Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
44 : Luapan kebahagiaan


__ADS_3

Setelah melakukannya sedikit lama, Osborn akhirnya melepaskan tautan itu dan melihat wajah sipu malu Alinda yang begitu menggoda.


"Aku sudah merebut ciumannya lagi, apa kau bisa tenang dan membiarkanku pergi?" Tanya Osborn, bahkan dengan ekspresi wajahnya yang tidak berubah sama sekali dari ekspresi datar.


Alinda pun mau melepaskan tangannya yang sempat memegang ujung jari milik Osborn, dan mau membiarkan pria ini pergi.


'Aku benar-benar malu.' Apalagi karena masih di tatap dengan tatapan mata Osborn yang cukup dingin, Alinda jadi salah tingkah sendiri.


Dia segera berbalik dan memunggungi Osborn, sehingga pria itu hanya mampu menatap punggungnya saja.


KLEK...


Osborn pun benar-benar pergi dari kamar, dan meninggalkan Alinda sendirian.


'Kenapa..., dia mau melakukannya?' Rona pipinya tidak bisa padam sepenuhnya. Mengingat kilas balik apa yang terjadi sesaat tadi, Alinda kembali menyentuh bibirnya.


Perasaan hangat disertai kelembutan, dan apalagi jika saat dirinya merasakan pertukaran air liur, betapa Alinda tercengangnya itu.


'Padahal bertukar air liur, kenapa tiba-tiba aku merasa jijik?' Detik hati Alinda.

__ADS_1


Dan Alinda pun langsung menarik selimut sampai kepala, menutupi seluruh tubuhnya selain wajahnya.


Langit malam yang di temani bulan purnama berwarna biru, membuat secercah cahaya malam yang cukup lembut itu, berhasil menemani malam pertama miliknya.


Akankah malam ini akan membawanya kedalam malam mimpi yang indah, ataukah buruk?


Alinda sama sekali tidak bisa memprediksinya.


______________


Osborn, setelah dia keluar dari kamarnya Alinda, lidahnya tiba-tiba saja menjulur ke depan dan menjilat bibirnya.


"Akhhh..., beraninya kau memukulku." Rintih pria ini, tidak suka kepala bagian belakangnya di pukul?


"Itu kan salahmu sendiri. Kenapa tiba-tiba melibatkan dia dalam ketakutannya lagi?" Tanya Osborn, nadanya begitu dingin ketika dia akhirnya melihat pria yang barusan Osborn pukul adalah Evan. "Dan kau, menyelinap masuk kedalam rumahku, apa kau sungguh orang itu? Tidak etis sekali ya, rasanya melihatmu diam-diam masuk kedalam rumah orang." Cibir Osborn.


"Suka-suka aku. Dimana dia? Urusanku masih belum selesai." Tanya Evan. Dia terus memijat belakang kepalanya, alias tengkuknya yang cukup sakit, gara-gara di pukul oleh Osborn, tanpa terlihat adanya menahan kekuatannya.


"Pulang saja, dia sudah ketakutan karenamu. Lagi-lagi, kau membuatnya takut, apa kau sungguh pria?"

__ADS_1


"Berisik sekali mulutmu!" Evan pun mendelik tajam ke arah Osborn, dan Osborn sendiri langsung membalas tatapan itu dengan aura yang sama.


Dan adu tatap mata pun terjadi diantara mereka berdua.


"E-evan?" Suara kecil itu pun berhasil merusak suasana tegang diantara Evan dan Osborn itu sendiri.


Dan suara kecil dengan anda ragu-ragu, berasa dari belakangnya Osborn.


Pintu kamar yang tadinya tertutup rapat, kini sedikit terbuka dengan separuh wajah milik Alinda, cukup terlihat dengan jelas, sampai Evan cukup terpana karena Alinda rupanya memanggil namanya, padahal beberapa saat yang tadi, jelas ada banyak ketakutan dari diri Alinda ini.


'Jadi yang tadi menciumku itu Evan? Tapi kenapa? Kenapa tiba-tiba ada pria ini juga di sini? Bahkan sampai menargetkanku dalam rencana yang membuatku ketakutan setengah mati? Atau, dia memang sifatnya seperti itu? Selalu diam-diam melakukan sesuatu sesuka hati pada orang lain?' Rentetan pertanyaan pun masuk dan terlintas di dalam otak kecilnya.


Ada perasaan takut yang masih tersisa, tapi berkat keberadaan Evan yang tampan dan memberikan angin segar baru, Alinda seakan merasa tidak masalah dengan keberadaannya Evan ini, karen Evan juga masuk kedalam daftar dari pria idamannya Alinda.


Tapi, tentu saja. Berkat kelimpahan hati dari perasaanya yang cukup membahagiakan, hatinya dan perasaannya yang melampaui batas maksimal dari akal sehatnya, sontak membuat Alinda yang awalnya tersenyum-senyum sendiri bagaikan orang gila, langsung pingsan di tempat.


BRUKK....


"Alinda?!" Osborn yang lagi-lagi khawatir dengan kondisinya, langsung berlari masuk kedalam kamar, dan sudah melihat tubuh Alinda yang tergeletak dengan pose tubuh yang membuat Osborn dan Evan sendiri merasa tergoda.

__ADS_1


"Bagaimana orang sepertimu yang kelihatan sok disiplin, tidak memberikannya pakaian?" Ejek Evan, membalas sindiran Osborn beberapa saat tadi.


__ADS_2