Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
104 : Tautan


__ADS_3

Charlie, Evan dan Osborn pun akhirnya sama-sama melihatnya dengan jelas.


"Pft, itu tidak buruk. Lumayan." Ucap Evan dengan senyuman tipisnya yang cukup licik itu.


"Kau diamlah." Ujar Osborn, dia dengan cepat memungut jaketnya lagi dan meletakkannya di atas tubuhnya Alinda lagi.


Sedangkan Charlie, dia hanya tersenyum. "Kan, itu cukup cantik, apalagi karena tubuhnya yang masih basah, kesan seksinya semakin timbul." Oceh Charlie.


'Aku ingin sekali masuk ke lubang tikus saja.' Pikir Alinda.


Lalu tanpa basa basi lagi, Charlie yang sudah berhasil mendapatkan tubuh Alinda, segera mendekatkan wajahnya dan akhirnya mereka berdua pun berciuman.


Charlie dengan berusaha keras mengumpulkan air liurnya dan memberikannya kepada Alinda.


'Lembut, dan manis. Jarang-jarang dia diam seperti ini, lebih baik aku segera menikmati ini.' Pikirnya.


GLUK...


'A-air liur, aku menelan Air liur! Ini menjijikan! Dan a-apa-apaan dengan lidahnya ini, kenapa dia malah masuk kedalam mulutku?!' Karena masih belum terbiasa, Alinda pun jadi kelabakan sendiri.

__ADS_1


Meraup keuntungan, Alinda dan Charlie saling bertukar air liur.


"Sudah cukup, atau kau akan membuat bibirnya bengkak." Kata Evan. Giliran dia juga yang mengambil tubuhnya Alinda, dan sekali lagi, jaketnya jadi kembali jatuh.


Tanpa memberikan waktu untuk menutupi tubuhnya Alinda selain mengusap bibir Alinda dengan saputangan, agar bekas air liurnya Charlie tidak terbawa ke mulutnya Evan, Evan langsung mengambil kesempatan itu dengan cepat.


"Padahal aku masih kurang." Gumam Charlie seraya menjilat bibirnya sendiri.


'Kan, seperti terakhir kali. Tepatnya waktu aku kehilangan kendali dengan kekuatanku, setelah aku berciuman lagi dengannya, mana di dalam tubuhku jadi kembali stabil. Pasti bukan aku saja yang merasakannya, mereka berdua pasti ama-sama merasakannya juga.' Evan pun jadi merasa damai, karena gejolak dari menggunakan kekuatannya yang tadi cukup besar, membuat dirinya hampir kehilangan kontrol. Tapi berkat ciuman kali ini, gejolak dari kekuatan miliknya itu berhasil kembali tenang seperti air danau.


Setelah puas, Evan akhirnya mau melepaskannya.


CUP...


'Aku benar-benar di cium oleh mereka bertiga? Apakah aku termasuk sudah jadi bagian dari wanita yang sudah kotor? Aku bahkan menerima semua perlakuan mereka bertiga.' Pikir Alinda. Dia akhirnya meneteskan air matanya, karena di tempat, dan waktu yang sama, dirinya justru di berikan hadiah seperti itu secara tidak terduga.


'Lembut. Ini, walaupun kau harus berbagi ciuman dengan mereka berdua, tapi kau harus tahu, kalau akulah yang lebih menyukaimu, dan aku yang akan lebih memperhatikanmu, dalam hal apapun.' Dikarenakan kekuatan Alinda selalu mampu memicu kekuatan mereka bertiga, termasuk dengan Osborn sendiri. Tepat di saat mereka berdua saling bertukar air liur, tiba-tiba saja kekuatan milik Osborn aktif secara tidak di sengaja.


Hal tersebut membuat salah satu matanya itu jadi berwarna merah, dan akhirnya jadi melihat sebuah masa depan yang langsung membuat matanya membulat secara sempurna, sehingga hal itu pun membuat Osborn semakin menciumnya semakin dalam, dan memeluknya lebih erat.

__ADS_1


"Ukh..!" Rintih Alinda, dia jadi merasa sesak.


"Apakah itu berhasil?" Tanya Charlie. "Woi, kendalikan dirimu, lepaskan dia!" Pinta Charlie kepada Osborn yang terlihat begitu menggebu dalam menjamah bibirnya Alinda.


"Ukh..! L-lepas, sesak." Pinta Alinda, dia yang akhirnya bisa mengekspresikan perasaannya lagi tanpa ada kendala, karena tubuhnya di peluk dengan sebegitu erat oleh Osborn, dia pun mendorong dada bidang Osborn.


"Phuah...!" All, Alinda dan Osborn, mereka berdua akhirnya melepaskan ciuman mereka berdua setelah Alinda benar-benar sadar dan ingin melepaskan diri dari tautan itu.


"Uhukk..uhuk..., hah..hah..., apa kalian tidak merasa jijik?" Tanya Alinda dengan tiba-tiba, seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya untuk menutupi apa yang ia miliki itu.


"Jijik apanya, itu sungguh terasa manis, Alinda." Charlie kembali menjilat bibirnya lagi seraya memberikan tatapan penuh na*su kepada Alinda, apalagi dengan penampilannya saat ini yang memang cukup menggoda itu.


"Pakai ini." Kata Osborn, memberi tawaran untuk memakai jaketnya.


"Ini saja." Sela Evan, karena dia memakai mantel coat berwarna Navy, dan karena selain ukurannya yang besar, juga memiliki ukuran yang panjang juga, jadi ketika Alinda segera memakainya, itu sudah seperti daster, tapi sayangnya karena kebesaran jadi terlihat aneh.


"Ta-tapi aku ucapkan terima kasih." Kata Alinda, tidak berani menatap mereka bertiga secara terang-terangan. "Aku jadi bisa selamat dari makhluk itu, dan aku tidak tahu caranya untuk membalas kalian bertiga." Imbuhnya.


Mendengar hal itu, mereka bertiga pun saling pandang satu sama lain, sampai Evan diam-diam mendengar satu panggilan dari Rahel tentang satu rahasia besar yang akan terjadi setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2