MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Kenapa kamu lakukan itu?


__ADS_3

Setelah itu Daniel menyuruh pelayan itu untuk mengambil kotak obat, sang pelayan dengan cepat mengambilkan kotak obat untuk Daniel, sementara itu Kiara terlihat berusaha menarik tangannya dari genggaman Daniel.


"Sudah,Om! Biarkan Kiara obati sendiri lukanya, Om tidak usah repot-repot untuk mengobatinya." ucap sang gadis yang tidak dihiraukan oleh Daniel. Pria itu terus menahan tangan Kiara sampai pelayan datang membawa kotak obat.


"Kamu diam saja!" jawab sang Duda dengan tatapan serius nya. Tak berselang lama, Pelayan datang dengan membawa kotak obat, Daniel segera membuka kotak obat tersebut dan memberikan obat pada luka goresan beling pada jari Kiara, gadis itu sedikit meringis karena sedikit terasa perih saat Daniel memberikan obat itu.


Setelahnya Daniel memberikan plester agar lukanya tertutup dan Kiara bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa mengenai luka di jarinya. Setelah itu Kiara dengan cepat menarik tangannya dari tangan Daniel, kemudian dirinya meminta izin untuk mengambil tasnya yang ketinggalan di dalam mobil Daniel.


"Emm ... terima kasih banyak Om mau nolong saya, Saya mau pulang Om, sepertinya mantan istri Om sudah pergi. Tapi, sebelumnya dimana tas Saya, Om?" Kiara menanyakan tas nya yang tertinggal di dalam mobil Daniel saat dirinya diantarkan Daniel ke rumah sakit.


"Kenapa kamu lakukan itu?" pertanyaan yang tiba-tiba muncul dari bibir sang duda, membuat Kiara membulatkan matanya.

__ADS_1


"Melakukan hal apa maksud, Om?" jawabnya yang masih belum mengerti maksud dari pertanyaan Daniel.


"Kenapa kamu tiba-tiba mencium ku? Apa kamu sudah mulai menyukai sentuhan dariku? Katakan!" Daniel berkata sembari menatap dalam-dalam bola mata Kiara.


"Diiihh siapa juga yang ngomong gitu, itu Om sendiri yang terlalu ke PD an, udah deh Om ya! Kiara melakukan itu cuma Kia kasihan melihat Om dihina kayak itu, dasar mantan kalau ngomong nggak ada filter." jawabnya.


"Kasihan? Tapi, Aku tidak melihatnya seperti itu, Aku rasa kamu sangat menyukainya, ayolah Kiara! Jangan bohongi hati mu, Aku tahu kamu juga menyimpan rasa seperti ku, kan? Katakan jika kamu mencintai ku?" rupanya ucapan sang Duda membuat gadis itu tampak gugup dan berkeringat dingin, bagaimana mungkin dirinya mengaku jika sudah tergoda dengan jerat sang duda, Kiara masih gengsi dengan perasaannya sendiri, Ia pun menyangkal ucapan Daniel.


"Aduuhh Om Daniel, hello hari gini Kia suka sama duda! Bisa-bisa dunia ini runtuh, apa kata teman-teman Saya, mereka pikir Saya tidak bisa mendapatkan seorang perjaka! Hmm Om salah!" jawabnya sembari memalingkan wajahnya. Daniel pun beranjak duduk di atas kursi mewahnya dengan satu kaki yang bertumpu pada lutut nya.


Setelah beberapa saat Pelayan memberikan tas itu kepada Kia, setelah itu Kia pun pamit pergi dari kediaman Daniel Mahardika.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Om Daniel, sepertinya saya harus pergi sekarang juga, lupakan tentang apa yang sudah kita lakukan, karena itu hanya lah sebuah kesalahan besar bagi Saya, karena sejatinya hanya suami Saya yang berhak mendapatkannya, bukan Anda!" ucapnya sembari beranjak pergi dari hadapan Daniel. Tentu saja pria itu hanya tersenyum tipis melihat sikap Kiara, gadis itu belum tahu saja jika dirinya yang akan menjadi suaminya kelak.


"Benarkah itu, Sayang! Kita lihat saja nanti, Aku pastikan kamu akan datang lagi ke rumah ini, dan tentunya sebagai Nyonya Daniel Mahardika." batin sang duda dengan tersenyum. Ia membiarkan Kiara pergi sembari menatap sang gadis yang keluar dari pintu rumah mewah itu.


...BERSAMBUNG...


*


*


*

__ADS_1


Yuk mampir dulu ke karya punya kak Anisyah S yang berjudul DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM ... cuss kepoin yuk! 🏃🏃🏃



__ADS_2