
"Alinda~"
"Alinda~"
"Alinda~"
"BERISIK! BERISIK!" Isi kepalanya pun jadi di penuhi dengan suara-suara namanya yang di panggil dengan suara yang cukup mengerikan, sehingga Alinda sendiri jadi benar-benar terpengaruh dengan sensasi ketakutan dan suara menakutkan itu.
"Alinda!"
"Alinda~"
"Tidak! Tidak! Aku mohon jangan panggil namaku! Jangan panggil namaku terus!" Pekik Alinda, sampai air matanya pun benar-benar sudah menangis deras, dan demi tidak mendengar namanya di panggil-panggil terus, Alinda pun menutup telinganya dengan menggunakan kedua tangannya itu.
Sungguh, kali ini dirinya benar-benar takut.
Setan? Hantu? Julukan yang sama itu terus menghantuinya dan suara-suara tangisan yang entah tangisannya milik siapa saja, bisa Alinda dengar.
Takut, gelisah, cemas, kalau dia akan terperangkap sepenuhnya di tempat seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa kau menangis? Kita kan ada di sini untuk menemanimu." Suara milik seorang laki-laki?
Entah, karena ada suara yang bercampur seperti milik anak perempuan, Alinda pun tidak tahu, tapi suara itu benar-benar berbisik di telinganya persis, dan sekarang tiba-tiba saja ada tangan lain yang singgah di tubuhnya.
Selain di paha, sekarang tangan kurus dan terasa kasar serta keras, Alinda meliriknya, itu adalah tulang, dan Alinda yang sudah tidak bisa berpikir jernih, hanya bengong saja, seakan suara yang tadinya dia miliki bisa ia gunakan untuk berteriak, tiba-tiba menghilang dari tenggorokannya, dan bahkan seolah pita suaranya sudah tidak ada, kalimat yang ingin Alinda ucapkan pun jadi hanya berupa mimik bibirnya saja.
'Aku takut, tapi aku sampai sudah tidak bisa bicara lagi.' Batin Alinda, dia tidak bisa berkata apapun lagi layaknya orang bisu.
Apakah hari ini adalah hari terakhir bisa melihat dirinya ketakutan dalam tubuh dan pikiran warasnya?
"Alinda~ Kenapa kau diam saja?' Suara itu cukup lirih, bagaikan hasutan kecil layaknya Iblis yang ingin membuat mangsanya untuk mengikuti kemauannya.
'Undangan? Apa itu undangan berupa pakaian?' Pikir Alinda, ia sama sekali tidak pernah berpikir akan berakhir seperti ini.
Padahal niat sebenarnya, dirinya hanya ingin bisa berpakaian pakaian yang normal, tapi sepertinya Alinda memang salah pilih.
Seharusnya dirinya memakai pakaian yang di beli oleh kedua pria yang sudah dari awal menjadi kepercayaannya bahwa Evan dan Osborn adalah dua tokoh utama dari game yang entah apa isi dari game Light and Night ini.
'A-apakah ini salah satu dari game itu sendiri? Tapi kenapa? Kenapa harus aku?! Padahal aku hanya ingin hidup nyaman dengan cogan-coganku! Bukan hidup kesusahan dengan mengerikan bersama dengan hantu seperti mereka!' Alinda tidak siap untuk menjalani semua cobaan ini lagi, karena ia merasa pernah merasakan cobaan berat lainnya sebelum ini.
__ADS_1
"Alinda, kau dengar kami kan? Kami semua sudah mau menyambutmu, ratu kami." bicara lagi, lagi dan lagi, tidak ada tanda-tanda untuk berhenti bicara memberikan ketakutan pada Alinda yang sekarang menjadi mangsa mereka semua.
'Minggir, aku mohon! Aku ingin bangun dari mimpi mengerikan ini!' Teriak Alinda di dalam hati.
Selain itu juga, tangan yang tadinya hanya diletakkan di bahu, tiba-tiba saja merayap dan mulai menyingkap kerah dari handuk kimono yang masih di pakai oleh Alinda.
Perasan dingin, dan ngeri pun semakin menjadi-jadi.
Alinda sudah pasrah, hatinya tidak kuat, dan perasaannya untuk tetap dalam kewarasan pun jadi semakin redup saja.
'Pergi, aku tidak ingin bagian dari kalian. Aku mohon! Aku hanya ingin menikmati hidupku dengan para pria tampanku!' Pikir Alinda sekali lagi.
Tidak ada pernah ada habisnya, tangan-tangan kurus kering yang hanya berupa tulang saja, terus merayap di tubuhnya.
Ia benar-benar merasa jijik, tapi apa yang bisa ia perbuat ketika tubuhnya tiba-tiba saja sudah begitu lemas dan tidak berdaya lagi?
'Osborn, Evan, atau Charlie! Siapapun! Keluarkan aku dari mimpi ini!' Harap Alinda, dan dia pun memejamkan matanya saat perlahan tapi pasti, ada beberapa tangan yang memegang pakaian compang camping dengan darah ada di pakaian buruk itu.
Dan pakaian itu pun di lekatkan di tubuh Alinda, seiring dengan handuk yang tadinya menutupi tubuhnya, perlahan di lepas dan di gantikan dengan pakaian milik dari orang-orang yang sudah mendapatkan kematian mereka, dengan tujuan untuk membuat Alinda yang masih hidup itu, menjadi ratu dan menjadi bagian dari mereka semua.
__ADS_1
'Aku tidak mau, tolong!' Pikirnya lagi, dan matanya pun tiba-tiba saja terpejam, karena ada tangan yang menutupi separuh wajahnya.