
Hari itu juga Abel dan Jessie pergi ke kantor Rico yang berjarak sekitar setengah jam dari tempat mereka, Abel tampak begitu panik karena dirinya sudah mengetahui rahasia sebenarnya apa yang menyebabkan Cynthia tiba-tiba akan menikah dengan Ibra.
"Aduuh cepet dong, Pak!" seru Abel kepada sang sopir taksi.
"Bel, kita ngapain sih ke kantor Om Rico segala, ini udah hampir jam empat sore loh, Om Rico pasti mau pulang terus kita ke sana Om Rico pasti udah nggak ada." ucap Jessie yang masih bingung dengan sikap Abel.
"Aduh Jessie! Ini benar-benar genting, tahu nggak sih, tadi tuh aku dengar Tante Juli sama Kimmy membicarakan tentang rencana mereka berdua untuk memisahkan Cynthia dan Om Rico, rupanya Tante Juli memanfaatkan situasi Om Benny yang terlilit hutang dengan Ayahnya Ibra sebesar 2 M." ungkap Abel.
"What! Jadi, Om Benny punya hutang sama Ayahnya Ibra, terus Tante Juli mempengaruhi Ibra untuk membantunya memisahkan Cynthia dan Om Rico! Astaga! Kenapa bisa jadi begini! Kenapa Cynthia nggak bilang sih!" ucap Jessie menyayangkan.
"Aku tahu kenapa Cynthia nggak mau ngomong, si doi pasti di ancam, Aku yakin itu." balas Abel menebak.
"Ya udah! Ayo cepetan kita ke kantor Om Rico, eh kita telepon ke nomor Om Rico aja, kamu punya nomornya, kan?" tanya Abel agar lebih mudah dan lebih cepat bertemu dengan Rico.
"Yaah ... Aku lupa nge-save nomornya Om Rico lagi, mana kartu nama nya ada di rumah." sesal Jessie.
"Aduuh ... ya udah kita harus cepat nih, sebelum Om Rico pergi dari kantornya, mana Pernikahan nya malam ini." Abel semakin di buat panik karena jam hampir menunjukkan pukul empat sore.
Sementara itu Cynthia sudah dijemput oleh beberapa orang yang akan membawanya ke tempat Ibra menyiapkan pernikahan mereka sebuah rumah mewah yang di buat sebagai tempat ijab Kabul, Benny pun sudah berada di tempat itu dengan wajah pasrah, menunggu kedatangan sang putri yang akan menjadi pengantin Ibra.
"Bagaimana! Apa pengantin ku sudah datang?" tanya Ibra kepada anak buahnya.
"Belum Bos! Sepertinya anak-anak sedang menjemputnya!" jawab anak buahnya. Ibra menghampiri Benny dan berkata. "Hai Papi Mertua! Jangan gugup gitu, dong! Seharusnya Om senang, karena sebentar lagi putri Om akan menjadi istri Saya! Om jangan khawatir, Cynthia akan bahagia hidup bersama Saya." ucap Ibra sembari tersenyum smirk.
*
*
*
Di sisi lain Abel dan Jessie sudah tiba di kantor Rico, keduanya turun dan langsung menuju lantai atas di mana kantor direktur berada, tiba-tiba saja mereka di hadang oleh seorang satpam yang berjaga.
"Tunggu Nona! Anda mau kemana?"
"Aduh Pak! Plis kami ingin bertemu dengan Pak Rico Arven, ada sesuatu yang penting yang harus kami sampaikan." jawab Abel tampak celingak-celinguk mencari keberadaan Rico di dalam.
"Maaf, Pak Rico tidak bisa bertemu dengan tamu sembarangan! Harus ada janji terlebih dahulu! Apa kalian berdua sudah ada janji dengan Beliau?" tanya satpam itu.
__ADS_1
"Aduh, Pak satpam! Mana sempat kita bikin janji, orang ini masalah nya mendadak!" jawab Jessie yang memaksa untuk masuk ke dalam kantor.
"Tidak bisa Nona! Saya tidak bisa mengizinkan masuk sembarang orang, itu sudah perintah!"
Abel, Jessie dan Satpam terlihat beradu mulut, membuat seorang pria yang hendak keluar dari kantor itu tampak mengerutkan keningnya.
"Abel, Jessie? Sedang apa mereka di sini?" gumam Rico yang sedang berjalan menghampiri mereka bertiga.
"Ada apa ini?"
Tiba-tiba suara bariton seseorang mengejutkan mereka bertiga, Abel dan Jessie tampak bahagia Akhirnya mereka bisa bertemu dengan Rico.
"Om Rico! Kami datang ingin menyampaikan sesuatu tentang Cynthia, Om!" ujar Abel dengan nafas yang tampak terputus-putus.
"Cynthia! Memangnya apa yang terjadi dengannya?"
"Begini, Om ....!
Abel menceritakan semua yang terjadi pada Cynthia, dan yang membuat Cynthia menikah dengan Ibra. Rico tampak mengepalkan tangannya, rupanya itu alasan Cynthia memutuskan hubungan dengannya, ternyata ada seseorang di balik dalang semua ini yaitu mantan istrinya, Juliet. Kemudian Rico segera memerintahkan sekretaris nya untuk menyiapkan uang sebesar 2,5 M saat itu juga.
Kedua gadis itu tampak geleng-geleng kepalanya, begitu mudah Rico menggelontorkan uang sebanyak itu bahkan lebih demi membebaskan hutang Benny.
Rico pun bergerak cepat dengan menginstruksikan kepada anak buahnya untuk melacak nomor Ibra dan menghubunginya segera, untuk memancing agar Ibra keluar dari tempat persembunyiannya. Anak buah Rico bergerak cepat sesuai perintah Rico.
Rupanya benar, Ibra mendapatkan telepon dari seseorang yang ingin bertemu dengannya.
"Bos ada telepon!" seru seorang anak buah Ibra sembari memberikan ponsel kepada Ibra.
"Halo! Siapa ini?"
"Kamu tidak perlu tahu siapa Aku, Aku ingin bertemu dengan mu sekarang juga, ada bisnis yang akan Aku tawarkan kepadamu." ucap Rico berbohong. Ibra pun terpancing untuk segera keluar dari rumah sebentar.
"Aku keluar dulu! Kalian jaga Om Benny jangan sampai lepas, sebentar lagi Aku kembali!" perintah Ibra kepada anak buahnya.
"Baik, Bos!"
Akhirnya Ibra keluar juga dari rumah itu, meninggalkan beberapa anak buah dan beberapa orang yang Ia bayar untuk menjadi saksi pernikahan nya dengan Cynthia, tentu saja penghulu pun sudah di persiapkan Ibra.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Rico menanyakan keberadaan Cynthia kepada kedua temannya itu.
"Sekarang, Cynthia ada di mana?" tanya Rico yang masih mengkhawatirkan keadaan Cynthia.
"Tadi kami melihat Cynthia masih berada di rumah, tapi entah sekarang! Mungkin anak buah Ibra sudah menjemputnya." terang Abel.
"Sial! Aku harus cepat!" Rico segera pergi sebelum Cynthia tiba di lokasi dimana Ia dan Ibra akan melangsungkan pernikahan.
Hingga akhirnya Rico dan Ibra bertemu di suatu tempat, dengan membawa anak buah masing-masing yang berjumlah sama-sama banyak. Mereka berdua berada di suatu rumah yang sudah di persiapkan Rico untuk melunasi hutang-hutang Benny.
Ibra rupanya sudah menunggu kedatangan seseorang yang dikabarkan akan menawarkan kerjasama dengannya. Perlahan anak buah Rico mulai datang dan memberikan sebuah koper berisi uang sebanyak 2,5 M.
Anak buah Rico mulai membuka isi koper itu, dan benar saja isinya berupa gepokan uang senilai 2,5 M yang akan diberikan Rico untuk Ibra.
Ibra tersenyum dan bertanya. "Kerjasama apa yang akan kita sepakati dengan uang sebanyak ini?"
Anak buah Rico mulai mundur dan Rico pun mulai maju untuk menghadap langsung dengan Ibra. Sejenak Ibra terkejut kenapa tiba-tiba Rico ada di depannya. Dan saat itu barulah Ibra menyadari jika Rico pasti datang untuk menolong Benny dan Cynthia.
"Oh ... rupanya sang pahlawan datang juga, hmm sungguh luar biasa!" ucap Ibra sembari bertepuk tangan kepada Rico.
"Bukankah itu yang kamu butuhkan? Dan sekarang hutang-hutang Benny sudah lunas, Aku berikan lebih untukmu, total semuanya ada 2.5 M. Apa masih kurang?"
Anak buah Ibra tampak membulatkan matanya saat melihat uang lebih yang dibayarkan oleh Rico untuk hutang-hutang Benny. Namun rupanya jiwa arogan Ibra muncul, pria itu menolak untuk menerima uang dari Rico.
"Maaf! Tidak semudah itu Aku menerima uang itu, karena sekarang yang Aku inginkan hanya Cynthia! Sebentar lagi aku akan mendapatkan Cynthia hahaha!"
Rico semakin geram dengan sikap Ibra, tanpa mengotori tangannya Rico dengan mudah membungkam mulut Ibra. Dengan satu tepukan tangan, Rico sudah membuat anak buah Ibra beralih menentang Bos nya sendiri.
"Bawa dia!" titah Rico kepada anak buah Ibra yang berhasil Ia hasut dan Ia bayar. Dan Ibra pun begitu terkejut bagaimana bisa anak buahnya berbalik menyerangnya.
"Hei apa yang kalian lakukan? Lepas kan Aku, Brengsek!" umpat Ibra saat tubuhnya tidak bisa kemana-mana, karena anak buahnya sendiri sudah berbalik untuk tidak menolongnya.
"Maafkan kami, Bos! Kami sudah menerima kesepakatan dari Pak Rico dan kami tidak akan bekerja dengan Anda lagi, karena Pak Rico sudah memberikan sisa pembayaran hutang lima ratus juta itu menjadi milik kami. Jadi, maafkan Kami, Bos!" ucap seorang anak buahnya yang sudah menjadi anak buah Rico.
"Bedebah kalian! Rupanya kalian sudah mengkhianati ku!" umpat Ibra dengan kesal.
"Sekarang! Sebaiknya terima saja uang itu, dan hutang-hutang sahabat ku lunas, dan kamu tidak perlu susah payah untuk menikahi Cynthia, karena Aku yang akan menggantikan posisimu!" ucap Rico dengan senyum kemenangan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...