
BRMMM......
Suara knalpot motor milk dari pria berambut hitam ini langsung menembus terjangan angin dalam kecepatan yang cukup tinggi.
Dia terus mencari jalan menuju tempat yang sudah dia tebak posisi dari orang yang di carinya ada dimana, sampai dia akhirnya menemukan pantai dengan tebing yang cukup terjal ada di samping pantai itu sendiri, dan di sanalah Osborn, dia akhirnya menemukan sebuah mobil yang cukup Osborn kenali, sebab mobil itu digunakan untuk menculik Alinda tujuh bulan yang lalu.
Mobil berwarna putih milik Farrel.
Osborn menghentikan laju motornya di samping mobil tersebut dan melihat kondisi di dalam mobil itu rupanya sudah kosong.
"Alinda, kemana Farrel membawanya pergi?" Gumam Osborn seraya menyibak rambut serabai hitam miliknya ke belakang dengan menggunakan jari jemari tangannya itu.
Lautan biru yang awalnya begitu indah dan memperlihatkan pemandangan kilauan layaknya kristal, kini tepat di ujung cakrawala ada langit kelabu yang cukup besar sudah mulai mendekat.
'Sebentar lagi mau hujan. Tapi- kemana Farrel pergi membawanya?' Pikir Osborn begitu dia melihat kembali mobil milik Farrel serta sebuah muntahan yang mengotori rumput hijau itu dengan pemandangan paling tidak mengenakkan.
__ADS_1
Hanya dengan sekali melihatnya, Osborn tahu kalau Alinda mabuk kendaraan.
Tapi, lebih dari pada itu semua, Osborn hanya memiliki satu harapan, kalau seseorang yang ia benci setidaknya bisa membawa Alinda kembali.
'Karena aku tidak bisa menemukannya, berarti ini ada kaitannya dengan perbedaan alam. Ini bukan keahlianku, tapi keahlian anak itu. Aku hanya bisa berharap kalau Alinda bisa di temukan.' Pikir Osborn lagi. Lantas dia pun memejamkan matanya sesaat, dan ketika Osborn membuka matanya, salah satu iris matanya yaitu tepatnya di sebelah kanannya, warna iris matanya berubah menjadi warna merah.
Osborn, dia menggunakan kekuatannya yang mampu untuk memprediksi masa depan untuk beberapa menit ke depan.
Dan hasilnya. ....
Saat Osborn menatap lautan itu, pikirannya pun terus terpaku pada angin besar yang nantinya tiba-tiba datang.
Sampai di satu menit kemudian, warna matanya kembali normal, dan tidak lama kemudian hembusan angin pun akhirnya datang.
WUSSHHH.....
__ADS_1
"...!" Osborn langsung menyipitkan matanya untuk mencegah terjadinya debu yang masuk kedalam matanya.
"Mhh..!"
Dan satu suara lenguhan itu, berhasil membuat Osborn membuka matanya lebar-lebar, karena ia akhirnya melihat wanita yang ia tunggu itu.
"Apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Charlie selepas dia berhasil melepaskan tautan mulutnya dengan mulutnya Alinda.
Namun, pertanyaan dari Charlie itu hanya di tanggapi dengan keterdiaman Osborn.
"Kelihatannya belum lama. Tapi akulah yang sampai duluan." Kata Charlie, melepas suasana tegang itu dengan menurunkan Alinda dari pelukannya.
"Phuah...hah...hah....hah.." Begitu Alinda berhasil di lepaskan oleh Charlie, kedua kakinya yang sempat menapak ke tanah akhirnya langsung bersimpuh saking lemasnya.
"Alinda, kau tidak apa-apa?"
__ADS_1
"A-aku tidak apa-apa berkat Charlie yang datang tepat waktu." Jawab Alinda, dia langsung menunduk dan tidak berani menatap wajah dari mereka berdua.
Suaranya gemetar, bahkan bibirnya pun serasa tidak mampu untuk berbicara lagi karena mulutnya saat ini sedang kebas gara-gara Charlie yang berhasil menciumnya, tapi lebih dari pada itu adalah pengalaman tak biasa yang ia alami benar-benar berhasil membuat Alinda merasa itu adalah pengaman tak terlupakan yang sangat menguras mentalnya.