MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Tidak ...


__ADS_3

Malam itu juga untuk kesekian kalinya, Rico dan Cynthia menyatukan raga mereka dalam buaian cinta, berpacu dalam mencapai tujuan bersama, saling merengkuh, saling memagut, decapan demi decapan mereka ciptakan, suara-suara merdu nan indah memenuhi kamar mewah yang di dominasi warna putih, seputih cinta mereka berdua.


Kini Rico mengubah posisinya, Ia duduk bersandarkan pada sandaran tempat tidur, sedangkan Cynthia duduk di atasnya dengan kedua kaki terbuka lebar. Dengan bibir yang saling terpaut, Cynthia bergerak naik turun dengan lembut, selembut belaian tangan Rico pada pinggulnya.


Sejenak Cynthia mendongak ke atas, di situ Rico mencumbu leher Cynthia dengan rakus. Kali ini Rico tidak membuat tanda pada leher sang istri, tentunya Kiara pasti menanyakan hal itu lagi, dan tentu saja Rico yang akan di salahkan oleh sang anak.


Kedua tangan Cynthia melingkar pada leher sang suami, sementara sang pejantan tangguh itu asyik menghisap dua buah ceri mungil secara bergantian yang berada di pucuk gunung kembar milik Cynthia. Di sana Rico meninggalkan jejak indah yang kemarin sempat di protes Kiara, karena Rico meletakkannya pada leher sang istri. Kini Rico meninggalkan jejak merah itu pada sisi-sisi gunung kembar Cynthia. Berjejer dan berderet full memenuhi buah dada yang menantang itu.


Gerakan memompa itu semakin cepat, rasa untuk segera mencapai puncak pun mulai terasa. Di sela-sela gerakannya Cynthia menatap wajah sang suami dengan sayu sembari berkata. "Sayang! Aku tidak kuat lagi, Pliss Aku ingin merasakannya."


Rico tersenyum dan dengan segera menghempaskan tubuh Cynthia di atas ranjang, dengan cepat laki-laki itu mengganjal pinggul Cynthia dengan sebuah bantal, agar keperkasaan miliknya bisa masuk dan menancap lebih dalam lagi agar sang istri bisa segera hamil.


Setelah bantal itu terpasang, dengan segera Rico melesatkan miliknya ke dalam sana. Ah tentu saja terasa begitu dalam dan begitu hangat.


Hanya dalam waktu satu menit, Rico mulai menyemburkan benih-benih buah cintanya pada rahim sang istri, begitu pun Cynthia, mereka secara bersamaan merasakan kenikmatan dunia yang hakiki, yang hanya boleh dinikmati oleh suami istri yang sah.


Rico menumpahkan semua cairan itu pada tempatnya, berharap kehadiran jabang bayi akan segera tiba, setelah beberapa menit Rico mengeluarkan cairan kental itu, Ia tak lantas mencabutnya, Ia biarkan sejenak hingga akhirnya si Jhonny keluar dari sendirinya dari sarang.

__ADS_1


Setelah beberapa saat si Jhonny akhirnya keluar dengan keadaan lemas dan lunglai, tidak seperti diawal tadi yang terlihat tegap menantang, kini si Jhonny harus menerima nasibnya yang sudah melemas setelah berhasil mentransfer benih-benih calon bayinya ke dalam rahim sang istri.


Rico duduk di samping istrinya sembari membantu memegangi kedua kaki Cynthia agar tetap lurus ke atas, ini berguna untuk mempercepat proses masuknya pasukan sel-sel kejantanan Rico yang akan membuahi sel telur milik Cynthia, sehingga pembuahan akan semakin cepat.


Cynthia tersenyum saat suaminya membantunya untuk memegangi kedua kakinya agar dirinya tidak merasa pegal ketika kakinya masih terangkat lurus ke atas.


Setelah sepuluh menit Rico menurunkan kembali kedua kaki Cynthia dan mengambil bantal yang mengganjal pinggulnya. Setelah itu Cynthia merilekskan tubuhnya dengan terlentang, sementara di sampingnya Rico tampak membelai lembut puncak kepala Cynthia dan sesekali menciumnya.


"Semoga usaha kita berhasil dan kamu segera hamil, hmm!" Rico mengecup kening istrinya dan ikut berbaring di sampingnya. Cynthia tidur menyamping menghadap sang suami.


"Iya tentu saja, Aku juga sudah tidak sabar lagi ingin memiliki anak darimu, pastinya dia sangat lucu dan menggemaskan sepertiku, iya kan!" ucap Cynthia sembari menaikkan alisnya.


Cynthia membulatkan matanya mendengar betapa percaya dirinya Rico menganggap jika dirinya begitu keren, tak terima dengan ucapan Rico jika dirinya bawel dan nyebelin, Cynthia tampak menggerakkan badannya membelakangi sang suami, membuat Rico terkejut dan bangun untuk melihat wajah sang istri yang sedang membelakanginya.


"Eh ... kok malah hadap sana sih, aku di sini Sayang!" protes Rico sembari menyentuh pundak sang istri dengan wajah yang menatap Cynthia sendu.


"Iya deh terserah apa katamu, Aku bawel dan nyebelin, cuma kamu doang yang keren, udah ah Aku mau tidur aja, ngantuk!" jawab Cynthia cemberut.

__ADS_1


"Kok kamu marah sih, Sayang! Kan emang begitu kenyataannya, masih ingat kan saat kita bertemu pertama kali, kamu itu gadis yang nyebelin banget tahu nggak, udah salah nggak mau minta maaf, malah nyuruh Aku minta maaf, pingin Aku jitak aja kepalanya, greget banget!" jawab Rico saat mengingat kejadian dirinya bertemu Cynthia untuk kali pertama.


"Iiihhhh ... ya udah jitak aja nih kepala, kamu juga nyebelin banget, jadi orang tua itu mbok ya ngalah sama anak muda, main pergi aja, udah gitu songong, dingin, ih pingin Aku bejek-bejek aja!" jawab Cynthia sembari mengepalkan tangannya dan meninju-ninju kasur.


"Heeee apa kamu bilang, orang tua? Kamu bilang Aku orang tua, orang ganteng gini dibilang orang tua, kamu aja aku bikin klepek-klepek, hayo ngaku nggak?" jari Rico menggelitik perut Cynthia, gadis itu menggeliat dan tetap menjawab, "Tidak!"


Rico semakin menggelitik pinggang Chyntia membuat Cynthia seperti cacing kepanasan. Namun gadis itu tetap keukeuh bilang tidak kepada Rico.


"Aku tanya sekali lagi, kamu ngaku nggak jika sudah klepek-klepek kepadaku, ayo ngaku. kalau nggak Aku akan membuktikan kepada mu agar kamu mau mengakuinya." desak Rico dengan bersiap untuk melakukan sesuatu hal, saat dirinya sedang menggelitik tubuh indah istrinya, rupanya itu membuat si Jhonny bangkit kembali, kembali semangat dan bergairah.


Sedangkan Cynthia tetap mengelak dan terus mengatakan tidak. Hingga pada akhirnya Rico melesatkan Kembali si Jhonny ke sarangnya, Ia angkat satu kaki Cynthia dan dengan cepat akhirnya tenggelam sudah si Jhonny didalam sana, kemudian Rico menggerakkannya dengan lembut. Dengan posisi Cynthia masih membelakangi Sang suami. Membuat Cynthia memejamkan matanya sembari berkata.


"Tidak tidak tidak tidak ... ah iya ... iya Aku suka!" ucapnya dengan nada yang mesra, akhirnya Cynthia mengakui juga jika Rico memang sudah membuatnya klepek-klepek dan tidak berdaya. Rico tersenyum dan semakin cepat menggerakkan torpedo itu ke sarangnya.


Bagaimana pun juga Cynthia tidak bisa mengelak dan menolak serangan dari Suaminya, apalagi perlakuan lembut Rico membuat Cynthia semakin merasakan keenakan dan Ia pun mengusap lembut wajah sang suami dari arah belakang.


"Sekarang apa kamu mengakui nya, Sayang!" bisik Rico pada telinga Cynthia di sela-sela gerakannya.

__ADS_1


"Hmmm ... jangan tanyakan lagi, sudah tentu Aku sangat mengakui keperkasaan mu suamiku, it's great!" jawabnya sembari terpejam merasakan setiap sentuhan yang diberikan Rico untuknya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2