Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2
78 : Pilih aku


__ADS_3

"Hmphh...!" Alinda perlahan sangat tersiksa dengan sentuhan yang cukup merangsang itu.


Ia tidak mengerti lagi cara berpikir orang-orang di dunia ini, diantaranya Evan, Charlie, Osborn, dan bahkan beberapa orang yang menurutnya baru pertama kali ia lihat, tapi mereka semua benar-benar perhatian kepadanya.


Namun, tiga orang pria yang Alinda pikirkan itu termasuk dalam kategori paling tidak masuk akal untuk Alinda sendiri.


Bagaimana, pria seperti mereka, yang punya berjuta pesona, status yang cukup tinggi, dan segala kemampuan yang tidak setara dengan Alinda sendiri, mereka bertiga sama-sama tertarik kepadanya?


'Tetap saja, aku merasa heran, kenapa mereka masih saja punya pikiran untuk tertarik pada perempuan sepertiku? Padahal aku sama sekali tidak cocok dengan mereka.

__ADS_1


Aku tidak secantik wanita yang sudah jelas banyak mereka temui, makannya karena aku sadar diri akan hal itu, aku berusaha untuk tetap tidak melewati batasku, karena bagaimanapun itu mereka suatu saat pasti punya pasangan mereka masing-masing, dan aku juga pastinya akan terlupakan.


Dan lagi pula, aku sama sekali tidak ingin terlalu berharap kepada mereka ataupun salah satu diantara mereka yang akan benar-benar membuatku betulan luluh.


Aku tidak ingin sakit hati jika harapan tinggiku hanya menjadi ekspektasi yang sangat membuatku jatuh kedalam jurang.


Tapi- mereka bertiga tetap bersikeras pada keyakinan mereka untuk memilikiku. Evan, Charlie, Osborn. Apa aku pantas, mendapatkan perlakukan seperti ini, padahal aku bukan siapa-siapa mereka. Memangnya aku ini pantas tiba-tiba masuk dalam kehidupan pribadi mereka bertiga, dan salah satunya seperti ini?' Pikir Alinda.


'Padahal ciumannya sangat lembut. Ciuman yang aku dambakan dari dulu, tapi yang aku rasakan ini, justru aku jadi seperti seorang wanita rendahan kan ya?

__ADS_1


Dan di samping itu, suatu saat nanti jika mereka sudah bosan, pada akhirnya aku akan di buang kan? Seperti pakaian?' Memikirkan dirinya sendiri jadi seperti itu dengan bukti dirinya saat ini tengah di cium Charlie dengan sebegitu mudahnya, membuat Alinda benar-benar merasa dirinya cukup rendahan.


"Mphh...!" Alinda mulai memberontak dengan cara memukul dada bidang Charlie. Akan tetapi, kedua tangannya justru di cengkram kuat, sehingga Alinda pun tidak mampu untuk bergerak sedikitpun dari cengkraman nya Charlie. "Champhh...!"


Alinda menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, dia sudah tidak tahan, ia tidak ingin terus-menerus di cium seperti itu.


Pikirannya memang mengatakan itu, tapi rasanya tidak dengan keinginan hati dan tubuhnya itu yang sungguh mendambakan sentuhan dari pria yang benar-benar di sukai nya itu.


"Phuah...sudah, jangan lak-mphh...!" Lagi-lagi Alinda tidak mampu berkata-kata lagi selepas bibirnya kembali di raup oleh Charlie ini.

__ADS_1


Dari kiri ke kaan, bibir dan luma*an itu berhasil membuat pikiran Alinda terkadang kosong dan terkadang kembali terisi dengan akal sehatnya itu.


"Hahh...hah...hah...." tidak berapa lama kemudian Charlie akhirnya melepaskan tautan itu. Mengakhiri pergulatan mulut yang menyebabkan air liur mereka berdua berantakan ke sana dan kesini, Charlie lantas berkata. "Alinda, kau memilihku kan?" Tanya Charlie.


__ADS_2