
"Iya, Angie, ia itu kekasihmu kan? Jadi ada baiknya jangan terlalu dekat denganku, aku takut, aku jadi orang yang akan menghancurkan hubungan kalian. " Ucap Alinda, dia pun melepaskan pelukannya, mendorong dada bidang milik Osborn untuk menjauh.
Tapi lagi-lagi begitu dia berhasil menjauhkan tubuhnya dengan Osborn, Osborn justru lagi-lagi mendekapnya.
Tapi kali ini berbeda, Osborn memeluknya dan membawa Alinda untuk terdorong ke belakang, sehingga dia pun sekarang terus berjalan mundur ke belakang, hingga akhirnya Alinda yang mendapati di belakangnya ada tempat tidurnya, dia pun jadinya berhenti sampai-
BRUKK....
Alinda langsung jatuh terduduk di tepi tempat tidur, lalu Osborn pun yang tadinya masih memeluk tubuhnya Alinda, sekarang dia justru melepasnya dan menatap wajah Alinda dengan posisi kedua kaki Osborn yang sedang berlutut.
"Alinda, apa yang membuatmu mengira dia adalah kekasihku?" Tanya Osborn.
'K-kenapa dia menatapku seperti itu? Apakah aku salah bicara? Tapi bukannya benar, kalau Angie ini adalah kekasihnya dia, ya kan?' Tapi, begitu melihat sorotan mata Osborn yang cukup tajam, Alinda pun sepertinya mengerti kalau semua pikirannya itu adalah salah. "Karena kau terlihat cocok dengannya, ketimbang...aku." Jawab Alinda dengan ragu, sampai kalimat terakhirnya itu dia jawab sambil memalingkan wajahnya ke tempat lain.
"Lalu?"
"K-kau tampan, dia...cantik-"
__ADS_1
"Apa kau pikir kalau kau tidak cantik?"
"Ya." Suara Alinda semakin melemah, dia bahkan sekarang sudah tidak memiliki nyali untuk menatap wajah dari pria ini, karena daya pesonanya akan membuat Alinda bisa-bisa jadi pingsan di tempat. "Aku memang tidak cantik, dan aku adalah perempuan bodoh. Jadi, lebih baik..., jangan menyukaiku, karena..kaku akan rugi sendiri."
Dengan kata lain, ketika Osborn menyukainya, di sini di sudut pandang Alinda sendiri adalah dialah yang akan mendapatkan keuntungan lebih banyak ketimbang Osborn.
Jika Osborn memiliki daya pesona yang cukup banyak, dan apalagi jadi seseorang yang tampan, pintar, dan serba bisa. Maka dia pun hanya pantas dengan wanita yang setara.
Tapi jika Osborn mendapatkan Alinda, hanya Alinda lah yang mendapatkan keuntungan, sebab Alinda tidak memiliki keahlian apapun, bahkan kecantikan pun sama sekali bisa di bandingkan dengan banyak wanita yang sudah banyak Osborn temui.
Lalu, Osborn, dia yang mendengar ucapan dari sebuah jawaban milik Alinda, Osborn pun hanya bisa mengatupkan mulutnya.
Menganggapnya sebagai orang yang bodoh, serta tidak cantik.
Osborn memang mengakui kalau dua hal itu tertanam pada diri Alinda sendiri. Tapi, Osborn merasa itu adalah pemikiran yang sangat salah.
"Cinta itu, tidak akan memandang pasangannya pintar, cantik atau tampan atau tidak. Karena ujung-ujungnya semuanya berasal dari hati."
__ADS_1
"Tapi aku pikir kau tidak pantas berbicara seperti itu kepadaku, karena terasa aneh." Gumam Alinda. Dia sudah menundukkan kepalanya ke bawah.
Seorang yang cukup tampan, pintar, dan bisa memilih banyak wanita yang lebih baik dari Alinda, kenapa malah mengatakan cinta seperti orang bodoh?
'Aku yang jatuh cinta kepada kalian saja sudah termasuk bodoh, tapi aku malah berpikir lebih aneh lagi jika kalian ternyata menyukaiku.' Alinda jadi murung. Dia sama sekali tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, serta berharap besar kalau jika mereka menyukai diri Alinda, itu hanyalah semata-mata menyukainya atas dasar bisa di jadikan mainan.
"Kau terlalu cemas untuk banyak hal." Kata Osborn. Dia pun tidak bisa memaksa lagi untuk membuat Alinda mengerti karena sekarang ini memang bukan waktu yang tepat untuk membujuk wanita ini untuk mengerti dirinya, serta perasaannya.
"Hmm..." Alinda hanya berdehem pelan sambil bermain dengan kedua jari jempolnya yang menandakan kalau Alinda sedang bingung serta merasa canggung.
"Tapi apa kau ingat? Sebelum kau datang kesini lagi, kau pernah tidur dan mengigau agar aku jangan menikah. Asal kau tahu, jika kau berharap aku tidak menikah, aku tidak akan menikah kecuali aku bisa menikahimu." Ucap Osborn, dia tersenyum simpul dan sebelum dia beranjak dari sana, dia pun meraih ujung kepalanya Alinda dan pergi. "Aku akan membawakan makanannya ke kamar, jadi kau tidak akan terganggu dengan mereka, atau aku.
BLUSHH.....
Dengan wajah malu-malu, Alinda menganggukkan kepalanya sebagai tanda iya.
KLEK....
__ADS_1
Setelah keluar untuk mengambilkannya makanan, lalu Osborn benar-benar meletakkan semua makanan di meja lipat yang bisa di buka menjadi meja yang lebih besar, membuat Alinda akhirnya bisa makan di dalam kamar dalam diam tanpa gangguan lagi.
'Terima kasih, Osborn. Walaupun sangat senang, tapi aku sepertinya tetap saja harus menjaga jarak denganmu. Aku tidak ingin terlalu mempunyai harapan besar yang akan membuat hatiku sakit sendiri.' Pikir Alinda sambil menatap udang besar yang di goreng dengan tepung. Itu adalah salah satu makanan kesukaannya.