
"Silahkan masuk, Nona! Pak Rico sudah menunggu Anda!"
"Terima kasih!"
Cynthia segera masuk ke dalam ruang kantor Rico, gadis itu melihat Rico yang sedang duduk dengan membalikkan kursinya ke arah belakang. Cynthia mendekati meja Rico dan mengucap sapa kepada duda itu.
"Selamat siang, Om!"
Rico menaikkan ujung bibirnya dan kemudian berkata. "Duduklah! Ada apa kamu datang kemari?" tanyanya yang sedikit dingin. Rico sengaja melakukan itu untuk mengetes apakah Cynthia benar-benar mencintainya. Mengingat jika Juliet sudah meragukan kesungguhan Cynthia terhadap nya.
"Em ... Saya ingin bertanya sesuatu kepada Om!" jawab gadis itu yang tampak bingung dengan sikap Rico yang tiba-tiba begitu kepada nya.
"Om Rico tumben banget nggak nunjukin mukanya, ada apa, ya?" tanyanya dalam hati.
"Apa yang ingin kamu tanyakan? Cepat katakan! Aku tidak punya waktu lama-lama. Aku harus segera bertemu dengan Kiara, jangan buang waktuku!" ucapnya dingin. Membuat Cynthia semakin bertanya-tanya apakah yang terjadi pada pria itu.
"Em ... Cynthia tadi dapat kiriman sebuah video dari seseorang, Om!"
"Video? Video apa?" tanya Sang duda yang masih belum mengerti maksud Cynthia.
"Apa Om Rico pernah bertemu dengan mantan istrinya Om?" tanya Cynthia memberanikan diri. Spontan Rico membalikkan badannya dan menatap wajah Cynthia dalam-dalam.
"Apa yang kamu bicarakan?" Rico berdiri dan menghampiri Cynthia yang sedang menatap dirinya curiga. Kemudian Cynthia menunjukkan video itu kepada Rico.
"Apa ini?" ucap Rico sembari menerima ponsel Cynthia.
"Om lihat saja sendiri!"
__ADS_1
Kemudian Rico membuka video yang memperlihatkan dirinya sedang berpelukan dengan Juliet. Rico mengusap wajahnya kasar. Rupanya mantan istri nya sudah berusaha mempengaruhi Cynthia untuk membencinya. Rico memberikan ponselnya Cynthia dan berkata. "Apa kamu percaya video itu?" tanyanya kepada putri sahabatnya, Benny. Rico berjalan ke arah gadis itu, Cynthia tampak mundur ke belakang, karena Rico semakin berjalan mendekatinya.
"Hah ...."
Langkah Cynthia terhenti kala dirinya tak bisa mundur lagi, karena tubuhnya sudah merapat pada dinding ruangan itu. Rico meletakkan kedua tangannya pada dinding dan mengunci Cynthia agar tidak bisa pergi dari hadapannya.
"Kamu cemburu?" tiba-tiba saja Rico mengatakan hal itu kepada Cynthia.
"Tidak! Saya tidak cemburu, hanya saja Cynthia tidak suka dengan cara Om seperti itu, Om sudah membohongi Saya, katanya Om sudah tidak perduli lagi dengan mantan istri Om, nyatanya Om masih bermesraan dengan nya. Saya sadar, Saya tidak berhak menanyakan ini kepada Om, memangnya siapa Saya? Saya bukan siapa-siapanya Om. Lagipula buat apa Saya cemburu, Sa-saya ....!"
Cynthia tidak melanjutkan kata-katanya, karena Pria itu tampak menutup bibir Cynthia dengan satu jarinya. Rico menggelengkan kepalanya dan berkata. "Jangan ucapkan itu lagi, Aku dan Juliet memang baru saja bertemu, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan, Juliet sengaja merekam video saat Aku sedang menolongnya ketika Dia hendak terjatuh. Juliet memanfaatkan nya untuk membuat mu menjauh dariku. Tapi, itu tidak akan berhasil, karena Aku tahu jika kamu pasti lebih percaya padaku, kan?" Rico menatap wajah Cynthia dalam-dalam sembari mengusap lembut pipi gadis itu.
Apalah daya seorang Cynthia saat di hadapkan dengan pria yang berhasil membuatnya tidak berkutik, dan entah kenapa tiba-tiba saja airmata itu jatuh membasahi pipi Cynthia.
"Kamu menangis?" Rico segera mengusap air mata Cynthia, gadis itu terpejam dan tiba-tiba saja Ia memeluk Rico dengan erat. Rico membalas pelukan Cynthia dengan lembut. Ia tahu jika putri sahabatnya itu sedang cemburu.
Cynthia menangis dalam pelukan duda itu, Rico mendekapnya dengan erat, sungguh suasana saat itu membuat Rico begitu bahagia, akhirnya Ia tahu jika Cynthia benar-benar mencintainya, dan hasutan mantan istrinya itu tidak akan mempengaruhi cinta mereka berdua.
Perlahan Rico melepaskan pelukan Cynthia dan menatap bola mata indah Cynthia dalam-dalam.
"Kamu cemburu?" tanya Rico sembari mengusap sisa-sisa air mata di wajah cantik Cynthia.
Cynthia mengangguk dan itu membuat Rico tersenyum dan berkata. "Sudah, jangan menangis lagi, nanti bulu mata palsu mu lepas, nanti jadi jelek!" goda Rico membuat Cynthia mencubit pinggang Rico.
"Awwww ... nakal kamu, ya!" Rico tampak meringis kesakitan sambil memegangi pinggang nya, seolah-olah dirinya benar-benar merasa kesakitan. Sementara Cynthia terlihat panik, Ia pun berusaha menenangkan Rico dengan mencoba melihat pinggang Rico yang telah Ia cubit.
"Ohhh ya ampun! Maafin Cynthia, Om! Sakit ya!" seru Cynthia dengan wajah yang panik.
__ADS_1
"Sakit banget tahu, nggak! Pasti cubitan kamu membekas nih, Awww!" Rico tampak pura-pura menggoda Cynthia.
"Ya ... gimana dong! Om sih suka godain Cynthia, ya Cynthia reflek, Om!"
"Terus gimana nih, kamu harus bertanggung jawab!"
"Aduh Om Rico, gimana dong, sini coba Cynthia lihat sampai berapa sih parahnya!"
Cynthia mencoba membuka kemeja Rico yang menutupi area pinggang nya. Namun, tiba-tiba saja Rico menepis tangan Cynthia.
"Eh, mau apa Kamu! Jangan macam-macam ya! Kamu mau memperkosa Aku?" ucapan Rico membuat Cynthia menepuk jidatnya. Gadis itu dibuat pusing dengan ulah duda itu.
"Ya ampun Om Rico! Hello ... siapa juga yang mau perkosa Om, dasar duda gila. Lagian pasti Om udah nggak bisa ngejreng lagi, udah tua soalnya." jawab Cynthia sembari memutar bola matanya. Ucapan gadis itu membuat Rico tak terima dibilang sudah tidak ngejreng lagi. Pria itu spontan meraih tangan Cynthia dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Hah ... Om Rico! Apa yang Om lakukan?" Cynthia di buat terkejut setengah mati saat tubuh tegap Rico memeluknya begitu mesra.
"Kamu bilang apa tadi? Aku sudah tidak bisa ngejreng lagi? Kamu mau bukti nya? Hmm?" Rico menatap Cynthia dengan tatapan yang tajam.
"Hehehe ... mak-maksud Cynthia bu-bukan ... mmmpptt!"
Rico membungkam bibir Cynthia dengan ciumannya, iya ... Cynthia di buat tak berdaya dengan aksi duda itu, ciuman mautnya membuat Cynthia tidak bisa menolaknya.
"Om Rico pintar sekali membuat ku tak berdaya, dia pria yang kucari, hmm ciuman ini begitu manis, Aku dibuat melayang dengan sentuhan bibirnya yang lembut ... hmm nikmati aja ah!" batin Cynthia saat Rico telah berhasil membuatnya merasakan kehangatan ciuman sang Duda.
"Aku tahu kamu mencintai ku, Cynthia! Ciuman ini membuktikan jika Dirimu begitu menikmatinya, setiap balasan ciuman mu, setiap sentuhanmu membuat rasa itu bangkit kembali. Rasanya tak ingin Aku lama-lama menyendiri, Aku harus segera menikahi mu, Cynthia!"
...BERSAMBUNG...
__ADS_1