MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Bukan anak Suamimu


__ADS_3

Cynthia menatap wajah suaminya dan wajah Juliet, sebagai mahasiswi jurusan Psikologi Ia tentu bisa membaca mikro ekspresi pada wajah suaminya maupun Juliet. Cynthia pun mulai berkata kepada Juliet dengan tenang.


"Tante Juli! Saya sangat menghormati Tante sebagai Ibu kandung dari Kiara, dan Saya tidak pernah melarang Kiara untuk bertemu dengan Tante, tapi kenapa Tante ingin sekali memaksa untuk masuk ke dalam kehidupan kami, jika memang bayi itu adalah anak suamiku, kita buktikan dengan tes DNA, jika bayi itu memang positif anak suamiku maka kami akan menjamin kesehatan dan keselamatannya selama dalam kandungan sampai waktunya Tante melahirkan, dan jika Tante keberatan untuk merawatnya, kami bersedia merawatnya, dengan catatan suamiku tidak akan pernah menjadi suami Tante lagi." ucapnya tenang sembari tersenyum.


Apa yang dikatakan Cynthia membuat Juliet sedikit berpikir untuk mengintimidasi Rico, jika benar Cynthia dan Rico melakukan tes DNA terhadap bayinya tentu saja sandiwara nya akan terbongkar.


"Untuk apa tes DNA! Aku rasa itu tidak perlu, bukti ini sudah cukup menyatakan jika Mas Rico sudah berbuat itu kepada ku!" ucap Juliet melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri.


"Sekarang ini jaman sudah canggih Tante! Banyak cara untuk mengedit sebuah foto biasa menjadi foto yang seperti itu, bukan hal yang sulit!" balas Cynthia.


"Jadi, kamu berpikir jika Aku sudah berbohong, seperti itu!" bentak Juliet yang mulai kesal dengan sikap Cynthia.


Rico yang melihat sikap Juliet yang mulai kasar, Ia segera menyuruh Juliet untuk keluar dari rumahnya.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini! Kami tidak akan percaya dengan ucapan mu yang tidak masuk akal itu, pergi!" Rico mendorong tubuh Juliet dan menyuruhnya untuk segera keluar secepatnya, tapi Juliet tetap saja berontak dan tidak mau pergi dari rumah Rico, seperti orang gila, Juliet terlihat mengomel saat Rico berhasil membuatnya keluar dari rumah.


"Dasar bedebah kalian semua! Tunggu saja Aku akan membuat pernikahan kalian hancur, ini tidak adil, Mas Rico mendapatkan kebahagiaan bersama wanita lain, serta mendapatkan Kiara. Sedangkan Aku, bahkan untuk bertemu dengan anakku saja Aku tidak bisa, kalian jahat!" tiba-tiba saja terdengar suara Juliet yang sedang berteriak.


"Aaaaaaaaaaaa ....!"


Rupanya saat Juliet sedang mengumpat, dirinya tidak sadar jika kakinya terlilit selang air yang belum digulung oleh tukang kebun Rico, alhasil Juliet jatuh dan menjerit kesakitan. Sontak Cynthia dan Rico berlari keluar dan melihat Juliet yang sedang pingsan.


"Astaga! Juli!"

__ADS_1


Rico dan Cynthia menghampiri Juliet yang sedang pingsan, lantas mereka membawanya ke rumah sakit.


Sementara itu di dalam apartemen, Ibra yang masih berada di dalam kamar mandi, tiba-tiba saja Dirinya menemukan sebuah benda seperti kemasan tes kehamilan yang tak sengaja Ia lihat dalam tempat sampah di dalam kamar mandi.


"Apa itu?" lantas Ibra mengambil kemasan berwarna biru putih itu, Ibra memperhatikan dan membaca dengan seksama tulisan yang tercantum pada kemasan yang bermerek Sensiitif itu.


Sejenak Ibra mengambil benda yang berada di dalam kemasan itu, sebuah benda panjang sekitar 10 cm yang menunjukkan dua garis merah pada permukaan nya. Kemudian Ibra mencocokkan garis itu dengan tulisan yang ada di dalam kemasan.


Setelah Ibra mencocokkannya, terlihat senyum bahagia terukir di bibir pemuda itu, garis dua berarti positif.


"Hamil, Tante Juliet hamil, yess ... Tante Juli hamil anakku, kenapa Tante tidak mengatakan nya padaku, ini benar-benar membuat ku bahagia, Aku pasti akan menikahi Tante Juliet, itu pasti karena Aku sangat yakin bayi itu adalah anakku, karena hanya Aku yang selama ini berhubungan dengan Tante!" ucapnya sembari tersenyum bahagia.


Saat itu juga Ibra menelepon Juliet untuk mengetahui dimana keberadaannya, Juliet yang masih dalam perjalanan ke rumah sakit tentu saja Dia tidak bisa menerima telepon dari Ibra, Cynthia yang tak sengaja mendengar dering telepon dari arah tas Juliet mencoba melihat siapa yang sedang menghubungi Juliet.


Cynthia dibuat terkejut saat melihat nama Ibra dalam ponsel Juliet, Ibra rupanya menelepon Juliet berkali-kali, karena Cynthia tidak ingin mencampuri urusan Juliet dan Ibra, Ia pun meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Ah sial! Kemana sih Tante! Angkat dong Tante, kita harus bicara!" Ibra terlihat mondar-mandir tidak tenang sebelum dirinya berbicara dengan Juliet. Ibra pun menelepon kembali nomor Juliet.


Karena dering ponsel Juliet begitu berisik di telinga Rico yang sedang mengemudi, Ia pun menyuruh Cynthia untuk mengangkatnya.


"Sudahlah Sayang! Angkat saja telepon nya, siapa tahu penting, mana berisik banget ditelinga, Aku jadi nggak fokus nih!" pinta Rico dan Cynthia pun mengangguk.


Akhirnya Cynthia pun menerima telepon dari Ibra, baru saja Cynthia membuka percakapan, rupanya Ibra sudah tidak sabar ingin segera mengutarakan kebahagiaan nya atas kehamilan Juliet yang sudah mengandung anaknya.

__ADS_1


"Halo Tante! Aku bahagia akhirnya Tante mau mengangkat teleponku, Aku sangat mencemaskan keadaan Tante, sekarang Aku sudah tahu semuanya, Aku baru saja menemukan tes kehamilan yang Tante buang pada tempat sampah, Tante hamil anakku, iya ... bayi itu adalah anak kita, Aku akan menikahi Tante secepatnya, itu pasti Tante, itu pasti. Aku sangat mencintai Tante!"


Sontak Cynthia dibuat terperangah saat mendengar ucapan Ibra, ternyata Ibra adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh Juliet. Cynthia membekap mulutnya sendiri, dia benar-benar shok saat mengetahui jika Juliet dan Ibra terlibat hubungan yang sudah terlanjur dalam sampai Juliet mengandung anak dari teman sekampus nya itu.


"Halo! Tante! Plis jawab Tante! Kenapa Tante diam saja!" Ibra tampak memaksa Juliet untuk berbicara. Namun, bukan suara Juliet yang Ia dengar, tapi suara Cynthia.


"Halo Ibra! Ini Aku Cynthia!" ucap Cynthia memberanikan diri untuk berbicara dengan pria yang sempat ingin memaksa untuk menikah dengannya itu. Dan Ibra pun sangat terkejut, kenapa Cynthia yang menjawab telepon nya bukan Juliet.


"Cynthia! Kenapa kamu yang angkat telepon Tante Juli?" tanya Ibra penasaran.


"Maafkan Aku, sebaiknya kamu harus tahu tentang keadaan Tante Juliet," jawab Cynthia.


"Tante Juli? Apa yang terjadi dengan nya? Katakan!" Ibra terlihat begitu mencemaskan keadaan Juli.


"Tante Juli pingsan, tadi dia datang ke rumah kami!" ucap Cynthia.


"Tante Juli pingsan! Bagaimana bisa?"


Kemudian Cynthia menceritakan semuanya kepada Ibra tentang maksud kedatangan Juliet ke rumahnya, Ibra tampak mengusap wajahnya kasar, ternyata selama ini Juliet sudah memperalat nya untuk membantu rencana Juliet kembali kepada mantan suaminya dengan berpura-pura mengandung anak Rico.


"Oke! Aku akan segera datang ke rumah sakit, dan kamu jangan khawatir, bayi yang dikandung oleh Tante Juliet, itu adalah anakku, bukan anak Suamimu!" Ibra kemudian menutup teleponnya dan Ia segera pergi ke rumah sakit.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2