
Cynthia tampak menahan rasa sakit itu, mulas-mulas yang semakin sering dan timbul, Rico berhasil membawa sang istri masuk ke dalam mobil, sementara dirinya masih memakai handuk itu pada tubuhnya, saking paniknya Rico lupa jika dirinya hanya memakai handuk sebatas perutnya, Ia pun segera masuk ke dalam mobil untuk segera mengantarkan istrinya ke rumah sakit. Namun, untung saja sang anak mengingatkan Daddy-nya untuk segera berganti baju.
"Daddy! Daddy mau kemana?" Kiara berkata sedikit berteriak kepada Rico yang hendak masuk ke dalam mobil nya.
"Ya ampun Daddy! Dengan kondisi seperti itu, Daddy mau pergi ke rumah sakit, bisa-bisa gempar seluruh isi rumah sakitnya Dadd! Dokter dan Suster bakal menjerit histeris lihat Daddy seperti ini! Apalagi melorot kayak tadi, bisa-bisa tuh Mbak-mbak perawat pada pingsan semua lihat Daddy macam itu!" Kiara tampak menepuk jidatnya melihat tingkah Rico yang begitu panik sehingga Ia lupa untuk memakai baju.
Rico melihat dirinya dan Ia senyum-senyum sendiri, "Hehehe ... iya Daddy lupa! Daddy masuk ke dalam dulu mau ganti baju, kamu temenin Mama Cynthia dulu ya, Daddy cuma sebentar!" ucap Rico kepada Kiara.
"Daddy jangan khawatir, Kiara pasti nungguin Mama!" jawab gadis itu sembari masuk ke dalam mobil dan mencoba menenangkan Cynthia.
"Mama yang kuat, ya! Kia selalu mendoakan semoga Mama Cynthia dan Dede bayi sehat dan selamat," ucap gadis kecil itu sembari mengusap perut Cynthia yang membesar.
"Dede jangan nakal, ya! Kakak nggak suka, Dede dan Mama Cynthia harus kuat, kakak sudah nggak sabar ingin segera bertemu dengan adik baru Kia, Ma!" jawab gadis itu dengan polosnya. Cynthia mencoba tersenyum sembari menahan rasa sakitnya.
Oma Nini pun ikut melihat sang menantu yang tampak kesakitan, karena dirinya pun pernah merasakan apa yang pernah Cynthia rasakan, Oma Nini juga masuk ke dalam mobil mendampingi Cynthia. Sementara itu Rico sibuk mengganti pakaiannya di dalam kamar. Sementara barang-barang keperluan Cynthia sudah pelayan masukkan ke dalam bagasi mobil.
"Ya ampun Daddy kamu lama sekali sih, kasihan Mama kamu, Kia! Panggil Daddy sana suruh cepetan!" ucap Oma Nini kepada cucunya agar segera memanggil Daddy-nya untuk segera berangkat ke rumah sakit.
Baru saja Oma Nini berkata kepada Kia, Rico sudah datang dengan sedikit terburu-buru dan Ia segera masuk ke dalam mobilnya.
"Ya ampun Rico! Kamu ngapain aja di dalam, lama banget, kasihan nih Istrimu!"
"Iya iya Maaf, Ma! Tadi Rico sedang make bulu mata dulu!" sontak apa yang diucapkan Rico membuat Oma Nini melayangkan bantal kecil pada wajah anaknya.
"Aduh ...!"
Rico terlihat mengusap wajahnya dan rambutnya yang sudah tertata rapi.
"Bercanda kali, Ma! Rico tadi menelepon sekretaris Rico sebentar, biar dia cancel dulu jadwal rapat berikutnya. Rico mau nemenin Cynthia lahiran dulu. Dan Rico juga mengabari Benny jika Cynthia akan melahirkan." jawabnya.
__ADS_1
Cynthia rupanya benar-benar sangat tidak bisa menahan rasa sakit itu, dan Ia pun pingsan sebelum akhirnya sampai di rumah sakit.
"Loh! Cynthia, bangun Nak! Kamu kenapa?" Oma Nini tampak gugup melihat sang menantu yang sedang pingsan.
"Rico ayo cepetan, buruan! Istrimu pingsan!"
"Apa? Iya iya ini Aku udah ngebut nih, Ma!"
Rico tampak mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera sampai di rumah sakit, mengingat Cynthia sudah tidak sadarkan diri. Hingga akhirnya setelah beberapa menit, mobil mewah itu tiba di depan pintu masuk rumah sakit bersalin. Rico dan Oma Nini turun dari mobil dan segera pergi meminta pertolongan kepada petugas medis. Dengan cepat petugas medis datang dan membawa Cynthia masuk ke ruang IGD.
"Maaf! Anda berdua silahkan tunggu di luar, kami akan berupaya untuk menolong istri Anda!" ucap seorang dokter yang menangani persalinan Cynthia.
Rico, Oma Nini dan Kia menunggu Dokter memeriksa keadaan Cynthia dengan perasaan cemas, hingga akhirnya Benny datang dengan tergesa-gesa, pria bertubuh gemuk itu juga terlihat cemas bagaimana keadaan Putri satu-satunya itu.
"Rico! Bagaimana keadaan putriku?" Benny menghampiri Rico yang sedang duduk dengan cemas, Rico beranjak berdiri menyambut kedatangan sahabatnya itu.
"Cynthia pasti baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir, Dokter pasti bisa menanganinya!" hibur Rico kepada sang mertua. Hingga akhirnya setelah beberapa menit, dokter pun keluar dari ruang UGD.
"Nyonya Cynthia mengalami sedikit gangguan, air ketubannya sudah pecah dan kering sebelum waktunya, dan itu menyebabkan Nyonya Cynthia akan kesusahan untuk mengejan, dan tentunya pasti kurang bagus untuk kesehatan si jabang bayi, selain itu kondisi fisik Nyonya Cynthia yang sedikit lemah menyebabkan Nyonya Cynthia tidak bisa melahirkan normal." ucap sang Dokter.
"Terus bagaimana Dok?"
"Terpaksa kami harus melakukan tindakan operasi Caesar secepatnya," ucap sang dokter.
"Apapun itu, tolong! Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak Saya Dokter!" balas Rico penuh harap, kemudian dokter segera melakukan tindakan operasi itu.
"Baik, Pak! Kami akan melakukan secepatnya!"
"Dokter! Bisakah Saya ikut menemani istri Saya di dalam?" pinta Rico supaya dirinya ikut menemani sang istri dalam proses melahirkan secara Caesar nanti.
__ADS_1
"Silahkan, Pak!" jawab sang Dokter menyetujuinya.
Dokter pun akhirnya mempersiapkan ruangan operasi untuk Cynthia, sementara itu Rico ikut serta menemani Cynthia dalam meja operasi nanti. Rico memakai baju perlengkapan untuk operasi, kemudian Ia dibawa ke ruang operasi dimana istrinya sudah berada di dalam sana.
Cynthia yang sudah siap untuk melakukan tindakan operasi Caesar, merasa senang akhirnya dirinya bisa melihat suaminya datang untuk menemaninya.
"Sayang! Kamu yang kuat ya! Bayi kita pasti baik-baik saja!" ucap Rico memberi semangat untuk istrinya.
"Maafkan, Aku!" balas Cynthia sembari menatap wajah sang suami.
"Untuk apa?"
"Aku belum bisa menjadi Ibu yang sempurna, Aku tidak bisa melahirkan secara normal, Aku juga tidak ingin melahirkan dengan cara seperti ini, tapi bagaimana lagi, keadaan yang memaksa bayi kita harus lahir secara Caesar!" ucap Cynthia dengan sedikit haru.
"Kamu ini ngomong apa sih! Tidak usah minta maaf seperti itu, apapun kondisinya, melahirkan normal atau pun Caesar, bagiku kamu tetap Ibu yang baik, perjuangan mu sama seperti melahirkan normal, Aku hanya berharap kesehatan bagi kalian berdua, itu saja! Jadi, jangan berfikiran yang aneh-aneh, Oke!" ucapan Rico membuat Cynthia lebih tegar menghadapi persalinan secara Caesar ini.
Hingga akhirnya tiba-tiba mereka terdengar suara robekan sesuatu yang cukup mengganggu telinga Rico.
"Kreeekkk."
"Suara apa itu?" tanya Rico sembari menatap wajah istrinya dengan serius. Cynthia menggelengkan kepalanya karena Ia juga tidak tahu suara apa itu, namun suara itu bersumber dari arah perutnya dimana dokter sedang melakukan tindakan operasi saat itu juga.
Kemudian Dokter yang mendengar ucapan Rico dan berkata, "Tuan dan Nyonya tidak usah khawatir, sebentar lagi Baby kalian akan segera lahir."
Rico dan Cynthia rupanya sudah tidak sabar lagi ingin segera melihat buah hati mereka. Dan setelah beberapa menit akhirnya terdengar suara tangis bayi yang memenuhi ruang operasi itu. Rico dan Cynthia tampak menangis bahagia saat Dokter membawa bayi laki-laki itu pada pelukan Cynthia.
"Selamat Tuan dan Nyonya, bayi Anda sangat tampan!"
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...Ada yang lahiran secara Caesar, kah? ðŸ¤...