
Kiara memperhatikan sekeliling kamar nya, ternyata Daniel sudah tidak berada di dalam ruangan itu, Ia pun hanya bisa menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya, bagaimana bisa itu terjadi pada dirinya.
"Ya Tuhan! Ada apa denganku? Kenapa Aku harus merasakan seperti ini? Kia! Sadar kamu Kia! Kok bisa-bisanya sih kamu membalas ciuman itu, aduh ... apa jangan-jangan Aku sudah terjerat pesona duda itu, nggak-nggak itu nggak mungkin." ucapnya sembari menggelengkan kepalanya, seakan tak percaya jika dirinya mulai merasakan sesuatu yang membuatnya gelisah dan tidak tenang saat bersama sang Duda.
Kiara menatap lurus ke arah pintu, berharap jika Daniel masuk lagi ke dalam ruangannya. Namun, setelah beberapa menit Ia menunggu tak jua sang duda menunjukkan kehadirannya, sejenak Kia dikejutkan dengan suara pintu terbuka, wajahnya sedikit gembira, Ia berharap jika bisa melihat Daniel lagi di sana.
"Om Daniel!" Kia menyebut nama Daniel. Namun sayang, rupanya bukan Daniel yang membuka pintu itu.
"Kakak! Daddy udah datang!" Kaila berlari menghampiri Kiara yang sedang duduk bersandar dan tengah terkejut melihat kedatangan Kaila dan Ibra yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatannya. Ada sedikit rasa kecewa pada diri gadis itu, Ia berharap jika Daniel yang datang, Tapi justru Kaila dan Ibra yang masuk ke dalam kamar perawatan Kiara.
"Astaga! Aku ini kenapa sih? Kok Aku kecewa bukan Om Daniel yang datang, harusnya Aku senang Om Ibra dan Kaila yang datang," batin sang gadis sembari tersenyum paksa melihat kedatangan mereka berdua.
"Kiara! Bagaimana keadaan mu? Kamu baik-baik saja, kan?" Ibra menghampiri Kia dan menanyakan tentang keadaannya.
"Kia baik-baik saja, Om! Hanya sedikit pusing saja!" jawabnya sembari memegang kepalanya yang masih diperban.
"Syukurlah! Om sangat khawatir sama kamu, tadi Kaila menelepon, jika kamu masuk ke rumah sakit karena terserempet mobil, Om takut saja jika Daddy-mu panik dan pastinya sangat khawatir dengan keadaanmu." ujar Ibra.
"Kia udah baikan kok, Om! Apa Om sudah menghubungi Daddy dan Mama Cynthia? Pasti mereka khawatir banget. Tolong! Jangan bilang sama mereka dong, Om! Kia takut aja mereka pasti sangat panik, padahal Kia baik-baik saja." pinta gadis itu memohon agar Ibra tidak mengatakannya kepada Rico dan Cynthia tentang peristiwa yang menimpanya.
"Belum sih! Om juga belum sempat memberi kabar kepada mereka, karena Om tadi masih sibuk membicarakan proyek baru kami di luar kota. Jadi, Om juga bingung bagaimana dengan Kaila kalau Om tinggal sendirian di rumah." ujar Ibra yang sedikit pusing dengan Kaila yang pasti sendiri di rumah saat Ibra tinggal ke luar kota.
__ADS_1
Tiba-tiba Kaila menghampiri Ibra dan berkata kepada Daddy-nya itu, "Gini aja Dadd! Gimana kalau Kak Kiara tinggal di rumah kita selama Daddy ke luar kota! Biar bisa nemenin Kaila di rumah, itung-itung Kaila juga masih kangen nih sama Kakak, pingin main yang lama dulu, sebelum Kakak pulang ke rumah!" ujar gadis itu sembari menatap wajah sang Ayah yang tampak mengerutkan keningnya.
"Tapi, Kaila! Kak Kiara harus pulang, nanti Daddy Rico dan Mama Cynthia mencari Kak Kiara, gimana hayo?" Ibra berkata sembari melihat wajah sang anak yang tampak bersedih kala dirinya mengucapkan kata itu.
"Ah Daddy! Sekali-kali saja kan nggak apa-apa, Dadd! Kaila pingin banget bobo sama kak Kiara, nanti kalau pulang Kak Kiara pasti main sama Alva dan Nesya, dan Kaila sendirian deh!"
"Tapi, Kaila!" Ibra memotong pembicaraan Kaila.
Mendengar keluhan Kaila, Kiara merasa kasihan kepada Adiknya itu, Ia pun berkata kepada Ibra untuk diizinkan tinggal di rumahnya selama Ibra pergi ke luar kota.
"Nggak apa-apa, Om! Kiara akan berbicara sama Daddy dan Mama Cynthia untuk diizinkan tinggal beberapa hari di sini, itung-itung buat nyembuhin luka di kepala Kiara, biar Daddy dan Mama Cynthia nggak khawatir dan curiga. Boleh ya, Om?"
"Baiklah! Daddy izinkan Kakak Kiara untuk tinggal di rumah kita. Nanti, Daddy akan menelepon Daddy Rico untuk meminta izin agar Kak Kiara diperbolehkan tinggal di rumah kita. Kamu senang!" Ibra berkata kepada kedua putrinya yang tampak begitu senang.
"Hore! Asik Kaila bisa bobo bareng Kak Kiara, dan pastinya Kak Kiara akan sering ketemu sama Om Daniel. Iya, kan Kak!" ucapan Kaila tak sengaja membuat Ibra menaikkan kedua alisnya.
"Apa hubungannya Om Daniel dan Kak Kiara?" pertanyaan yang membuat Kiara terlihat salah tingkah.
"Enggak kok Om! Kaila pasti bercanda, kita nggak ada hubungan apa-apa kok!" Suerr." jawab Kiara sembari cengar-cengir.
"Nggak-nggak Dadd! Daddy tahu nggak sih? Kalau Kak Kiara ini adalah Calon istrinya Om Daniel. Tadi, Om Daniel mengumumkan di acara lomba baca puisi, jika Kak Kiara adalah Calon istrinya, Dadd! Benar kan, Kak?" ucapan Kaila rupanya membuat Ibra benar-benar membelalakkan matanya dan tidak percaya jika Daniel berani sekali mengakui Kiara sebagai calon istrinya, sementara yang Ia tahu bahwa Daniel adalah seorang penyuka sesama jenis.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan oleh Kaila itu benar, Kia?" tanya Ibra serius.
"Hehehe bener sih Om! Tapi, Om percaya deh, itu hanya bercanda kok Om! Kia dan Om Daniel tidak punya hubungan apa-apa, itu cuma gurauan Om Daniel saja, hehehe begitu!" jawabnya sembari tersenyum paksa.
Ibra menghela nafasnya, Ia pun harus bicara kepada rekan bisnisnya itu untuk mengklarifikasi tentang berita yang baru saja ia dengar. Dimana Ibra tahu betul jika relasi bisnisnya itu tidak pernah bermain-main dengan keputusannya, Ia pasti konsisten dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah Ia katakan pada khalayak ramai.
"Baiklah! Sepertinya Om harus bicara kepada Daniel, apa tadi dia tidak kesini?" tanya Ibra penasaran.
"Tadi Om Daniel kesini kok Dad! Setelah Kaila tinggal beli minuman sama Dio, nggak lama Om Daniel mengajak Dio untuk pulang, habis itu Daddy datang!" ungkap Kaila yang membuat Kiara mengerti, jika Daniel sudah pulang bersama Dio.
"Om Daniel sudah pulang?" sahut Kiara penasaran.
"Sudah, Kak! Dia pamit sama Kaila untuk pulang, katanya kepalanya sedikit pusing, makanya Om Daniel pulang, mau istirahat katanya." ungkap polos sang gadis sembari memperhatikan wajah Kiara yang sedikit bersedih.
"Kakak kenapa? Kakak sedih ya Om Daniel pulang? Hmm ngaku aja, Kak! Kakak suka kan sama Om Daniel!" celetuk sang bocah menggoda kakaknya yang terlihat salah tingkah.
"Kaila! Apa sih kamu, ihh jail banget sih adikku satu ini, awas kamu, ya!"
Ibra memperhatikan wajah Kiara yang seolah senang jika dirinya mendengar nama Daniel, sejenak Ibra menafsirkan jika Kiara dan Daniel memiliki sebuah hubungan tersembunyi, pria itu pun akan menanyakan secara langsung tentang hubungan Daniel dengan Sang anak sambung.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1