Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
85 : Berebut


__ADS_3

"Kalau begitu sekarang kau bisa memakaikannya padaku kan?" Tanya Evan, begitu Alinda sudah mengambil pakaian pilihannya itu.


"T-tapi, bu-bukannya kau bisa me-makainya sendiri?"


"Bisa atau tidak, sekarang pilihanku adalah agar kau memakaikannya." Ucap Evan sekali lagi. Begitu dia memiliki status yang memang tinggi, dia pun memang mampu untuk mengendalikan segalanya, bahkan termasuk wanita ini.


Wanita yang sebenarnya sudah pasti mau-mau saja di perlakukan seenaknya oleh Evan sendiri. Tapi karena malu ataupun karena merasa gengsi, maka dari itu Alinda pun tetap pada pendiriannya untuk tidak begitu menuruti kemauan untuk saling menyatu.


"Ayo, jika kau bahkan tidak mau melakukannya, aku akan menuntun tanganmu itu untuk melakukannya untukku." Imbuh Evan.


Dan begitulah kehidupan Alinda di dunia lain itu sendiri. Begitu ia akhirnya bisa dipertemukan dengan ke tiga cogan nya, ia pun selalu mendapatkan hujan godaan yang sangat panas dari masing-masing karakter.


Siapa yang tidak bisa menahannya coba? Selain selalu bicara untuk menyangkal semua keinginan yang sebenarnya di miliki oleh Alinda.


Termasuk ketika ia harus memakaikan baju ke tubuhnya Evan.

__ADS_1


SRUK...


'Y-ya ampun, mataku benar-benar ternodai. Kenapa dia punya wajah dan tubuh sebagus itu? Kenapa dia sangat sempurna?' Pikir Alinda, dia mulai terbuai dengan penampilan Evan yang sepenuhnya hampir telanjang, karena masih menyisakan celana boxer yang melekat dan menyelimuti dengan baik kedua kakinya itu. 'T-tahan, sabar-sabar, dia hanya karakter dari game saja, dia tidak nyata, tidak nya-'


Begitu pikirannya sama sekali belum selesai mengatakan yang ingin ia katakan di dalam kepalanya, tiba-tiba saja salah satu tangannya Evan melingkar di pinggangnya Alinda, menariknya dalam pelukan, Evan dengan segera mendaratkan sebuah ciuman untuknya.


CUP.


'Evan?!' Mata Alinda pun kembali terbelalak, sebab kenyataan tidak terduga yang ia dapatkan adalah mendapatkan ciuman dari satu orang lagi.


'E-eva? Kenapa dia melakukan ini? T-tubuhnya yang telanjang itu! Akh..t-tunggu, kenapa aku tiba-tiba merasakan ada yang panas dan mendesak di area bawah sana?' Alinda langsung mengernyitkan matanya saat ia harus menghadapi nafsu miliknya yang tiba-tiba saja muncul karena Evan yang berhasil memicunya.


SRAKK.....


Kibaran sayap yang menghasilkan angin yang cukup besar, tiba-tiba saja langsung menerjang tubuh mereka berdua yang sudah menempel.

__ADS_1


Dan kibaran sayap itu milik Charlie, yang akhirnya sadar dari pengaruh kekuatan milik Evan.


"Alinda, apa kau akhirnya menginginkan laki-lak itu ketimbang aku?" Dalam sekali kibaran, Charlie langsung berpindah tempat dari atas kasur jadi ke atas lantai.


"B-bukmphh..!" Alinda yang hendak menjawab itu, langsung di cegat oleh Evan yang masih menginginkan lebih, sampai-sampai menara tersembunyi yang tadinya terbungkus rapi di bawah sana, sekarang tiba-tiba saja sudah mulai berdiri tegak.


Semakin paniklah Alinda merasakan desakan kuat yang ingin mendesak masuk kedalam pangkal pahanya.


'G-gawat, jika aku tidak bisa lepas dari dua orang ini, aku benar-benar akan habis. Aku akan habis di makan oleh mereka berdua!' Teriak Alinda di dalam benak hatinya.


"Alinda, kau harus ikut aku." Tarik bahunya Alinda.


Tapi karena rangkulan dari tangan kanannya Evan jauh lebih kuat untuk menguasai tubuhnya Alinda, sontak hal tersebut membuat Charlie kalah, jika hanya melakukan itu.


Makannya, setelah Charlie menghilangkan kedua sayapnya itu, dengan sengaja Charlie malah membuat ulah dengan bersaing ketat dengan Evan.

__ADS_1


__ADS_2