MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Handuk melorot


__ADS_3

Semakin hari, perut Cynthia semakin besar, Ia sedikit kesusahan untuk berjalan, kondisi usia kehamilan yang tinggal menunggu detik-detik kelahiran si jabang bayi itu membuat Rico juga ikut sibuk menyiapkan segala keperluan bayinya nanti. Mulai dari kamar khusus Baby mereka dan juga baju-baju bayi yang lucu.


Malam itu Rico tampak merebahkan tubuhnya pada ranjang tidur mereka, Ia terlihat sedikit kelelahan setelah pulang dari kantor, Cynthia menghampiri suaminya dengan perut yang membesar, spontan saja Cynthia memeluk suaminya membuat Rico terkejut dan Ia membalas pelukan Cynthia.


Cynthia tampak membenamkan pada ketiak suaminya, seperti aroma parfum nomor wahid bagi Cynthia menciumi ketiak suaminya, Rico yang nyata nya suka tidak tahan jika ada yang menyentuh ketiaknya, Ia tampak kegelian saat Cynthia mencium ketiaknya.


"Eh ... eh ... geli, Sayang!" Rico terlihat menjauhkan ketiaknya dari Cynthia.


"Kok kamu malah gitu sih, Aku tuh pingin aja nyium ketiak kamu, Sayang! Masa nggak boleh sih, ini anak kamu yang minta loh, jangan salah kan Aku kalau nanti suka ngeces jadinya!" ucap Cynthia sembari mengerucutkan bibirnya.


Rico tampak tertawa dan mendekap tubuhnya sendiri, Ia merasa begitu geli saat Cynthia membenamkan wajahnya pada ketiaknya.


"Hehehe bukan begitu maksud ku, kamu kan tahu aku belum mandi sepulang dari kantor, Aku masih capek, jadi masih bau kecut, apa Kamu nggak jijik mencium bau ketek ku ini, Hoek!" ucap Rico sembari dirinya mencium sendiri ketiaknya. Cynthia menarik tangan Rico dan memaksa Rico untuk melepaskan kemejanya.


"Aku nggak mau tahu, pokoknya Aku mau nyium bau ketek mu, no debat! Cepetan buka bajunya!" paksa Cynthia sembari membuka kancing kemeja Rico. Bak seorang wanita yang akan diperkosa, Rico tampak melindungi tubuhnya dari gerayangan tangan sang Istri.


"Eh ... eh ... kamu mau apa, Sayang! Kamu ingin memperkosaku, ya! Jangan dong sayang! Geli aku!" ucapnya memelas.


"Ahhh pokoknya Aku mau kamu lepas bajumu, kalau tidak Aku nggak mau tidur sama kamu!" ancam Cynthia sembari menyilangkan kedua tangannya. Melihat sang istri yang tampak merajuk, Rico pun mencoba merayu Istrinya, Ia pun mengalahkan dan menuruti permintaan sang Istri.


"Iya iya, Aku turuti permintaan mu, udah dong jangan cemberut lagi, kamu tuh aneh-aneh aja, masa pingin nyium ketiak Aku sih, Aku sendiri bau badanku saja udah eneg, kamu malah pingin menciumnya." gerutu Rico sembari membuka kancing kemejanya.


Cynthia tampak tersenyum bahagia melihat Rico yang mulai membuka kemejanya, Cynthia segera memeluknya erat dan menghirup aroma tubuh suaminya yang seharian bekerja di kantor dan belum sempat Rico membersihkan dirinya.


"Aduh aduh ... Sayang udah dong! Kamu nggak keracunan nyium bau ketek aku?" ucap Rico sembari menahan rasa geli nya saat Cynthia begitu menikmati aroma ketiaknya yang menurutnya begitu harum.


"Hmm ... enggak dong! Aku suka banget!" jawab Cynthia yang merasakan aroma tubuh suaminya seperti aroma minyak wangi kasturi.

__ADS_1


Rico tampak terlentang dengan kedua tangannya yang Ia letakkan di bawah kepalanya, sementara Cynthia ia biarkan bergerak bebas menghirup aroma dirinya yang belum mandi.


"Kamu suka sekali rupanya!" gumam Rico sembari memperhatikan tingkah istrinya yang menggemaskan. Tiba-tiba saja Rico dibuat terkejut lagi saat Cynthia mulai membuka celananya.


"Loh ... sayang! Apa yang kamu lakukan?" tanyanya saat melihat Cynthia membuka resleting celana panjangnya.


Cynthia menatap wajah sang suami dan berkata, "Nanggung! Sebelum kamu pergi mandi, kita olahraga dulu yuk!" ajak Cynthia yang mulai dimengerti oleh Rico.


"Tapi apa kamu tidak Capek sayang? Perutmu semakin membesar, apa bayi kita tidak akan apa-apa?" tanya Rico sembari memperhatikan istrinya yang mulai telanjang bulat.


Cynthia menatap wajah sang suami dan berkata, "Justru ini sangat di anjurkan oleh Dokter, kata dokter berhubungan suami istri menjelang persalinan itu akan membantu dan mempercepat proses melahirkan nanti, bukan! Bukankah kemarin dokter udah bilang gitu sama kita!" ucap Cynthia sembari duduk di atas tubuh suaminya.


"Hehehe iya ... Aku mengerti, ya sudah kamu aja yang menghandle biar Aku yang diam!" ujarnya yang bersiap untuk diperlakukan apa saja oleh Cynthia.


"Diam? Diam apanya lah ini gerak-gerak Mulu!" ucap Cynthia ketika melihat milik suaminya yang sudah mulai bergerak-gerak. Rico tertawa kecil melihat adik kecilnya yang siap menerima tantangan dari sang istri.


Hingga akhirnya cairan itu mulai masuk ke dalam rongga persalinan Cynthia, masuk ke dalam rahimnya yang berisi jabang bayi mereka yang akan segera launching.


Setelah Cynthia dan Rico mendapatkan pelepasan masing-masing, keduanya tampak begitu lelah, Cynthia terlihat bermandikan keringat, bumil itu terlihat lebih ganas daripada suaminya. Rico memeluk istrinya dan mengecup keningnya sekilas. Setelah itu Cynthia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, disusul Rico berjalan di belakangnya.


Mereka berdua tampak mandi bersama, Rico terlihat suka sekali mengusap lembut perut buncit sang istri, terkadang sentuhan tangan Rico dibalas oleh si jabang bayi dengan gerakan halus pada perut Cynthia, keduanya tertawa melihat perut Cynthia yang tampak bergerak-gerak.


"Eh lucu banget tahu nggak, sih!" Rico terlihat menempelkan pipinya pada perut Cynthia, lagi-lagi kaki mungil itu menendang wajah Rico. Rico pun tampak terkejut dan mengelus pipinya.


"Waduh ... galak juga nih anak! Main tendang saja, di kiranya lapangan bola apa?" ucapnya sembari mengelus-elus pipinya.


Cynthia tertawa melihat ekspresi wajah sang suami yang terlihat menggemaskan.Tiba-tiba saja Cynthia merasa perutnya tiba-tiba nyeri dan mulas.

__ADS_1


"Aduh! Perutku sakit banget!" Cynthia tampak mendekap perutnya yang membesar itu.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Rico panik.


"Perutku, sepertinya Aku mau melahirkan, sakit banget Sayang, awwww!" Cynthia tampak mencengkram tangan Rico.


Rico tampak panik, Ia pun segera mengambil handuk piyama dan Ia tutupkan pada tubuh istrinya, karena terlalu panik Ia pun mengambil handuk dan Ia tutupkan pada tubuhnya yang bagian bawah.


Cynthia sepertinya sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit pada perutnya, Rico pun akhirnya menggendong istrinya untuk keluar dari kamar mandi.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" Rico terus berjalan menuju ke luar kamarnya, Ia terus berjalan menuju ke ruang tengah, Oma Nini dan Kiara terkejut melihat Rico yang sedang menggendong Cynthia.


"Daddy! Mama kenapa?" tanya Kiara sambil menghampiri sang Daddy yang sedang menggendong Mama Cynthia-nya.


"Mama Cynthia mau melahirkan, kita harus ke rumah sakit!"


Karena saking paniknya, Rico tak sadar jika handuknya mulai melorot, alhasil Oma Nini dan Kiara melihat pemandangan yang seharusnya tak mereka lihat.


"Oh Shiiit! Pake melorot lagi! Aduh gimana nih!" Rico yang mulai sadar dan bingung jika handuk yang Ia lilitkan pada pinggang nya mulai melorot.


"Ya ampun Daddy! Handuknya jatuh!" teriak Kiara sembari menutupi kedua matanya. Pun sama Oma Nini juga membalikkan badannya.


"Ya Tolongin Daddy dong! Masa Daddy harus keluar dengan keadaan seperti ini!" ucapnya kepada Kiara dan Oma Nini.


Akhirnya Oma Nini menghampiri putranya yang sedang menggendong sang menantu. Sementara handuknya sudah terjatuh di atas lantai. Oma Nini membantu putranya untuk memasang kembali handuknya.


"Sudah! Cepat bawa istrimu ke dalam mobil, Mama akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan segala keperluan Cynthia." ucap Oma Nini kepada putranya.

__ADS_1


__ADS_2