar dalam mandi?!' panik Alinda dengan Angie yang memilih untuk memakai pakaian di dalam kamar, padahal di saat yang sama ada dua pria ganas yang bisa menerkam mereka berdua kapan saja. Tapi, apa-apaan dengan wanita yang ada di depan sana itu?!

__ADS_1


"Kenapa kau sepanik itu?" Tanya Osborn.


"Kau tidak terkena serangan jantung kan?" kini Evan pula yang bertanya, seolah itu adalah ejekan.


Alinda menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Memangnya ada apa di bela-"


"Jangan!" Alinda yang melihat kalau Evan dan Osborn akan menoleh ke belakang, sontak langsung berteriak sambil bangun dan mencengkram masing-masing satu tangan dari kedua orang ini untuk tidak menoleh ke belakang.


Dan cengkraman dari Alinda yang begitu kuat itu membuat Evan dan Osborn seketika otomatis langsung terhuyung ke depan dan akhirnya jatuh ke tas tempat tidur secara bersamaan.


BRUKK...


"Aku pikir aku harus ganti di tempat yang kering." Jawab Angie tanpa merasa bersalah sedikitpun dengan tindakannya kali ini. "Toh mereka berdua tidak akan tertarik kepadaku, jadi kau tidak perlu khawatir"


'Apa otak perempuan ini sudah gila? Tidak tertarik apanya?! Aku sendiri yang sama-sama perempuan saja tertarik dengan tubuhmu, kau begitu entengnya malah bilang Evan dan Osborn tidak tertarik dengan wajah dan body secantik itu?' Sayangnya, Alinda sama sekali tidak bisa bicara seperti itu didepan mereka semua.


"Hei, kalian berdua, kalian tidak tertarik denganku kan?" Angie malah bertanya dengan cukup gamblang.


Evan dan Osborn pun bangkit dari posisi separuh berbaring itu dari tempat tidur dan menjawab : "Semua wanita menarik, bahkan jika bukan aku, pasti masih banyak pria yang tertarik denganmu."


"Lagian, Angie, memangnya aku hanya punya satu kamar saja apa? Mandi di kamar yang lain." Ucap Osborn juga.

__ADS_1


Mereka berdua yang sempat melihat saat terakhir Angie berpakaian, hanya berekspresi biasa, seolah memang tidak menarik?


'Mereka berdua pasti otaknya bermasalah. Angie ini, dia ini cantik loh, kenapa mereka malah seolah melihat dia ini bukan wanita?' Alinda jadi benar-benar bingung dengan cara berpikir dari dua orang pria tampan yang ada di depan matanya itu.


Benar-benar selalu di luar akal Alinda sendiri.


"Kan? Dengar sendiri, mereka berdua itu tidak tertarik denganku." Tutur Angie, sudah mengeluarkan alat pengering rambut yang di simpan di dalam laci.


Alinda tentu saja jadi menoleh ke arah mereka berdua yang sedang mencari-cari pakaian yang tersimpan di dalam tas belanja itu, lalu tiba-tiba menjembrengnya di depan Alinda.


"Pakai ini."


"Ini, kau harus pakai ini." Tidak seperti Evan yang santai dengan menjembrengnya lebih dulu agar Alinda bisa melihat model pakaian yang di keluarkan dari tas belanja itu, maka Osborn langsung melemparnya ke wajah Alinda, sehingga Alinda lah yang mencoba melihat sendiri pakaian yang di berikan oleh Osborn ini.


"Untuk apa aku pakai pakaian ini?" Alinda tidak suka, karena terlalu seksi, dan apalagi yang di perlihatkan oleh Evan kepadanya, tidak ada cocoknya sama sekali. 'Daripada aku pakai pakaian seperti ini, aku lebih baik pakai jubah mandi saja seperti ini.' Pikir Alinda.


Dan kejutan rupanya tidak hanya sampai di situ saja, sebab di detik berikutnya, pintu kamar tiba-tiba saja terbuka.


"Alinda, aku pikir kau lebih cocok pakai ini." Arsiel datang masuk dengan tas belanja di kedua tangannya.


Kelihatannya memang ada dua, tapi jangan salah dengan isinya, sebab ada lebih dari lima setel pakaian.


"K-kenapa kalian semua seperti ini?" Alinda jadi mundur karena takut dengan wajah-wajah asing ini tiba-tiba ada di dalam kamarnya semua dan apalagi yang lebih parahnya adalah tepat di saat Alinda baru saja bangun tidur.

__ADS_1


__ADS_2