Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
63 : Misi Osborn 2


__ADS_3

"Wowh..., dia tampan sekali."


"Wah, gila, aku baru lihat ada pria setampan dia datang kesini. Apa dia mau pesan jas?"


"Halo Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya wanita berkacamata ini terhadap Osborn yang baru saja masuk kedalam salah satu butik khusus.


Tentu saja, dengan kehadiran pria ini, beberapa pengunjung serta pegawai dari butik itu, langsung tersipu gara-gara Osborn memang mempunyai wajah tampan yang mampu menarik minat para wanita di sana untuk menambah dosa mereka sendiri tanpa mereka sadari.


"Aku sewa jas pengantin warn aputih." jawab Osborn.


"Whaa~ Jas pengantin."


"Jangan-jangan dia ingin nikah."


"Yah, berarti kita terlambat? Padahal juga mau kenalan dulu."


Banyak bisikan yang menyertai mereka semua dan mengisi seluruh tempat dari butik tersebut.


"Baik, mari saya antar agar anda bisa memilih." Kata pemilik butik dengan ramah tamah nya.


Osborn pun langsung pergi mengikuti wanita tersebut dan langsung di hadapkan dengan lemari pakaian yang berisi dengan jas pengantin yang sudah siap pakai.


Ada juga yang di pakai ke patung manekin, sehingga bisa langsung terlihat jelas body, ukuran dan style dari jas tersebut.


Osborn yang tidak ingin terlalu membuang waktu untuk memilih, langsung mengambil pilihan dari jas yang ada di patung manekin tersebut.


"Aku pilih itu." Dengan wajah datar, Osborn menunjuk manekin itu.


"Anda punya mata yang jeli, ini hanya ada satu ukuran saja, yakin anda hanya mau menyewanya saja?" Tanya wanita ini, mencoba untuk menghasut pria tampan ini agar mau membelinya saja sekalian.

__ADS_1


'Hanya ada satu? Sebenarnya bisa aku beli sih, tapi memangnya aku akan menikah? Lagian, hanya di pakai sekali kan?' Pikirnya.


Sampai tiba-tiba saja Osbon menemukan ada gaun pengantin yang dipajang di sebuah etalase.


Bukan etalase depan toko, namun di ruang khusus, yang mana gaun tersebut di simpan dengan cukup cantik di dalam sebuah lemari kaca.


"Apa anda ingin me-"


"Aku hanya ingin menyewanya saja." ketus Osborn, dia tidak mau terhasut dengan barang yang bagi Osborn sendiri tidak akan berguna untuk beberapa waktu ini.


Walaupun, Osborn merasa ada yang ingin dia beli, untuk seseorang. Bukan sesuatu yang mewah, karena Osborn pikir hadiah yang simpel adalah hadiah terbaik yang tidak akan membebani orang yang menerimanya.


"Buatkan rok tiga perempat dengan kain yang dibuat di gaun itu, hari ini selesai juga." Perintah Osborn.


Dengan senyuman cerah, wanita ini pun mengangguk setuju. "Baik, saya akan berusaha untuk membuatkannya sekarang juga." Jawabnya. "Jadi jas yang anda inginkan, anda pakai atau-"


Osborn yang lupa untuk tidak tersenyum sembarangan, tapi malah tersenyum gara-gara teringat dengan wanita yang ada di rumahnya, sontak membuat semua orang di dalam butik itu langsung heboh.


"Ya ampun, hatiku merasa makin meleleh."


"Tapi sayangnya dia sudah punya pasangan."


"Heheh, kalau mau, aku bisa jadi yang kedua."


'Mereka ini-' Osborn mencoba untuk menahan kesabarannya gara-gara para wanita yang mengganggu itu.


_____________


"Angie, hari ini kau cantik sekali." seorang wanita penata rias memuji kecantikan dari Angie, orang yang ia rias sedemikian cantik layaknya bidadari.

__ADS_1


Dan asistennya yang baru saja masuk kedalam kamar, menambahkan. "Bahkan lebih cantik dari pada pengantinnya. Bagaimana nih, jangan sampai mempelai prianya salah wanita lagi."


"Kalian berdua, jangan bahas soal itu lagi, aku bosan mendengarnya." Tolak Angie. Dia benar-benar merasa enggan untuk mendengar bumbu pujian mengenai dirinya cantik, karena pada hakikatnya Angie ini memang sudah cantik dan hanya saja Angie sudah sampai bosan sendiri dengan pujian itu.


Baginya semua itu hanyalah mulut manis yang hanya bertahan sementara waktu.


Kalau saja tiba-tiba wajahnya jelek karena pernah mengalami kecelakaan, sudah pasti pujian itu sudah tidak ada artinya lagi bagi Angie. Jadi, dari pada memuji-muji cantik, padahal kecantikan itu sendiri tidak akan bertahan lama, Angie lebih suka mulut mereka diam saja dan melakukan pekerjaan mereka seperti yang seharusnya.


"Kenapa bosan? Kami saja tidak bosan dengan melihatmu, kenapa kau malah bosan sendiri?" Wanita ini pun bertanya dengan ekspresi bingung pada Angie yang mana ucapannya terdengar aneh, untuknya.


"Kecantikan itu hanya bersifat sementara-" Angie diam sesaat, lalu Angie menoleh ke arah mereka berdua dan berkata lagi, "Jika besok aku jadi jelek, apakan mulut kalian masih bisa mengataiku cantik dengan tulus seperti tadi?"


DEG...


Dengan tatapan Angie yang memang terlihat cukup dingin dan mengintimidasi mereka berdua, kedua orang itu pun langsung dibuat bungkam, sebab apa yang di katakan oleh Angie ini memang cukup masuk akal, dan mereka berdua tentu saja tidak mampu membuat sangkalan, yang bisa membuat mereka dalam pembicaraan yang lebih lebar lagi.


"Dengar ya, jika berhadapan denganku, aku harap tidak usah basa-basi pakai memujiku, aku sangat risih. Tapi jika itu orang lain, kalian silahkan saja.


Hanya saja, jika kalian berdua bahkan akan membicarakan masalah ini di belakangku, aku tidak yakin kalian berdua bisa menggunakan mulut kalian lagi. Kalian mengerti maksudku kan?" Jelas Angie panjang lebar.


Kedua orang itu pun mengangguk paham.


Angie awalnya terdiam, mencoba melihat situasi dari dua orang di belakangnya itu.


"Kalau riasanku sudah selesai, aku pergi."


"I-iya, riasan anda sudah selesai kok, anda bisa keluar sekarang." Jawab wanita penanggung jawab dari penata rias pengantin ini terhadap ucapan Angie yang cukup tegas itu.


Angie pun keluar dari sana, dengan memakai gaun putih layaknya pengantin, namun posisinya dia adalah seorang bridesmaid.

__ADS_1


__ADS_2