
Juliet segera berdiri dari hadapan Ibra, Ia menolak cincin yang diberikan pemuda itu untuknya.
"Maaf, Aku tidak bisa, dan kamu jangan bermimpi untuk menikah denganku, hubungan kita hanya sebatas pemuas saja, tidak lebih." ucap wanita itu. Kemudian Ibra berdiri dan menghampiri Juliet, pria itu tampak berbisik di telinga Juliet.
"Aku tidak percaya dengan ucapan Tante! Aku tahu Tante juga pasti mencintai ku, itu sangat terlihat sekali, Tante tidak pernah membiarkan gadis manapun untuk mendekati ku, Tante tidak mau Aku pergi dengan wanita manapun, karena Tante takut kehilangan Aku, bukan? Tante cemburu pada mereka. Akui saja Tante!" desak Ibra sembari mengusap kedua pundak Juliet dan turun pada genggaman tangannya.
Juliet terpejam, sungguh pria brondong nya ini sangat tahu titik-titik sensitif Juliet, seolah-olah Ia tahu dimana kelemahan Juliet, hanya dengan menyentuh pundak dan mengelusnya sampai pada kedua tangannya, sudah membuat Juliet merinding.
"Katakan jika Tante mencintaiku? Aku tahu jika Tante merasakan hal yang sama seperti diriku." bisik Ibra sembari merremas-rremas tangan Juliet. Spontan Juli membalikkan badannya dan menatap wajah Ibra.
"Aku memang mencintaimu, tapi Aku tidak bisa menerima lamaranmu, Aku tidak bisa!" jawabnya dengan nafas yang mulai memburu.
"Kenapa? Kenapa Tante tidak bisa, Aku kurang apa Tante! Bukankah Aku selalu memuaskan Tante di atas ranjang, Aku selalu memenuhi permintaan Tante dengan gaya yang Tante inginkan, semuanya sudah Aku lakukan untuk Tante, bahkan pinggang ini seperti mau patah, Aku pun tetap siaga jika sewaktu-waktu Tante datang dan minta, Aku tak perduli yang penting Tante tetap berada dalam pelukanku, Aku tidak mau kehilangan Tante, Tante harus menjadi milikku, hanya milikku!" ucapnya sembari mencumbui wanita yang kini ada di hadapannya.
Juliet tak bisa menolaknya, wanita itu membiarkan Ibra menyentuh dirinya, tak bisa Ia pungkiri Juliet benar-benar dibuat takluk dengan sentuhan pria brondong nya itu. Hingga akhirnya terjadi juga pergulatan sengit di antara mereka berdua.
Sejenak Juliet menahan gerakan Ibra agar pria itu tidak terlalu brutal, karena Juliet sadar jika dirinya tengah hamil, Juliet menyadari jika dirinya hamil saat tadi pagi Ia iseng membeli testpack karena sudah beberapa hari ini Ia telat datang bulan. Dan setelah Juliet tes sendiri dengan testpack, ternyata hasilnya positif dan tentu saja anak yang dikandungnya itu adalah anak dari pria brondong nya, Ibra.
"Pelan-pelan, jangan keras-keras!" pinta Juliet saat berada di bawah Kungkungan Ibra. Sejenak Ibra terkejut kenapa tiba-tiba saja Juliet memintanya untuk bergerak slow tidak seperti biasanya yang meminta Ibra bergerak dengan hot dan kencang.
"Ada apa, Tante? Tante sakit?" tanyanya pada wanita yang kini berada di bawah tubuhnya itu. Juliet menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak apa-apa, sekarang Aku ingin kamu tidak lagi kasar saat bercinta, Aku ingin slow aja, sepertinya itu lebih asik!" jawabnya sembari menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
"Hmm Tante aneh sekali, biasanya Tante suka yang brutal, sekarang tiba-tiba ingin yang lembut, seolah-olah Tante sedang hamil saja, tidak masalah Aku bisa melakukannya, apapun yang Tante minta pasti akan Aku lakukan!" ucapan Ibra tiba-tiba membuat Juliet terkejut dan menatap wajah Ibra dengan tajam.
"Kenapa Tante melihat ku seperti itu? Apa Tante sedang hamil?" pertanyaan Ibra membuat Juliet membulatkan matanya, bagaimana bisa Ibra tiba-tiba bertanya hal itu kepadanya.
"Ti-tidak, A-aku tidak hamil, kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?" jawabnya sambil menahan dada Ibra yang hampir saja menekan dua gunung kembarnya.
"Aneh saja Tante tiba-tiba minta seperti itu, jika saja Tante hamil beneran, betapa bahagianya Aku, dan Aku akan segera menikahi Tante, kita akan hidup bahagia bersama dengan anak kita." ucapnya sembari mencium bibir Juliet.
Sejenak mereka melanjutkan aktivitas itu, hingga akhirnya tiba saatnya mereka mencapai puncak, Ibra yang sudah tidak kuat lagi menahan puncak gelora nya bersiap untuk menyemburkan cairan itu ke dalam tempatnya. Namun, tiba-tiba saja Juliet melarang Ibra untuk melakukanya seperti biasa.
"Aku mau keluar, Tante!" bisiknya di sela-sela rasa yang ingin segera dituntaskan.
"Enak di dalam, Tante! Di luar tidak enak!" jawabnya yang bersiap-siap menuju puncak.
"Jangan! Di luar saja!" Juliet tetap melarang Ibra untuk mengeluarkannya di luar tubuh Juliet. Namun, rupanya permintaan Juliet tidak di indahkan oleh Ibra, pria itu tetap mengeluarkannya di dalam, Juliet yang merasa Ibra sedang menuju puncaknya, dengan cepat Juliet mendorong tubuh Ibra agar Ia mengeluarkan belalainya dari sarangnya, agar cairan itu tidak masuk ke dalam.
Tapi, apa yang dilakukan oleh Juliet itu sia-sia, Ibra tetap mengeluarkannya di dalam, Juliet hanya bisa pasrah, karena dirinya pun ikut merasakan menuju puncak bersama.
Setelah itu dengan cepat Juliet mendorong tubuh pria itu agar tidak menindih tubuhnya, Juliet mendorong tubuh Ibra dengan kuat, sehingga membuat Ibra terjatuh dari atas tempat tidur mereka. Dengan keadaan yang polos pria itu tampak menggelinding dari atas ranjang panas itu terjun ke dasar lantai.
Sontak Ibra pun terkejut, bagaimana bisa Juliet mendorong tubuhnya sampai menggelinding di atas lantai, sejenak Ibra duduk dan memegangi pinggangnya.
__ADS_1
"Tante, kenapa sih! Main dorong saja!" sahut Ibra sambil berdiri dan berjalan menghampiri Juliet yang sedang sibuk membersihkan tempat itu dengan tisu.
"Aku sudah bilang sama kamu, jangan di masukkan ke dalam, salah sendiri nggak mau dengar!" jawabnya ketus.
"Emangnya kenapa sih, Tante! Dari dulu enak di keluarkan di dalam Tante, diluar nggak enak, nggak kerasa apa-apa!" jawabnya sambil mengusap keringat yang membanjiri wajah tampannya.
"Pokoknya mulai sekarang, kamu harus menuruti perintahku, jangan pernah lagi kamu lakukan hal yang sama, mengerti! Jika kamu tetap memaksa, pakai tuh balon, pokoknya jangan sampai tuh air masuk ke dalam, paham!" titah wanita yang sudah berpengalaman saat dirinya hamil Kiara. Juliet tentunya tahu jika memasukkan cairan laki-laki ke dalam saat sedang hamil akan menyebabkan kontraksi rahim dan bisa mengakibatkan keguguran.
"Pakai balon! Yahh malah pakai gituan, ogah ah ... nggak ada rasanya Tante, nggak enak pokoknya, lagian Tante kenapa sih tiba-tiba aneh banget." protes Ibra sembari duduk di samping Juliet.
Juliet tampak salah tingkah, Ia tidak tahu apa yang harus Ia jawab pada pria brondong nya itu.
"Hahh ... sudah, Aku mau mandi! Aku mau pergi!"
"Tante mau kemana? Aku ikut!"
"Ada sesuatu yang harus Aku selesaikan, kamu nggak usah ikut! Kayak kucing aja ngikutin mulu" jawab Juliet sembari berjalan menuju ke kamar mandi.
"Hmm Aku kan peliharaan kamu, Tante!" ucapnya sambil memperhatikan Juliet yang masuk ke dalam kamar mandi.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1