Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
81 : Evan penyelamat


__ADS_3

"Kalian teryata sedang bersenang-senang di belakangku."


Suara khas dari seorang laki-laki itu berhasil mewarnai ketegangan batin milik Charlie dan juga Alinda.


Ketika Charlie melepaskan tautan dari ciumannya itu, Alinda menemukan sosok Evan yang baru saja kelar mandi.


'Evan. Aku rasa hanya Evan dan Osborn saja yang punya akal sehat, ketimbang Charlie.' Pikirnya. Dan begitu Alinda ingin pergi dari kungkungannya Charlie, dengan cepat, Charlie menekan kedua bahunya alinda.


"Kau tidak boleh pergi." Tatap Charlie terhadap Alinda yang terlihat sudah ketakutan, bahkan sampai air matanya pun sudah mengalir dalam diam.


"Kau pemaksa sekali, aku pikir kau punya otak yang waras, apa gara-gara terlalu lama menjadi dokter dan sering melihat hal yang biasanya dokter sepertimu lihat pada orang yang kau operasi, makannya kau jadi seperti itu?" Ejek Evan, dia berjalan menghampiri mereka berdua dengan senyumannya.


"Ak-"


Dan seperti yang di harapkan kepada pria bersurai aram temaram itu, seketika pergerakan dari tubuh Charlie pun terhenti.


Benar, dengan posisi kedua sayap Charlie yang berkibar dengan begitu lebar, bahkan pria ini tidak bisa mematahkan kekuatan yang di miliki oleh Evan.

__ADS_1


"Kau pasti sangat lelah dengan situasi dan kondisimu yang tidak bisa di ajak kerja sama, ya kan?" terka Evan.


Alinda yang kembali diselamatkan oleh Evan, hanya diam dan enggan untuk berkomentar apapun selain mencoba untuk pergi keluar dari area tempat tidur itu sendiri.


"Terima kasih." Lirih Alinda sambil duduk di tepi tempat tidur tersebut dengan kepala yang menunduk.


Evan yang tahu apa permasalah pada diri Alinda ini, kemudian berjalan mendekat dan berhenti tepat di depan Alinda.


"Apa kau mau tinggal di tempatku?"


Satu pertanyaan itu pun berhasil menarik perhatian Alinda dengan sedikit keterkejutannya.


Alinda terdiam, ia bingung sekaligus juga punya kecemasannya sendiri, apakah Evan akan menepati janji seperti yang di ucapkan nya itu?


"Apa kau tidak senang bisa berada di dunia ini lagi?"


"Apa?" Alinda yang dari tadi diam tanpa mengatakan sepatah kata pun, akhirnya merespon cepat atas ucapannya Evan barusan.

__ADS_1


Dengan bertanya sebuah pertanyaan singkat dengan wajah bingungnya itu, Evan menarik sudut bibirnya, lalu ia pun duduk di samping Alinda.


'Kenapa suasananya jadi aneh seperti ini? Aku jadi deg-degan. Tapi apa maksud dari perkataannya itu tadi? Kelihatannya dia memang akan bicara sesuatu yang cukup penting.


Tapi- memangnya boleh, bicara berdua di sini, sedangkan Charlie-' Ketika Alinda melihat ke arah belakang, ia melihat Charlie sama sekali tidak bergerak, kecuali bola matanya.


Terkejut setengah mati melihat matanya Charlie ternyata bisa bergerak, padahal Evan sendiri sudah menggunakan kekuatannya, tiba-tiba Alinda jadi takut sendiri.


Dia takut dengan Charlie, secara spontan seperti itu. Makannya, ia pun secara refleks, jadi mencengkram ujung lengannya Evan.


"Apa kau takut?"


"Aku pikir kekuatanmu sepenuhnya bisa membuatnya tidak bergerak." Balas Alinda, ia tidak sadar tetap mencengkram ujung dari jubah mandi milik Evan terus.


"Dia bukan manusia biasa, jadi walaupun aku menggunakan kekuatanku, dia masih bisa menggerakkan matanya. Tapi hanya sebatas itu saja, jadi kau jangan khawatir." Jelas Evan, lalu menarik tangan kirinya yang hampir bersentuhan tangan dengan Alinda.


Sebab, jika di biarkan terus, dan membuat kedua tangan mereka berdua bersentuhan, yang ada maka adalah kekuatan miliknya jadi tidak berfungsi, dan Charlie yang ada di belakangnya itu akan kembali bergerak.

__ADS_1


'Apa dia berbicara seperti itu untuk menenangkanku?' Lirik Alinda, ia tidak percaya kalau Evan yang nampak seperti pria yang angkuh, kini bisa bicara normal dengannya.


__ADS_2