
Kiara benar-benar salah tingkah, entah apa yang sudah Ia lakukan, ternyata pria yang menurutnya menyebalkan itu ada di sampingnya. Baru saja pria itu mendengar gadis itu mengumpat penampilan anaknya, Dio.
"Ya ampun! Bodoh bodoh. Kok aku bisa ngomong gitu sih! Nih orang pasti udah dengerin Aku ngomongnya anaknya, ceroboh sekali kamu Kiara! Ah bodo amat emang kenyataannya gitu kok!" batin Kiara sembari membenarkan posisi duduknya.
Daniel masih tampak diam, pria itu tidak suka terlalu banyak bicara, Ia pun melihat penampilan anaknya kembali, yang menurutnya sangat bagus dan perlu diberi apresiasi. Seusai Dio membaca baris terakhir dari puisinya, orang yang pertama kali bertepuk tangan untuknya adalah sang Ayah. Daniel terlihat berdiri dan memberikan applaus kepada putranya. Sontak seluruh yang hadir pun ikut bertepuk tangan Kepada penampilan Dio Mahardika.
Kiara melihat orang-orang yang ikut bertepuk tangan, tapi Ia diam saja, karena Kiara memang tidak suka penampilan Dio yang menurutnya tidak mempunyai bakat untuk membaca puisi.
"Mereka ngapain ikut tepuk tangan, orang penampilannya biasa-biasa saja," batin Kiara sembari memperhatikan Dio yang terlihat bangga karena orang-orang bertepuk tangan kepadanya. Setelah itu Daniel duduk kembali di kursinya dan tentunya pria itu melihat Kiara yang tampak diam dan tidak bertepuk tangan.
"Kamu tidak bertepuk tangan kepada anakku? Oh ya tentu saja kamu tidak mungkin melakukannya, karena kamu tidak suka dengan penampilan putraku, bukan? Penampilannya jelek, intonasinya nggak bagus dan tentu saja mimik wajahnya sejelek bapaknya, seperti itu ya?" tiba-tiba saja Pria di samping Kiara mengatakan sesuatu kepadanya. Kiara menatap balik wajah Daniel dan berkata. "Hmm ... ingatan Anda benar-benar tajam sekali, dan sayangnya Anda memang benar,"
"Jangan main-main denganku gadis kecil, kamu belum tahu siapa yang sekarang kamu hadapi, jangan sebut namaku jika Aku tidak bisa membuat putri Ibra ini menyesal sudah berani mengusik Daniel Mahardika." ucapnya sembari menatap wajah Kiara dengan tajam.
"Siapapun Anda, Saya tidak takut!" Kiara berkata sembari memperhatikan wajah sempurna Daniel Mahardika, Kiara tak menampik jika pria dewasa disampingnya itu memang benar-benar tampan, kulit putih, wajah maskulin dengan ditumbuhi bulu-bulu halus, menambah level keren maksimal pada wajah Daniel.
"Tampan sih! Tapi sayang menyebalkan!" gumamnya sembari tersenyum kecut.
Hingga akhirnya mereka berdua dikejutkan dengan suara MC yang menyebut nama Kaila yang akan tampil berikutnya.
"Untuk penampilan kedua, mari kita sambut adik kita dari SD Harapan Bangsa, Kaila Sherly Sifabella ...!"
Kiara langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah untuk adiknya, Kaila.
"Waaaoooo Kaila semangat! Ayo tunjukan kemampuanmu, Kai! Kakak pasti selalu mendukungmu!" suara Kiara yang cukup cempreng membuat Daniel menutup kedua telinganya, Ia merasa terganggu dengan suara teriakan Kiara kepada Adiknya yang sedang berjalan menuju podium.
__ADS_1
"Berisik banget sih! Bisa diam tidak?" umpat Daniel dengan sedikit kesal, Kiara yang mendengar itu tampak duduk kembali di kursinya.
"Biasa aja kali, ganggu orang aja!" imbuh Daniel sembari merapihkan dasinya.
"Eh Tuan, Pak eh Om! Aduh ... muka Anda membuat Saya bingung harus panggil apa! Suka-suka saya dong! Itu adik saya, terserah saya mau teriak-teriak kek, jungkir balik kek, bukan urusan Anda ya, Om tua!" ucap Kiara sembari menyilangkan kedua tangannya.
"Shiiit ... gadis ingusan ini benar-benar membuatku naik darah," batin Daniel sembari menahan kesabaran nya.
"Berani-beraninya kamu bilang Aku tua! Minta maaf, nggak?" titah pria itu sembari menatap wajah Kiara dalam-dalam. Kiara justru tertawa melihat ekspresi wajah Daniel yang sedang menatapnya. Daniel yang melihat Kiara tertawa, tiba-tiba saja Ia mendaratkan ciumannya pada pipi Kiara. Sontak apa yang dilakukan oleh Daniel membuat Kiara diam dan mengusap pipinya sembari menatap wajah Daniel yang langsung memalingkan wajahnya.
"Apa yang Om lakukan? Om mencium saya?" Kiara membulatkan matanya tatkala merasa pipinya disentuh oleh pria itu. Daniel kembali menatap bola mata Kiara dan berbisik lirih, "Jika berani sekali lagi kamu menertawakan ku, bukan hanya ciuman pipi yang akan kamu dapatkan, Akan ada kejutan yang lebih besar lagi, faham!"
Kiara memperlihatkan wajah masamnya, gadis itu tak habis pikir jika Daniel bisa senekad itu, "Dasar pedofil!" umpatnya pada Daniel yang tak sengaja pria itu mendengarnya. "Pedofil? Kamu masih bocah? Hmm Aku rasa tidak, sepertinya pertumbuhanmu terlihat membesar, Kamu pasti sudah dewasa, lumayan seksi meskipun sedikit tepos!" ujar Daniel sembari tersenyum smirk.
"Eh kalo ngomong dijaga tuh mulut, udah mesum, bilangin Saya tepos lag, entar ya! Kualat Anda udah ngatain Saya tepos, masih untung Saya nggak teriak, mau sosor aja!" gerutunya sembari mengusap bekas ciuman Daniel pada pipinya. Daniel yang melihat itu terlihat tersenyum dan berkata, "Nggak usah dibersihkan, biarin aja! Aku yakin kamu pasti merindukan ciumanku lagi!"
"Ya ampun! Pak Daniel bisa seperti itu pada gadis ini!"
"Nggak nyangka ya! Ternyata dia masih normal,"
"He em, padahal kata orang-orang, Pak Daniel itu seorang gay, istrinya aja sampai minta cerai sama dia, ya gosipnya itu gara-gara Pak Daniel udah nggak bisa ON lagi, ih kasihan ya!"
"Iya kamu betul, Pak Daniel memang suka pergi dengan teman-teman cowoknya, sayang banget nggak sih, ganteng-ganteng tapi impoten hihihi!"
Bisik-bisik orang-orang yang duduk disekitar Daniel dan Kiara. Perceraian Daniel dan mantan istrinya terjadi karena sang istri menggugat cerai kepada Daniel, karena pria itu sudah beberapa bulan tidak bisa ON ketika berada di samping istrinya. Sehingga Daniel digosipkan memiliki orientasi sekssual yang menyimpang, Ia digosipkan seorang homo atau biasa yang disebut kaum Gay.
__ADS_1
Setelah perdebatan sengit itu, pembacaan puisi pun tengah dilakukan oleh Kaila, semua penonton menyaksikan bagaimana Kaila membacakan puisi dengan sangat bagus dan menghayati sekali, membuat Kiara bangga memiliki Adik Sepertinya.
Hingga di baris terakhir dari puisi yang dibacakan Kaila, penonton dibuat takjub melihat mimik wajah dan ekspresi Kaila yang sangat menawan.
"Tuh kan! Ya ampun Kaila kamu hebat banget sayang! Huuuuu I love you Kai!" teriak Kiara yang tak sengaja tangannya menepuk bagian paha Daniel dengan berkali-kali, saking antusiasnya Ia melihat penampilan adiknya, Kiara tak sadar jika ada seorang laki-laki yang tengah merasakan sesuatu yang sangat ia rindukan, sesuatu yang sempat hilang itu membuatnya di gosipkan yang aneh-aneh oleh orang-orang sekitarnya, bahkan istrinya sendiri juga meninggalkan nya.
"Oh God! Kenapa bisa begini? Apa gadis ini obatnya?" batin pria itu sembari melihat tangan Kiara yang berada di atas pahanya.
...BERSAMBUNG...
...Hehehe menurut kalian keren mana nih cerita Cynthia dan Rico atau cerita Kiara dan Daniel?🤭...
*
*
*
...Visual Kiara dan Daniel, biar kalian bisa menghalu sekalian 😁...
Kiara Arven, 20 tahun. Putri dari Rico Arven Arion dan Juliet Handoko.
__ADS_1
Daniel Mahardika, 33 tahun. Duda tampan yang digosipkan sebagai seorang gay.