
"Daddy! Buka pintunya Daddy! Kia mau ketemu Mama Cynthia!" teriak gadis kecil itu di depan pintu kamar Rico, sementara Nini tampak menyusul Kia yang sudah mengetuk pintu kamar Rico.
Rico menghela nafasnya dan Ia perlahan turun dari dari tubuh istrinya dengan wajah yang memelas. Cynthia terlihat tersenyum dan mencoba menenangkan suaminya.
"Sabar ya, Sayang! Mungkin Kiara ingin bertemu denganku, boleh ya Aku buka pintunya?" Cynthia tampak meminta izin kepada Rico untuk membuka pintu kamar mereka.
Rico mengangguk lemas dan ia mengancingkan kembali kemeja yang sudah terlepas seluruhnya, kemudian Ia beranjak duduk sembari menenangkan dirinya. Sementara Cynthia terlihat merapikan kembali baju dan dalaamannya yang sempat di lepaskan oleh sang suami, kemudian Cynthia juga merapikan rambutnya dan membersihkan bibirnya akibat lummatan dari sang suami yang membuat bibir Cynthia terlihat basah.
Sementara di luar kamar Kia terus menunggu pintu kamar Rico dibuka, gadis itu tidak mau pergi dan terus menunggu Rico membukakan pintu. Sementara Oma Nini mencoba membujuk cucunya untuk tidak mengganggu malam pertama Daddy-nya.
"Aduh Kia! Daddy dan Mama Cynthia pasti sudah tidur, mereka pasti kecapekan. Kiara sama Oma saja, ya! Ayo!" bujuk Oma Nini sembari menggandeng tangan Kiara, tapi sepertinya gadis itu enggan untuk pergi dari kamar Rico.
"Nggak mau, Oma! Kia pingin banget bobo sama Mama Cynthia, Kia udah lama pingin ngerasain bobo dalam pelukan seorang Mama, dan hanya dalam pelukan Mama Cynthia Kia mau bobo!" jawab gadis itu sembari menundukkan wajahnya. Tak berselang lama terdengar suara kunci pintu kamar dibuka.
"Ceklek ceklek."
Wajah Kiara yang awalnya menunduk sedih, saat pintu dibuka gadis itu melihat dua kaki mulus yang sedang berdiri di depannya.
"Ih kaki Daddy masa semulus itu, sih! Kaki Daddy kan banyak rambutnya. Ini pasti kaki Mama Cynthia!" batin Kiara sembari memperhatikan Cynthia dari bawah ke atas. Sontak Kiara sangat bahagia sekaligus terharu saat melihat wajah Cynthia yang sedang tersenyum di depannya.
"Mama Cynthia! Huhuhu jadi benar Mama Cynthia sekarang menjadi Mama-nya Kiara!" gadis itu langsung memeluk Cynthia penuh haru. Cynthia tersenyum dan membalas pelukan Kiara dengan hangat.
"Itu benar, sayang! Kok Kiara malah nangis sih! Kiara nggak suka Mama Cynthia ada di sini?" ucap Cynthia sembari mengusap lembut rambut Kia.
Gadis kecil itu melepaskan pelukannya dan berkata, "Kia menangis karena Kia bahagia, Ma! Akhirnya Kia bisa bersama Mama Cynthia selamanya, Kia sayang Mama Cynthia, malam ini Kia mau bobo sama Mama Cynthia! Boleh kan?" ucapnya sembari menatap Cynthia penuh harap.
Sementara itu Nini terus mencoba membujuk cucunya untuk ikut tidur bersamanya.
"Ayo Kia! Ikut Oma, kita bobo yuk! Mama Cynthia biar istirahat dulu, kasihan Mama Cynthia pasti capek!" seru Oma Nini.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Ma! Biar Kia tidur bersama Saya," jawab Cynthia yang membuat Kia begitu senang.
"Tapi, Cynthia! Suamimu?" tanya Oma Nini yang pastinya sudah tahu jika Kiara tidur bersama Cynthia, maka Rico tidak akan bisa menikmati malam pengantin mereka.
"Mama tidak perlu khawatir! Suamiku tidak akan marah! Lagipula sekarang Kia adalah putri Cynthia juga, Ma! Mungkin jika Saya jadi Kiara, Saya akan melakukan hal yang sama," jawab Cynthia yang mengerti bagaimana perasaan Kiara.
"Tuh! Mama Cynthia saja ngebolehin Kiara untuk bobo di kamarnya Daddy, Oma nggak usah takut, Kia nggak nakal kok, Oma! Kia janji pasti langsung bobo dan tidak aneh-aneh, iya kan Ma!" jawab gadis itu polos.
Tak berselang lama Rico menghampiri Cynthia yang sedang menemui Kiara, putri kesayangannya.
"Ehem ... ada apa ini? Kia! Kok Kia belum tidur? Besok kan harus sekolah?" ucap Rico sembari mengusap rambut Kiara yang sedang memeluk Cynthia.
"Kia nggak bisa tidur, Daddy! Kia mimpi kalau Daddy dan Mama Cynthia sedang berperang, Kia takut aja jika Daddy beneran mau perang sama Mama Cynthia, Kia sangat takut Dad!" ucapnya polos sembari terus memeluk Cynthia dan tidak mau melepaskan Mama barunya itu.
"Aduh Kia! Gimana nasib Daddy kalau kamu mau bobo sama Mama Cynthia? Kasihan Adek kecil nya Daddy nih! Mana udah terlanjur bangun" batin Rico sembari menatap wajah sang istri.
"Ya ampun Sayang! Kasihan kamu, suamiku! Tapi mau gimana lagi!" Cynthia menatap wajah Rico penuh iba sekaligus geli melihat ekspresi wajah sang suami yang terlihat begitu memelas.
Sementara Rico tampak garuk-garuk kepalanya yang tak gatal, "Terserah kamu aja deh, Kiara! Mana mungkin sih Daddy nyakitin Mama Cynthia, yang ada Daddy mau bikin Mama Cynthia keenakan, hmm gagal deh!" batin pria itu sembari masuk ke dalam kamarnya kembali.
Oma Nini pun berpesan kepada Kiara agar tidak nakal saat bobo dengan Mama Cynthia, hingga akhirnya Kiara berhasil membuat Rico memendam kembali rasa inginnya untuk menyentuh sang istri malam ini.
"Sekarang, Kia bobo gih! Besok kan harus sekolah!" seru Cynthia sembari memeluk putri tiri nya itu. Sedangkan Rico tampak tidur di sofa dengan memandang istrinya yang tidur di atas ranjang.
Dalam hitungan menit, Kiara pun akhirnya tertidur, sungguh gadis kecil itu memang ingin tidur dalam dekapan Cynthia, seolah-olah dirinya begitu nyaman saat berada di samping Cynthia.
Namun tidak dengan Rico, Ia tahu jika putrinya itu sudah tidur dengan pulas, kemudian pria itu beranjak bangun dan menghampiri Cynthia yang tidur di samping Kiara. Rico terlihat menyentuh pipi Cynthia dan berusaha membuat Cynthia terbangun.
Benar saja, Cynthia pun terbangun dan Ia sangat terkejut saat melihat wajah sang suami yang berada di sampingnya.
__ADS_1
"Sssttt!"
Rico memberi kode agar Cynthia tidak bersuara, mengingat sang putri sedang berada di samping Cynthia. Rico tersenyum dan berbisik di telinga Cynthia.
"Ayo ikut! Mumpung Kiara sudah tidur!" titah Rico yang Ia bisikkan pada telinga Cynthia.
Cynthia pun mengikuti perintah sang suami untuk mengikutinya keluar dari kamar. Rico terlihat menggandeng tangan sang istri dan mengajaknya untuk tidur di kamarnya sebelah.
"Sayang! kita mau kemana?" tanya Cynthia yang tidak tahu kemana dirinya di bawa pergi oleh sang suami. Dan akhirnya Rico tiba di kamar sebelah yang letaknya sedikit jauh dari kamar utama, kamar yang biasanya digunakan untuk kamar tamu. Setelah keduanya sampai di dalam kamar, Rico segera mengunci pintu dengan cepat dan kemudian Ia membalikkan badannya.
Senyum smirk dari itu pun mulai menghiasi ketampanan wajah Rico. Pria itu mulai mendekati Cynthia yang saat ini berdiri di depannya, Cynthia pun merasa jika suaminya ingin melanjutkan percintaannya yang tertunda karena kehadiran Kiara yang tidak disengaja.
Cynthia bergerak mundur ketika Rico berjalan menuju ke arahnya, Cynthia semakin dibuat deg-degan ketika Rico melepaskan kemeja yang melekat pada tubuh atletisnya. Dan kini pria itu sudah bertelanjang dada. Sungguh pemandangan yang baru pertama kali Cynthia lihat, dada kokoh pria itu terlihat begitu menantang, meskipun usianya sudah tidak muda lagi, namun masih terlihat jelas betapa gagahnya mantan suami Juliet itu.
"Astaga! Kenapa Aku merasa begitu gugup, apa karena ini adalah malam pertama bagiku?"
Bagaimana pun cara Cynthia menghindari Rico, nyatanya justru dirinya tidak akan bisa menghindarinya, Cynthia terhempas di atas ranjang di dalam kamar tamu tersebut. Sungguh semakin mudah bagi Rico untuk menangkap kembali tubuh istrinya. Rico dengan gairah yang mulai merambat pada ubun-ubun nya, pria itu sangat bersemangat untuk naik ke atas ranjang dan merangkak di atas tubuh Cynthia perlahan.
Cynthia terus bergerak mundur hingga akhirnya tubuhnya mentok pada sandaran tempat tidur dan tentu saja gadis itu tidak bisa lari dari genggaman Rico.
Rico bukanlah pemula yang masih amatiran, dia sudah sangat berpengalaman dalam memuaskan istrinya di atas ranjang, pria itu tidak langsung ke pusat inti tubuh Cynthia, namun dirinya bermain dulu di titik-titik sensitif yang ada pada tubuh Cynthia.
Cynthia mendesaah, gadis itu melenguh panjang, tatkala kecupan Rico yang berada di perut Cynthia, membuat libido nya kian meningkat. Cynthia membusungkan dadanya. gadis itu benar-benar dibuat kacau oleh seorang Rico.
"Tubuhmu begitu wangi, Baby! Aku ingin merasakan semua yang ada pada dirimu." ucap pria itu sembari melepaskan seluruh kain yang menempel pada tubuh Cynthia tanpa terkecuali.
...BERSAMBUNG...
*
__ADS_1
*
...Gaes tahan nafas dulu, ya! kira-kira Om Rico berhasil nggak ya? Othor mau mengumpulkan kata-kata yang akan membuat kalian senyum-senyum sendiri nantinya, so jangan lupa sajennya ya 😁...