
"Sudahlah, aku saja yang memperbaikinya." Dengan langkah lebar, Osborn dengan cepat sampai di samping tempat tidurnya Alinda.
Dia tanpa sadar jadi sempat melihat wajah Alinda yang terlelap tidur itu.
Demi menarik kembali akal sehatnya lagi, Osborn cepat-cepat mengambil handphone android berwarna putih.
Sangat kontras dengan Osborn sendiri yang lebih menyukai apapun yang berwarna gelap.
_______________
Tiga jam kemudian.
Alinda yang tadinya terus saja memejamkan matanya, perlahan terbuka dan melihat langit-langit dari sebuah ruangan alias kamar yang cukup asing baginya.
"Ini kamar siapa?" Gumam lirih Alinda dengan mata yang masih mamai itu, Alinda melirik ke arah kanan dan kiri.
Di bagian kiri dia melihat adanya pintu kamar, sedangkan sebelah kanan ada pintu jendela full glass yang mana, di balik pintu itu ada taman kecil.
Karena tidak ada jawaban jika bertanya pada dirinya sendiri, Alinda pun mencoba untuk bangun.
Rasa sakit di kepalanya masih tetap ada. Tapi karena tidak sesakit seperti sebelumnya, Alinda pikir dia bisa pergi keluar dari kamar dan mencari tahu kenapa ia ada di kamar, atau apapun, terlebih lagi ia ada di rumah mewah.
__ADS_1
KLEK....
Ketika pintu itu terbuka, betapa mengejutkannya bagi Alinda sendiri, sebab ia baru pertama kali melihat adanya rumah yang begitu mewah. Bahkan sampai tempat bagian dapurnya saja menyatu dengan ruang tengah juga ruang tamu, tempat strategis berisi harta karun pun membuat Alinda menjejakkan pertama kalinya di dapur itu lebih dulu.
'Air, aku butuh air dulu.' Pikir Alinda. Dengan bertelanjang kaki, Alinda berjalan masuk ke wilayah dapur, dan melihat ada satu orang yang sedang merangkak masuk kedalam lemari bawah meja. 'Jangan-jangan, dia Tuan rumah nya.'
Hanya terlihat tubuh bagian bawah nya saja yang bisa Alinda lihat itu.
"Tang, dimana tang nya?" Arsiel, dialah orang yang sedang memperbaiki pipa dari alat pencuci piring.
Tangan kirinya pun keluar dan meraba banyak alat yang sedang di carinya.
'Tang?' Alinda melihat sebuah tang, jadi dalam diam Alinda pun mengambilkannya dan memberikannya.
"Kunci-kunci inggris." Seperti tadi, Arsiel mencari alat yang ia cari lagi, tapi lain.
Dan seperti tadi pula, Alinda mengambilkannya sebuah kunci Inggris.
"Ih! Mana alat penyedotnya?" Arsiel nampak butuh batuan lagi.
Alinda dalam diam terus memberikan apapun yang di butuhkan oleh Arsiel untuk membenarkan pipa saluran pembuangan dari alat pencuci piring itu.
__ADS_1
"Hah, air..."
'Air?' Alinda yang tidak menemukan air di sekitarnya, ada kemungkinan di dalam kulkas.
Namun, di saat Alinda ingin pergi menuju ke depan kulkas, tiba-tiba saja pergelangan kakinya di tangkap dan di tarik.
BRUKKK...
"AKhh...!" Rintih Alinda, betapa sialnya dia hari ini, karena di kira kalau kakinya adalah botol air.
"Siapa itu?" Arsiel yang tidak tahu, kalau ternyata tangannya malah menyeret kakinya Alinda, dia langsung keluar dari dalam lemar dan langsung terkejut begitu saja. "A-Alinda? Kenapa kau ada di sini? Eh? Kakimu." Arsiel dengan buru-buru langsung melepaskan cengkraman tangannya dari kaki yang sempat arsiel pegang itu.
"A-aku hanya ingin mencari air minum, tapi-"
"Ah! Jangan-jangan kau yang dari tadi membantuku? Sampai aku salah mengira tangan yang aku pegang itu botol?"
"Ya, seperti itulah." Alinda tidak tahu lagi harus bicara apa, dia jatuh terduduk, dan rasanya sangat sakit sampai dia merasa tidak bisa berdiri. ' Sakit banget, kenapa dia sampai salah sangka kakiku malah botol, sih?' Pikir Alinda. Benar-benar menjadi hari yang paling apes di dunia.
Arsiel yang khawatir dengan posisi dan reaksi wajah Alinda yang begitu kesakitan, langsung melepaskan sarung tangannya dan mencoba membantu Alinda berdiri.
"Adududuh, sakit." Alinda merengek kesakitan, selain di pan*at, sikunya juga merasa sakit. "Kenapa tidak bisa bedain kaki berkulit dengan botol plastik sih?" Protes Alinda, dia pun jadi merasa menyesal membantu Arsiel yang tadinya membutuhkan bantuannya.
__ADS_1
"A-aku minta maaf, sini-sini, biar aku gendong dan tiduran di sofa." Ucap Arsiel, dia pun membantu Alinda menggendong tubuh yang cukup ringan itu dan membawanya ke atas sofa untuk istirahat.
'Akhh, yakin, ini sakit banget, sialan. Padahal aku sudah membantunya, kenapa jadi seperti ini? Aku ingin jalan-jalan ke sekitar agar aku tahu aku sedang ada di mana, tapi karena sakit seperti ini, aku mana mungkin bisa bergerak banyak?' Alinda cukup menyesalinya, karena membuatnya tidak bisa pergi kemanapun, akibat tubuhnya sakit, terjatuh akibat salah satu kakinya tadi di tarik oleh Arsiel.