
"GHMM..!" Alinda mencoba untuk terus meronta, tapi dia sama sekali tidak memiliki tenaga untuk melampaui kekuatan dari orang ini. 'Habislah aku, habislah. Katanya tidak akan ada orang asing yang masuk, kenapa dia bisa ada di dalam rumah?'
Ketakutan itu pun membuat Alinda menitiskan air matanya. Padahal dirinya sudah punya gebetan, tapi apa ini? Sekarang dirinya sedang di cium oleh seorang laki-laki yang entah siapa, Alinda benar-benar tidak tahu siapa.
'Tidak, aku tidak mau ada hal buruk lagi selain ciuman pertamaku di rebut.' Kedua tangannya sama sekali tidak bisa Alinda gerakkan, sebab di cengkram cukup kuat oleh pria ini.
Hingga, di tengah-tengah ketegangan yang ada, ada bayangan hitam yang ada di belakang pria ini persis.
Apakah dia penyelamat? Ataukah komplotannya?
Apa yang bisa Alinda lakukan saat ini? Apakah sebuah keputusasaan?
Sampai tidak lama kemudian, sebuah hantaman keras langsung datang.
BRUKK...
Pria yang tadi berhasil merebut ciumannya Alinda, seketika langsung ambruk dan pingsan.
"Alinda, kau baik-baik saja?"
Suara hangat penuh dengan kekhawatiran, kandungan dari perasaan itu langsung menyelimuti ketakutan yang masih di alami oleh Alinda.
"Tidak." Jawab Alinda singkat. Hanya dengan mendengar suaranya saja, Alinda tahu bahwa orang yang baru saja menyelamatkannya itu adalah Osborn.
"Dimana Arsiel?" Osborn bertanya sambil membantu Alinda untuk berdiri.
Tapi karena kedua kakinya cukup lemas dengan rasa syok yang ia alami, Alinda pun tidak bisa berdiri dengan sempurna, sampai hampir saja dia terjatuh kembali sebelum Osborn menopang lebih dulu tubuhnya sebelum terjatuh.
Kedua tangan kekar milik pria ini pun berada di bawah kedua ketiaknya Alinda, membopongnya dan akhirnya malah menggendongnya di kedua tangannya Osborn.
"Arsiel, pergi karena pekerjaannya." Jawab Alinda lirih.
__ADS_1
Betapa jantungnya tidak bisa Alinda kontrol itu, ia merasakan untuk yang kedua kalinya, merasakan dirinya di gendong oleh Osborn, dan membuat tubuhnya jadi bersentuhan satu sama lain.
Aroma, kehangatan yang di miliki oleh pria ini, memang tidak bisa id bandingkan dengan apapun. Sangat, membuat Alinda merasa tenang.
"Terima kasih, jadi menolongku lagi." Kata Alinda.
"Lagi pula dia kan orang yang menyusup kerumahku, kau tidak perlu berterima kasih." kata Osborn.
'Bagaimana dia bisa bilang seperti itu? Kalau dia terlambat sedikit saja, aku pasti sudah kehilangan sesuatu yang berharga. Pastinya. Tapi-' Alinda tiba-tiba saja jadi menunduk. Dia sangat trauma, dan apalagi kesedihan yang ia alami itu karena ciuman pertamanya di renggut. 'Coba ciuman pertamaku ini untuk Osborn. Aku jadi pengen nangis.'
Alinda jadi semakin diam, dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di antara tubuh dan dada bidang milik Osborn. Dia tidak ingin melihatkan ekspresi wajahnya yang sudah mulai kacau, karena ingin menangis.
"Hiks..., hiks...m-maaf, aku jadi..hiks nangis lagi di hiks depanmu...hiks..hiks..." Alinda bicara dengan cukup lirih, karena dia sendiri bicara di dalam tangisan yang ia coba untuk Alinda tahan.
"Menangislah jika ingin menangis." Pesan Osborn kepada Alinda. Dan Alinda sendiri seketika jadi langsung menangis sejadi-jadinya.
"Huwaaa...., jika tidak ada kau..hiks, aku tidak tahu apa yang akan hiks...terjadi kepadaku. Hiks..., tadi menakutkan..., aku sangat takut." Ungkap Alinda dengan perasaannya yang sudah cukup kacau balau, sampai ia menangis sesenggukan di depan Osborn langsung, bahkan sampai Alinda segera ingusnya keluar. "T-tapi ciuman .., huwaa...ciuman pertamaku di renggut. Huwaa...hiks, hiks.."
Alinda terus saja menangis, dia tidak rela jika ciumannya itu di rebut.
'Jadi alasan dia nangis karena ciuman pertama?' Osborn sempat menoleh ke samping kiri, terlihat, pria berambut coklat memakai mantel berwarna hitam, sudah terbaring tidak sadarkan diri akibat pukulan yang Osborn berikan di belakang kepala orang tersebut.
Alasan dari listriknya padam adalah karena adanya korsleting listrik, jadi sekarang yang menyala adalah lampu darurat yang baru saja Osborn nyalakan.
"Hiks..., bagaimana, ciuman pertamaku...hiks.." Alinda terus saja menangis dalam gendongannya Osborn.
Osborn yang hanya diam tidak tahu harus apa untuk menenangkan hati Alinda ini, hanya menggendongnya dan membawanya pergi ke dalam kamar.
"Istirahatlah, aku akan mengurus orang itu." kata Osborn, tepat selepas dirinya membaringkan Alinda di tempat tidur.
"Jangan pergi." Alinda tiba-tiba saja meminta Osborn untuk tidak pergi dari sisinya?
__ADS_1
Mendengar permintaan itu, Osborn langsung membelalakkan matanya dengan sempurna.
Seorang wanita yang masih lajang, tidak membiarkan pria yang sama-sama masih lajang pergi dari kamar itu sendiri?
'Apa dia tahu, kalau perkataannya bisa membuat pria manapun akan jadi salah paham?' Pikir Osborn, melihat ujung jarinya tiba-tiba di pegang oleh tangan mungil dan ramping milik Alinda.
"Jangan pergi..., dulu. Apa kau mau temani aku sampai tidur? Aku masih takut." Alinda bicara dengan nada gemetar, sampai Alinda menggigit bibir bagian bawahnya.
Betapa kotornya saat ini bibirnya sudah di sentuh dan sudah direnggut oleh orang lain.
Osborn yang melihat betapa syok nya Alinda ketika bibir itu di cium oleh pria lain yang tidak di kenal oleh Alinda, entah kenapa jadi tidak tega melihat kekecewaan yang terus terlihat di ekspresi wajah ketakutan yang bercampur dengan kesedihan itu.
Maka dari itu, saat Osborn yang tadinya sudah berbalik dan memunggungi Alinda, dia pun langsung memutar tubuhnya kembali dan menghadap ke arah Alinda yang sudah memejamkan matanya.
Osborn membungkuk dan mendekatkan wajahnya, begitu melihat ketakutan di wajah nya Alinda, masih saja belum pergi.
"Apa jika aku merebutnya darimu, kau bisa lebih tenang dari ini?" Bisik Osborn, tepat di depan wajah Alinda, sehingga Alinda sendiri pun seketika membuka matanya kembali.
Di saat itulah, detik-detik ketika Alinda membuka kelopak matanya, sebuah kecupan itu segera menyapa ke bibirnya lagi.
Tentu saja berbeda dari apa yang terjadi tadi, karena ciuman tadi sedikit kasar, maka tidak dengan yang di lakukan oleh Osborn ini, sebab Osborn melakukannya dengan cukup lembut.
'Kenapa Osborn mau melakukannya? Padahal aku pikir dia bukan orang yang akan seenaknya begitu mencium orang asing sepertiku. Tapi ini, kenapa?' Pikir Alinda, masih memasang wajah terkejut ketika Osborn yang terlihat dari luar cukup dingin, ternyata pria ini mampu memberikannya sebuah kehangatan dengan sekedar ciuman lembut itu sendiri.
Sampai, perlahan isi kepalanya jadi kosong.
Dia tidak tahu harus bagaimana menanggapi apa yang Osborn lakukan ini, sebab saking terkejutnya Alinda.
Bukan sekedar ciuman biasa, bahkan itu lidahnya pun sampai mau merambah masuk kedalam mulutnya?!
Alinda semakin membelalakkan matanya, bagaiman? Pria ini bisa semahir itu dalam melakukan ciuman?
__ADS_1
Tapi semua pertanyaan yang ada di dalam kepalanya Alinda, sama sekali tidak bisa dia utarakan, selain merasakan permainan singkat yang dilakukan oleh pria ini kepadanya.
'Lembut, hangat, dan ..., aku sangat menyukainya. Apa karena aku sangat menyukainya, makannya apapun yang di lakukan oleh Osborn, bisa aku terima dengan mudah?' pikirnya.