MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Butuh oksigen


__ADS_3

Hari itu juga, Ibra menelepon Rico untuk mengabari jika Kiara ingin tinggal lebih lama bersama Kaila, karena Ibra akan pergi ke luar kota, Kaila meminta sang Kakak untuk menemaninya di rumah.


"Halo Pak Rico! Ini Saya, Pak!"


"Ibra! Ada apa? Tumben kamu menelepon, oh iya Kiara kok belum pulang? Apa dia sedang berada di situ? Tadi pagi Dia minta izin untuk menemui Kaila, tapi sampai malam gini kok belum pulang juga dia." tanya Rico yang belum mengerti jika Kiara masih berada di rumah sakit.


Kiara memberi kode kepada Ibra untuk tidak mengatakan sebenarnya kepada Daddy-nya, dengan melambaikan tangannya kepada Ibra. Tentu saja Ibra pun mengerti maksud dari putri tirinya itu.


"Iya, Pak! Kia masih berada di rumah Saya, dia sedang bermain bersama Kaila. Besok pagi-pagi sekali Saya sudah berangkat ke Balikpapan, mungkin sekitar 3 hari Saya berada di sana. Jadi, apa boleh Kiara menemani Kaila di rumah? Itu pun jika Pak Rico sudi mengizinkan Kiara tinggal bersama Kaila." ungkap Ibra.


"Kalau Kiara mau, ya sudah! Saya akan izinkan. Lagipula Kaila juga adiknya, biarkan saja mereka melepaskan rindu." jawab Rico mengiyakan.


"Terima kasih banyak, Pak Rico."


"Apa Aku bisa berbicara dengan Kiara? Dari tadi Aku hubungi nomor nya nggak aktif." pinta Rico agar dirinya bisa berbicara dengan Kiara.


"Tentu saja, Pak!" jawab Ibra sembari memberikan ponselnya kepada Kiara.


"Pak Rico ingin bicara sama kamu!"


"Daddy ingin bicara dengan Kiara?" tanya Kia sembari menunjuk dirinya sendiri. Ibra menganggukkan kepalanya, kemudian gadis itu menerima ponsel yang diberikan Ibra untuknya.


"Halo Daddy!"


"Kia! Kamu kemana saja, Daddy hubungi nomor Kamu kenapa nggak aktif? Kamu bikin Daddy khawatir saja!"


"Iya, Dadd! Maaf. Tadi Kia belum sempat nelpon Daddy, Kia tadi jalan-jalan dulu bersama Kaila, jadi Kia lupa mau ngabarin Daddy." ucapnya terpaksa berbohong.


"Oh ya, Daddy! Emm Kiara boleh ya tinggal di rumah Om Ibra untuk beberapa hari, kasihan Kaila, Dad! Kaila sendirian nggak ada temannya."


"Hmm boleh!" jawab Rico mengiyakan permintaan sang putri.

__ADS_1


"Makasih Daddy, Daddy memang paling ganteng." rayu sang anak kepada Rico, dimana Cynthia berada di samping Rico yang sedang berbicara dengan Kia, dimana Rico mengaktifkan loud speaker nya.


"Kamu ini gimana sih, dari dulu Daddy udah ganteng maksimal, nih Mama mu semakin nempel nggak lepas-lepas.!" rupanya ucapan Rico membuat Cynthia ikut menyahuti.


"Jangan bilang seperti itu lagi, Kia! Daddy kamu terlalu percaya diri."


"Eh bener, kan! Kamu aja udah tak bikin klepek-klepek, biarpun Aku dulu seorang duda, tapi Aku bisa mendapatkan seorang perawan, biarpun sedikit bawel sih." balas Rico sambil mencubit hidung istrinya.


"Ihh ... nggak usah cubit-cubit, enak aja dibilang bawel, biar bawel gini Kamu juga selalu nyariin." balas Cynthia sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Hehehe ... ya nyariin lah, kamu udah bikin Aku tidak berdaya." Rico tampak men-colek dagu sang istri.


Mendengar keseruan Daddy dan Mama Cynthia-nya, Kiara dibuat tertawa, Ia pun cekikikan dan menggelengkan kepalanya mendengar rayuan maut Daddy-nya kepada Mama Cynthia-nya.


"Ya ampun! Daddy so sweet banget sih, Mama Cynthia beruntung banget mendapat suami seperti Daddy, biarpun Daddy seorang duda, tapi Daddy begitu mencintai Mama Cynthia, pun sama Mama Cynthia juga sangat mencintai Daddy," balas Kiara yang tak sengaja dirinya berbicara seperti itu. Tentu saja apa yang diucapkan sang anak membuat Rico tersenyum.


"Kamu kenapa, Kia? Kamu baru sadar ya jika duda pesonanya tak kalah jauh dari perjaka, gimana? Kamu mau melanjutkan perjodohan yang pernah Daddy tawarkan padamu?" ucap Rico sembari mengingatkan Kiara tentang percakapan mereka tempo hari, dimana dirinya akan dijodohkan oleh seorang duda kaya. Namun, Kiara menolaknya dengan alasan dirinya belum mau menikah dulu, lagipula Kia tidak menyukai seorang duda, Ia suka dengan pria-pria muda yang usianya sama seperti dirinya.


"Aduh Daddy! Plis deh jangan ingatkan Kia tentang perjodohan itu lagi, nggak mungkin banget lah Kia suka dengan duda, nggak asik tahu nggak sih, Dadd!" ucap Kia sembari menggelengkan kepalanya.


"Nggak lah, Dadd! Itu nggak mungkin terjadi." jawab Kiara dengan sedikit malu. Ibra yang melihat percakapan Kiara dan Rico terlihat senyum-senyum, Ia tahu jika putri tirinya itu sedang menyembunyikan sesuatu.


"Sepertinya Kia mulai ragu dengan perasaannya, hmm semoga saja Daniel tidak bermain-main dengan Kiara," batin Ibra sembari melihat Kiara yang sedang menutup teleponnya.


"Sudah, Om!" Kia memberikan ponsel Ibra dan mengucapkan terima kasih.


"Ya sudah! Om tanyakan dulu ke dokter kapan kamu bisa pulang, jika diizinkan hari ini pulang, Om akan membawa mu pulang sekarang juga." ucapnya sembari bersiap untuk menemui dokter. Kiara mengangguk dan tersenyum.


"Iya, Om!"


Setelah Ibra keluar dari ruangan itu, kini tinggal Kiara dan Kaila yang ada di dalam kamar, Kiara bertanya kepada sang adik tentang ponselnya yang belum Ia temukan.

__ADS_1


"Kaila! Kaila tahu nggak dimana ponsel Kakak? Dari tadi Kakak nggak nemu?" tanya Kiara sembari membuka bantal dan selimutnya. Kemudian Kaila menjawab.


"Setahu Kaila! Tas Kakak ketinggalan di mobil Om Daniel, soalnya Kakak kan di antar Om Daniel ke rumah sakit pakai mobilnya, pasti masih ada di dalam sana tuh, Kak!" jawaban Kaila membuat Kiara menepuk jidatnya.


"Aduh mampus! Kakak harus gimana dong, Kai? Masa kakak harus mengambilnya ke rumah Om Daniel sih?" ucap Kiara sembari menghela nafasnya.


"Ya harus gimana lagi dong, Kak! Nanti deh kalau ketemu Dio, biar Aku bilangin kalau tas Kakak ketinggalan. Tapi, ya nunggu masuk sekolah dulu, ini hari masih Sabtu. Baru Senin kita masuk sekolah." ucap Kaila.


"Yah kelamaan dong, Kai! Kakak butuh banget tuh handphone Kakak."


"Ya kalau gitu, ambil saja ke rumahnya, Kaila tahu kok alamatnya."


"Datang ke rumahnya? Huffftt butuh oksigen banyak untuk ketemu sama tuh orang." rupanya ucapan Kiara membuat sang Adik garuk-garuk kepalanya.


"Butuh oksigen banyak? Maksud Kakak apa? Rumah Om Daniel pengap, ya?" pernyataan sang Adik membuat Kiara tersenyum paksa.


"Hehehe ... bisa jadi." jawab Kiara dengan cengengesan.


"Nggak mungkin lah, Kak! Rumah Om Daniel itu gedheeee banget, nggak mungkin lah pengap, rumahnya kayak istana tahu nggak sih, Kak. Kaila pernah main ke sana bersama Daddy."


"Aduuuh Kaila! Bukan itu maksud Kakak. Huffftt kakak nggak bisa jelasin, tuh duda pasti bikin Kakak nggak bisa nafas,"


...BERSAMBUNG...


...Deg degan nggak sih, gimana kalau Kia dan Daniel berjumpa lagi, tambah berantem atau tambah lengket? 🤭...


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa ya, mampir dulu ke karya punya kak Ayi yang berjudul LOVE AFTER PARTING 🥰🥰🥰



__ADS_2