Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
66 : Osborn kehilangan


__ADS_3

"Aku benar-benar tidak percaya, kau membuatku seperti seorang yang mencuri tunangan seseorang?" Osborn saat ini berada di ruang ganti, mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sebelumnya, sedangkan jas berwarna putih yang sempat Osborn sewa, ia letakkan kedalam tas dan sekarang sudah berada di tangannya Angie.


"Lagi pula aku juga membayarmu. Tidak rugi juga kan?"


"..." Osborn terdiam. Yang di katakan oleh Angie memang benar, yang penting Angie membayarnya dan sesuai dengan harganya.


Lagi pula di misi kali ini, walaupun Osborn di anggap sebagai pacarnya Angie, namun karena tadi Osborn bahkan tidak membuka helm nya, jadi ia tidak begitu mempemasalahkannya.


"Kalau kau ingin membuatku bekerja untukmu lagi, beritahu aku semua rinciannya." Peringat Osborn, lalu membuka pintu kamar dan menatap wajah Angie dengan tatapan wajah yang serius.


"Iya." Jawab Angie tanpa menghilangkan senyuman cantiknya.


Padahal ada wanita cantik seperti itu di depannya, akan tetap Osborn bahkan sama sekali tidak terlihat ada kesan rasa tertarik dengannya.


'Dia memang benar-benar tidak melihatku sebagai wanita.' Pikir Angie.


"Kau bisa pulang sendiri kan?"


"Ehh~" Angie memegang lengan Osborn agar tidak pergi lebih dulu. "Kalau kau meninggalkanku disini, nanti apa jadinya? Orang-orang akan berpikir apa nanti tentang kita?"

__ADS_1


"Sandiwaranya, sudah selesai." Tatap Osborn dengan begitu intens. Aura hitamnya pun muncul, menahan ketidaksukaannya ketika pekerjaannya selesai tapi masih mau di halangi seperti ni.


"I-iya deh, terserah kau mau apa. Mau kau menikahi dia atau apapun, silahkan." Angie yang tidak mampu untuk menolak penolakan Osborn ingin segera pulang, mau tidak mau harus melepaskan genggaman tangannya itu.


"Kau yang urus pembayaran sewa jas nya itu, aku mau pulang." Cetus Osborn. Dia pun beranjak pergi dari sana, menyerahkan sisa dari pekerjannya itu kepada Angie, untuk mengurus biasa sewa jas tersebut.


Angie pun mengikuti Osborn dari belakang.


Pria yang benar-benar Angie sukai itu tidak bisa mengalihkan hatinya dari seseorang yang sudah di cintainya.


Padahal dirinya lah yang lebih lama bersama dengan Osborn, namun, Alinda yang bahkan belum begitu lama datang kedunia ini, berhasil merebut hatinya.


"Tuan, sesuai yang anda pesan, saya sudah menyelesaikannya lebih cepat." Seorang wanita si pemilik butik, langsung menghampiri Osborn untuk menyerahkan sebuah kotak hadiah kepada Osbon yang sudah di masukkan kedalam paper bag.


Osborn menerimanya, dan langsung pergi dari sana membawa pulang hadiah yang entah, Angie kurang tahu itu apa dan untuk siapa?


'Apa itu untuk Alinda? Enak ya, dia bisa di kelilingi banyak laki-laki.' Benak hati Angie, merasa iri.


____________

__ADS_1


Di rumah Osborn, sang pemilik rumah ini sendiri sudah pulang.


Tanpa memanggil namanya sedetik pun, Osborn memilih untuk celingukan dan mencarinya sendiri.


'Kemana dia pergi?' Pikirnya. Ketika ke kamar, kamar mandi, halaman belakang, bahkan seluruh ruangan, Osborn mencarinya, tapi wanita yang ia cari untuk ia beri hadiah, benar-benar tidak ada di dalam rumahnya?


"Alinda?!" Akhirnya Osborn pun mau meneriaki namanya itu.


Tapi, tidak ada sahutan sama sekali dari si pemilik nama.


"Aku tidak merasakan adanya keberadaan dia di rumahku. Apa dia pergi?" Gumam Osborn. Dia mendongak ke arah atas dan sepasang matanya pun sempat berkilat bercahaya sebelum akhirnya warna matanya kembali seperti semula.


Dan apa yang ia duga, benar-benar terjadi. Alinda sudah tidak ada di dalam rumahnya, karena keberadaannya sudah pergi jauh dari tempat ini.


'Farrel, dia melakukannya lagi. Tapi- aku merasa ada yang aneh.' Detik hati Osborn.


Sontak, Osborn langsung melempar tas belanja itu ke arah sofa dan berlari pergi keluar dari rumah lagi.


BRAKK..

__ADS_1


__ADS_2