
BRRMM.......BRRMM....
'Osborn?! Aku memeluk Osborn?! Aku jadi ingin terus memeluknya, bahkan jika aku mati sekalipun nantinya, aku tidak akan pernah menyesal.' Pikir Alinda dengan wajah bahagianya, sebab ia bisa memeluk punggung dari sang pujaan hatinya, yang kini pria ini tengah mengendarai motornya dengan cukup keren. 'Osborn, hahh...nanti malam aku pasti tidak bisa tidur.'
Tapi begitu ia baru saja memikirkan hal tersebut, dalam pelukan itu sendiri, perlahan Alinda pun memejamkan matanya.
Meskipun ada rasa dingin yang menerjang kulitnya, karena ia tidak memakai jaket dan hanya memakai kaos yang tipis, hal itu tidak menyurutkan rasa senangnya bisa naik motor bersama dengan pria ini, yaitu Osborn.
_____________
"Yaelah, kenapa kau terus menang sih? Mengalah sedikit kenapa?" Rutuk Angie, karena ia kalah catur dengan Arsiel.
"Aku tidak akan pernah mengalah, sekalipun yang menjadi lawanku adalah wanita cantik sepertimu."
__ADS_1
"Diamlah-" Suara milik Angie seketika menjadi cukup dingin, karena ia benci mendengar pujian itu dari mulut orang lain lagi. "Jangan sebut aku cantik, aku sudah tahu itu, tapi aku juga sudah bosan mendengarnya." Ucap Angie, akhirnya ia pun mengungkapkan rasa kesal di dalam hatinya yang masih belum padam, sebab belum lama ini dirinya baru saja kabur dari acara pernikahan temannya sekaligus menolak mentah-mentah lamaran dari calon tunangannya sendiri karena tidak sesuai dengan hatinya.
"Ok, ok, tapi jangan pasang wajah jelek seperti itu juga, mengganggu pemandangan." Cetus Arsiel dengan senyuman remehnya, lalu dengan begitu ganas, salah satu pion nya berhasil menyingkirkan satu per satu pion miliknya Angie, bahkan termasuk raja milik Angie ini.
CTAK...
"Skakmat." Ucap Arsiel, akhirnya permainan catur pun dimenangkan oleh Arisel lagi dan lagi.
"AH! Sudahlah, kalau kau menang terus, akan aku bakar papan catur ini sampai jadi abu." Marah Angie, karena kembali kalah dari Arsiel, sampai ia sudah berhasil menarik satu sisi dari papan catur untuk ia bawa pergi untuk di bakar.
"Ahh! Sana pergi, bawa itu, jangan sampai aku melihat papan catur lagi!" Ancam Angie terhadap Arsiel sekaligus papan catur yang tidak bersalah itu. "Dan itu, nah itu, bawa semuanya, dan makan sampai habis!" Tangannya yang tidak bisa diam itu, langsung meraup semua bidak catur yang bisa ia ambil lalu melemparnya kepada Arsiel.
SRAK...
__ADS_1
"Angie, kau ini perempuan, jangan kekanakan, hanya karena kalah kau jadi emo-"
BRAK....
Angie yang sudah keburu kesal itu, sontak langsung menendang meja dengan keras.
"Diam! Tidak usah banyak bicara, aku tidak mau lagi main denganmu, sama sekali tidak mau mengalah padaku, lebih baik kau mati saja sana!" Dengan ganasnya, Angie pun kembali menendang meja kayu itu ke arah Arsiel, membuat Arsiel langsung kalap menghadapi perempuan yang sedang ngamuk hanya karena gara-gara catur.
BRAK.....
"Menyusahkan, apa susahnya mengalah satu atau dua kali sih. Pantas saja sama sekali tidak punya teman, pasti kau terus menang dalam setiap sesi." Gerutu Angie, ia pun yang sudah muak dengan melihat Arsiel, bergegas pergi dari sana meninggalkan jejak amarah milik Angie.
KLEK....
__ADS_1
"Ini rumahku, kenapa jadinya seperti kebun binatang?" Dan suara milik Osborn itu, langsung menyita perhatian Arsiel yang melihat Alinda di gendong di belakang punggungnya Osborn.