MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Rencana selanjutnya


__ADS_3

Kiara masuk ke dalam mobilnya, Ia pun sempat berpikir kenapa dirinya tiba-tiba saja melakukan hal itu kepada Daniel, mencium bibir sang duda di depan mantan istri Daniel, Ia pun tampak menggelengkan kepalanya sambil menepuk dahinya berkali-kali.


"Ya ampun Kiara! Kamu benar-benar sudah terjatuh ke pelukan pria tua itu? Nggak-nggak dia belum tua kok, dia cuma lebih dewasa aja, dan tentu saja dia lebih pintar memperlakukan wanita nya dengan sangat lembut, Omaigad! Apa Aku benar-benar jatuh cinta kepada nya." ucapnya lirih sembari tersenyum, tak sengaja Daniel melihat kepergian mobil Kiara lewat balkon, Ia melihat Kiara yang berada di dalam mobil dengan senyum-senyum sendiri sembari memegang bibirnya.


"Aku tahu, kamu pasti akan mencariku, sudah saatnya Aku melakukan rencana selanjutnya, dan setelah itu kamu baru sadar jika kehadiranku sangat berarti untukmu."


Sang sopir melajukan mobil keluar dari halaman utama rumah mewah Daniel Mahardika, sekilas Kiara memperhatikan sekeliling rumah Daniel yang berdesain cantik itu, dengan banyaknya tanaman bunga di sekitar rumah dan tentunya membuat Kiara begitu suka melihat pemandangan disekitar rumah Daniel. Tanpa sengaja Kiara melihat Daniel yang sedang tersenyum kepadanya dari atas balkon, pria itu terlihat melambaikan tangannya kepada Kiara dan memberikan ciuman jauh untuk sang gadis.


"Ya ampun! Rupanya dari tadi dia lihatin Aku dari situ, Dia tahu nggak ya kalau Aku memikirkan dia? Hmm ...!" Kiara tampak memalingkan wajahnya dan terlihat menutupi senyum malu-malu nya dari Daniel. Hingga akhirnya mobil Kiara keluar dari halaman rumah Daniel, keduanya tampak masih mengingat saat-saat mereka berdua saling berdekatan, seperti ada chemistry yang sudah sangat dekat, sama-sama saling merasakan sentuhan yang diberikan oleh masing-masing.


Selama dalam mobil, Kiara tampak senyum-senyum sendiri mengingat tingkah sang duda, yang menurutnya nyebelin tapi dia sangat suka. Sejenak Kiara menghela nafasnya melupakan bayangan sang duda yang membuatnya begitu resah. Kiara membuka tasnya dan mengambil ponselnya, kemudian Ia menyalakan kembali ponselnya yang sempat mati, setelah ponselnya hidup, Kia begitu terkejut melihat panggilan telepon dari Rico.


"Hmm Daddy pasti khawatir banget sama Aku! Maafkan Kiara ya, Dadd!" ucapnya sembari membaca pesan WhatsApp dari Rico yang belum Ia baca karena saat itu Ia sedang berada di rumah sakit. Meskipun Ia sudah berbicara dengan Rico lewat ponsel milik Ibra, kini Kiara membalas pesan dari sang Ayah.


"Maaf ya Daddy! Kia baru buka handphone, kemarin belum sempat balas Daddy, handphone Kia ketinggalan di mobil Om Daniel." (Send)


Tak disangka pesan WhatsApp Kiara dibalas langsung oleh Rico. "Iya Daddy maafkan! Oh ya Kia, nanti sepulang kamu dari rumah Om Ibra, kamu akan Daddy ketemukan langsung dengan calon suamimu, Daddy yakin kamu pasti tidak menolaknya."


"Ya ampun Dadd! Kiara pikir Daddy udah lupa dengan perjodohan itu, ayolah Daddy! Kiara nggak mau menikah dengan orang yang tidak Kiara cintai, Kia mohon Daddy mengerti sedikit saja."

__ADS_1


"Justru Daddy ingin melihatmu bahagia dengan calon suamimu, dia pria yang baik, bertanggung jawab dan tentunya dia lebih dewasa dari kamu, meskipun dia seorang duda." membaca balasan WhatsApp dari Rico, Kiara terlihat membulatkan matanya saat Rico bilang calon suaminya adalah seorang duda beranak satu.


"What? Daddy ingin menikah kan Aku dengan seorang duda! Ya ampun kenapa sih pesona sang duda selalu menghantui hidupku, daripada menikah dengan duda pilihan Daddy, mendingan menikah dengan Om Daniel yang sudah membuat jantung ku mau lepas, duuhh apalagi ciumannya membuat sesak seketika."


batin Kiara sembari membayangkan sosok Daniel yang tidak bisa lepas dari otaknya.


"Kalau Kia nggak mau gimana dong, Dad! Apa Daddy akan tetap memaksakan kehendak Daddy untuk menikah kan Kia dengan laki-laki itu, apa Daddy nggak takut jika nanti Kia akan menderita!" Rico kemudian menjawabnya santai.


"Daddy tidak akan memaksamu, tapi alangkah baiknya jika kamu bertemu dulu dengannya, karena Daddy yakin kamu pasti langsung suka melihatnya. Jika nanti kamu tidak suka, ya Daddy tidak akan memaksamu, dan Daddy ingatkan agar kamu tidak menyesal dengan pria pilihan Daddy."


"Ya ampun, Daddy. Nggak mungkinlah Aku suka sama dia, kalau dudanya kayak Om Daniel Aku pasti mau. Hmm ... tapi nggak mungkin itu Om Daniel, haruskah Aku menolak duda pilihan Daddy, dan menerima lamaran Om Daniel untuk menikahi ku? Aku benar-benar bingung!"


"Maaf Daddy! Pokonya Kiara tidak bisa menerima perjodohan ini, titik! Apalagi dia seorang duda, Kia nggak mau menikah dengan seorang duda, kecuali dudanya seperti Om ....!" Kiara tidak melanjutkan kata-katanya karena dirinya belum siap dengan kenyataan jika Ia memang mencintai Daniel.


"Apa Kia? Daddy nggak, Om ... Om siapa maksudmu, Sayang?"


"Ehehehe ... nggak apa-apa Daddy, Kia cuma bercanda, pisss ah."


Setelah Rico dan putrinya ngobrol-ngobrol, mereka pun menyimpan ponselnya kembali, dan tak berselang lama Ia mendapat telepon dari Kaila.

__ADS_1


"Kaila! Ada apa dia?" Kiara langsung menerima telepon dari sang Adik.


"Ada apa, Kai?" tanya Kiara sembari melihat jam tangannya.


"Syukurlah handphone kakak udah kembali, Kaila pikir masih berada di rumah Om Daniel, jadi Kai telepon saja, eh nggak tahunya udah ada di tangan Kakak" jawab sang Adik


"Iya! Baru saja Kakak ambil handphone itu dari Om Daniel, sekarang Katakan ada apa Kaila menelepon?" Kaila kemudian mengatakan bahwa hari ini Sekolah pulangnya cepat, "Kak! Para guru sedang ada rapat penting, Kakak Cepetan ya jemput Kaila." mendengar penuturan dari sang Adik, Kiara pun segera datang ke sekolah adiknya.


"Oke! Kamu tunggu, ya!" Kiara menutup ponselnya dan menyuruh sang sopir untuk berbelok arah ke sekolah Kaila.


Sementara itu Rico terlihat senang setelah membuka pesan WhatsApp dari sang anak yang membuatnya semakin semangat untuk menggoda Kiara, Cynthia yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerja Rico, Ia pun sungguh terkejut melihat sang suami yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa, Sayang?"tanyanya sembari mengerutkan keningnya.


"Enggak apa-apa, tadi Kiara mengirim pesan WhatsApp kepadaku? Katanya dia menolak perjodohan ini, dia nggak mau menikah dengan seorang duda. Dia belum tahu saja jika Calon suaminya adalah Daniel, pria yang sudah Kiara kenal terlebih dahulu."


"Aku nggak bisa bayangkan, jika Kiara tahu yang sebenarnya, bahwa pria yang akan dijodohkan nya berada begitu dekat dengannya." ungkap Rico sembari menyeruput teh di atas meja kerjanya.


"Ya ampun, Sayang! Aku juga nggak bisa bayangin wajahnya yang pasti Kiara sangat terkejut ternyata Calon suaminya adalah Daniel Mahardika." ucap Cynthia manambahkan.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2